News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pada 1 Juli 2013, Google berencana menutup salah satu layanannya, Google Reader, aplikasi kumpulan (aggregator) berita berbasis RSS asli buatan Google.
Rencana ini pun menuai reaksi berupa petisi online, yang mendesak Google untuk mengurungkan niatnya mematikan Google Reader. Petisi itu diunggah di situs Change.org, situs Web yang kerap dipakai khalayak untuk menyampaikan petisi dan kampanye online.
Dari sejumlah petisi yang menyuarakan agar Google Reader tetap dipertahankan, salah satu di antaranya cukup mencuat di segi jumlah. Petisi itu bertajuk 'Google: Keep Google Reader Running' yang digagas oleh Dan Lewis, salah satu pengguna loyal Reader yang berlokasi di New York, AS.
Mengutip Techday, pada akhir pekan lalu, total tandatangan yang berhasil membubuh petisi tersebut mencapai 100.000 lebih, dengan 400.000 pageview sejak dibuat minggu lalu. Hari ini, jumlahnya lebih dari 124.000, dan terus bertambah.
Petisi ini muncul sebagai upaya para loyalis Reader untuk mengubah pikiran Si Raksasa Internet. Meski terdengar sulit, para penandatangan optimistis rencana pentupan ini bisa kandas dengan petisi.
Konon, Google membutuhkan sejuta tandatangan untuk mempertimbangkan ulang keputusannya menutup Google Reader.
Sementara menunggu tenggat waktu itu datang, Google mengimbau para pengguna Reader untuk mengekspor data-datanya, termasuk langganan RSS mereka di Reader, dengan menggunakan Google Takeout.
Sebagai alternatif, pengguna bisa menggunakan layanan serupa, seperti Old Reader, Feedly, Newsblur, Reeder, dan Digg.
Jika ingin turut serta, Anda bisa menyumbangkan tanda tangan Anda melalui tautan ini."
Rencana ini pun menuai reaksi berupa petisi online, yang mendesak Google untuk mengurungkan niatnya mematikan Google Reader. Petisi itu diunggah di situs Change.org, situs Web yang kerap dipakai khalayak untuk menyampaikan petisi dan kampanye online.
Dari sejumlah petisi yang menyuarakan agar Google Reader tetap dipertahankan, salah satu di antaranya cukup mencuat di segi jumlah. Petisi itu bertajuk 'Google: Keep Google Reader Running' yang digagas oleh Dan Lewis, salah satu pengguna loyal Reader yang berlokasi di New York, AS.
Mengutip Techday, pada akhir pekan lalu, total tandatangan yang berhasil membubuh petisi tersebut mencapai 100.000 lebih, dengan 400.000 pageview sejak dibuat minggu lalu. Hari ini, jumlahnya lebih dari 124.000, dan terus bertambah.
Petisi ini muncul sebagai upaya para loyalis Reader untuk mengubah pikiran Si Raksasa Internet. Meski terdengar sulit, para penandatangan optimistis rencana pentupan ini bisa kandas dengan petisi.
Konon, Google membutuhkan sejuta tandatangan untuk mempertimbangkan ulang keputusannya menutup Google Reader.
Sementara menunggu tenggat waktu itu datang, Google mengimbau para pengguna Reader untuk mengekspor data-datanya, termasuk langganan RSS mereka di Reader, dengan menggunakan Google Takeout.
Sebagai alternatif, pengguna bisa menggunakan layanan serupa, seperti Old Reader, Feedly, Newsblur, Reeder, dan Digg.
Jika ingin turut serta, Anda bisa menyumbangkan tanda tangan Anda melalui tautan ini."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





