News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Peneliti menemukan kandungan air dalam sampel meteorit dari Planet Mars yang ditemukan di Gurun Sahara tahun 2011, serupa dengan batuan mengandung air yang diteliti kendaraan robotik Curiosity di Planet Merah itu.
Meteorit yang disebut Northwest Africa (NWA) 7034 itu memiliki konsentrasi air 10 kali lebih tinggi dibanding 100 lebih meteorit Mars yang diketahui--batu-batu langka dari permukaan Mars yang terlempar ke ruang angkasa saat asteroid menabrak planet dan kemudian terdampar di Bumi.
Para peneliti dari University of California di San Diego dan Carnegie Institution di Washington menyatakan, kandungan air pada meteorit seberat 320 gram yang dijuluki ""Black Beauty"" itu mungkin berasal dari interaksi batu dengan air di kerak Mars.
Setelah studi intensif lebih dari satu tahun, tim peneliti juga mengetahui bahwa meteorit itu terbentuk 2,1 miliar tahun lalu, selama periode geologis awal Mars yang disebut Amazonian.
""Usia NWA 7034 sangat penting karena ini menunjukkan bahwa meteorit ini lebih tua dari meteorit Mars yang lain,"" kata Mitch Schulte, ilmuwan dari Program Eksplorasi Mars di Markas Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Washington.
""Kami sekarang bisa melihat potongan sejarah Mars pada waktu kritis evolusinya,"" kata dia di laman resmi NASA.
Meteorit itu sangat bersesuaian dengan bebatuan di permukaan Planet Merah dan hasil analisis laboratorium kendaraan robotik di Mars dan satelit yang mengorbit di Mars.
NWA 7034 terbuat dari fragmen basalt, batu yang terbentuk dari pendinginan lava secara cepat. Fragmen-fragmen utamanya terdiri atas feldspar dan pyroxene, yang sepertinya merupakan hasil aktivitas vulkanik.
Kandungan bahan kimia meteorit tak biasa ini bersesuaian dengan kerak Mars yang diteliti kendaraan eksplorasi Mars NASA dan Mars Odyssey Orbiter.
""Meteorit Mars ini punya semua dalam komposisinya yang kau inginkan untuk lebih memahami Planet Merah,"" kata Carl Agee, pemimpin tim analisis serta direktur dan kurator di Institute of Meteoritics University of New Mexico di Albuquerque.
""Ini adalah meteorit unik yang memberitahu kita seperti apa vulkanisme di Mars dua miliar tahun lalu. Ini juga memberi kita gambaran sekilas tentang permukaan dan kondisi lingkungan Mars pada masa lalu yang tidak bisa diberikan oleh meteorit lain,"" katanya.
"
Meteorit yang disebut Northwest Africa (NWA) 7034 itu memiliki konsentrasi air 10 kali lebih tinggi dibanding 100 lebih meteorit Mars yang diketahui--batu-batu langka dari permukaan Mars yang terlempar ke ruang angkasa saat asteroid menabrak planet dan kemudian terdampar di Bumi.
Para peneliti dari University of California di San Diego dan Carnegie Institution di Washington menyatakan, kandungan air pada meteorit seberat 320 gram yang dijuluki ""Black Beauty"" itu mungkin berasal dari interaksi batu dengan air di kerak Mars.
Setelah studi intensif lebih dari satu tahun, tim peneliti juga mengetahui bahwa meteorit itu terbentuk 2,1 miliar tahun lalu, selama periode geologis awal Mars yang disebut Amazonian.
""Usia NWA 7034 sangat penting karena ini menunjukkan bahwa meteorit ini lebih tua dari meteorit Mars yang lain,"" kata Mitch Schulte, ilmuwan dari Program Eksplorasi Mars di Markas Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Washington.
""Kami sekarang bisa melihat potongan sejarah Mars pada waktu kritis evolusinya,"" kata dia di laman resmi NASA.
Meteorit itu sangat bersesuaian dengan bebatuan di permukaan Planet Merah dan hasil analisis laboratorium kendaraan robotik di Mars dan satelit yang mengorbit di Mars.
NWA 7034 terbuat dari fragmen basalt, batu yang terbentuk dari pendinginan lava secara cepat. Fragmen-fragmen utamanya terdiri atas feldspar dan pyroxene, yang sepertinya merupakan hasil aktivitas vulkanik.
Kandungan bahan kimia meteorit tak biasa ini bersesuaian dengan kerak Mars yang diteliti kendaraan eksplorasi Mars NASA dan Mars Odyssey Orbiter.
""Meteorit Mars ini punya semua dalam komposisinya yang kau inginkan untuk lebih memahami Planet Merah,"" kata Carl Agee, pemimpin tim analisis serta direktur dan kurator di Institute of Meteoritics University of New Mexico di Albuquerque.
""Ini adalah meteorit unik yang memberitahu kita seperti apa vulkanisme di Mars dua miliar tahun lalu. Ini juga memberi kita gambaran sekilas tentang permukaan dan kondisi lingkungan Mars pada masa lalu yang tidak bisa diberikan oleh meteorit lain,"" katanya.
"
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





