News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Seorang peneliti dari University of California, Amerika Serikat, Professor Erik Asphaug, mengklaim bahwa Bumi sebenarnya memiliki dua Bulan. Namun, yang satunya sudah lama hancur.
Seperti dilansir harian Telegraph, Senin 7 Juli 2013, teori terbaru yang disampaikan oleh Asphaug di acara konferensi tentang bulan yang diadakan di Royal Society itu menyatakan pada jutaan tahun lalu Bumi mempunyai dua bulan kembar. ""Yang satu berukuran kecil dan satu lagi seperti yang kita lihat sekarang,"" kata dia.
Menurut Asphaug, bulan yang berukuran lebih kecil diyakini hanya bertahan beberapa juta tahun saja, sebelum akhirnya hancur tertabrak oleh bulan yang ada sekarang.
""Dari hasil tabrakan itu, maka hanya menyisakan satu bulan besar yang dapat kita lihat sekarang,"" kata Asphaug.
Dia menjelaskan, kedua bulan itu mengorbit pada Bumi dengan jarak dan kecepatan yang sama. Kemudian secara perlahan kedua bulan itu saling bertabrakan dan bersatu.
""Saya menduga permukaan bulan yang seperti pegunungan adalah sisa-sisa dari bulan kecil yang hancur setelah bertabrakan. Bulan kecil itu diperkirakan berukuran one thirtieth,"" ujar Asphaug.
Bumi dan bulan diperkirakan terbentuk antara 30 juta sampai 130 juta tahun setelah kelahirang Tata Surya, atau sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.
Dugaan Baru
Asphausg juga mengatakan, bulan memiliki hubungan yang sangat erat dengan Bumi. Ada dugaan baru yang menyatakan batuan mineral yang ada di bulan itu berasal dari Bumi.
""Milyaran tahun lalu, Bumi pernah diserang oleh asteroid besar yang memuntahkan isi Bumi sampai ke luar angkasa. Bukan tak mungkin, bagian-bagian Bumi yang mengandung mineral itu terhempas dan mendarat di bulan,"" kata Asphausg."
Seperti dilansir harian Telegraph, Senin 7 Juli 2013, teori terbaru yang disampaikan oleh Asphaug di acara konferensi tentang bulan yang diadakan di Royal Society itu menyatakan pada jutaan tahun lalu Bumi mempunyai dua bulan kembar. ""Yang satu berukuran kecil dan satu lagi seperti yang kita lihat sekarang,"" kata dia.
Menurut Asphaug, bulan yang berukuran lebih kecil diyakini hanya bertahan beberapa juta tahun saja, sebelum akhirnya hancur tertabrak oleh bulan yang ada sekarang.
""Dari hasil tabrakan itu, maka hanya menyisakan satu bulan besar yang dapat kita lihat sekarang,"" kata Asphaug.
Dia menjelaskan, kedua bulan itu mengorbit pada Bumi dengan jarak dan kecepatan yang sama. Kemudian secara perlahan kedua bulan itu saling bertabrakan dan bersatu.
""Saya menduga permukaan bulan yang seperti pegunungan adalah sisa-sisa dari bulan kecil yang hancur setelah bertabrakan. Bulan kecil itu diperkirakan berukuran one thirtieth,"" ujar Asphaug.
Bumi dan bulan diperkirakan terbentuk antara 30 juta sampai 130 juta tahun setelah kelahirang Tata Surya, atau sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.
Dugaan Baru
Asphausg juga mengatakan, bulan memiliki hubungan yang sangat erat dengan Bumi. Ada dugaan baru yang menyatakan batuan mineral yang ada di bulan itu berasal dari Bumi.
""Milyaran tahun lalu, Bumi pernah diserang oleh asteroid besar yang memuntahkan isi Bumi sampai ke luar angkasa. Bukan tak mungkin, bagian-bagian Bumi yang mengandung mineral itu terhempas dan mendarat di bulan,"" kata Asphausg."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





