News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Ada kabar bagus bagi Anda yang tidak sempat menikmati bangku kuliah, tapi ingin bekerja di tempat yang mentereng. Jangan berkecil hati.
Ya, perusahaan internet raksasa, Google dalam merekrut karyawan baru tidak lagi meminta IPK dan transkip nilai calon karyawan. Rekrutmen unik itu terjadi setelah pengalaman Google bertahun-tahun yang menyertakan transkip nilai dan IPK sebagai syarat melamar pekerjaan.
Perusahaan berbasis di Sillicon Valley, California itu akhirnya menyadari pertimbangan nilai itu tidak lagi berharga bagi perusahaan.
Senior Vice President for People Operations, Laszlo Bock mengungkapkan, setelah pengalaman itu, Google saat ini lebih mencari calon karyawan yang tidak sempat kuliah.
""Yang menarik adalah proporsi orang yang tidak kuliah di Google telah meningkat dari waktu ke waktu,"" ungkap Bock dalam sebuah wawancara dengan The New York Times yang dikutip Business Insider.
""Jadi kami memiliki tim, yang mana 14 persen dari tim itu terdiri dari orang-orang yang tidak pernah kuliah,"" tambahnya.
Bock mengkritik penentuan IPK sebagai ukuran dalam perekrutan karyawan. Ia beralasan IPK adalah parameter buatan bagi orang agar sangat terlatih untuk berhasil dalam lingkungan tertentu.
""Salah satu frustasi saya, saat saya kuliah dan S2. Anda tahu profesor sedang mencari jawaban spesifik,"" kilah Bock.
Karakteristik pemecahan masalah di bangku pendidikan tinggi itu, menurutnya kurang memberikan pengalaman pemecahan sebuah masalah.
""Anda bisa mencari tahu, tapi jauh lebih menarik untuk memecahkan masalah di mana tidak ada jawaban yang jelas,"" katanya.
Bock berpendapat kinerja seseorang setelah dua atau tiga tahun lulus dari perguruan tinggi, sama sekali tidak berkaitan dengan kinerja di Google. Pasalnya keahlian seseorang akan berubah banyak seiring berjalannya waktu.
Namun bukan berarti pendidikan perguruan tinggi tidak penting. Nyatanya, sebagian besar karyawan Google masih lulusan perguruan tinggi.
Setidaknya, bangku perguruan tinggi merupakan cara yang paling pasti untuk mempelajari teknik canggih dan hal-hal lain yang bisa membawa seseorang bekerja di Google."
Ya, perusahaan internet raksasa, Google dalam merekrut karyawan baru tidak lagi meminta IPK dan transkip nilai calon karyawan. Rekrutmen unik itu terjadi setelah pengalaman Google bertahun-tahun yang menyertakan transkip nilai dan IPK sebagai syarat melamar pekerjaan.
Perusahaan berbasis di Sillicon Valley, California itu akhirnya menyadari pertimbangan nilai itu tidak lagi berharga bagi perusahaan.
Senior Vice President for People Operations, Laszlo Bock mengungkapkan, setelah pengalaman itu, Google saat ini lebih mencari calon karyawan yang tidak sempat kuliah.
""Yang menarik adalah proporsi orang yang tidak kuliah di Google telah meningkat dari waktu ke waktu,"" ungkap Bock dalam sebuah wawancara dengan The New York Times yang dikutip Business Insider.
""Jadi kami memiliki tim, yang mana 14 persen dari tim itu terdiri dari orang-orang yang tidak pernah kuliah,"" tambahnya.
Bock mengkritik penentuan IPK sebagai ukuran dalam perekrutan karyawan. Ia beralasan IPK adalah parameter buatan bagi orang agar sangat terlatih untuk berhasil dalam lingkungan tertentu.
""Salah satu frustasi saya, saat saya kuliah dan S2. Anda tahu profesor sedang mencari jawaban spesifik,"" kilah Bock.
Karakteristik pemecahan masalah di bangku pendidikan tinggi itu, menurutnya kurang memberikan pengalaman pemecahan sebuah masalah.
""Anda bisa mencari tahu, tapi jauh lebih menarik untuk memecahkan masalah di mana tidak ada jawaban yang jelas,"" katanya.
Bock berpendapat kinerja seseorang setelah dua atau tiga tahun lulus dari perguruan tinggi, sama sekali tidak berkaitan dengan kinerja di Google. Pasalnya keahlian seseorang akan berubah banyak seiring berjalannya waktu.
Namun bukan berarti pendidikan perguruan tinggi tidak penting. Nyatanya, sebagian besar karyawan Google masih lulusan perguruan tinggi.
Setidaknya, bangku perguruan tinggi merupakan cara yang paling pasti untuk mempelajari teknik canggih dan hal-hal lain yang bisa membawa seseorang bekerja di Google."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





