News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Merasa penasaran dengan rambut warna merah yang terhitung tidak banyak, sejumlah ilmuwan di Inggris ingin serius mempelajari gen penghasil rambut merah ini.
Mulanya, para ilmuwan akan mempelajari gen pengunjung yang hadir dalam sebuah acara di London bulan depan. Gen yang didapatkan nanti akan diteliti apakah mampu menghasilkan keturunan dengan rambut merah.
Melakukan metode pengujian sederhana pada air liur, para ahli akan mencari DNA untuk salah satu dari tiga varian umum dalam gen MC1R. Gen MC1R merupakan gen penentu rambut berwarna merah. Nantinya, hasil tes tersebut juga bisa digunakan untuk melacak nenek moyang masyarakat berambut merah.
Hasil pengujian ini akan disiarkan ke publik Inggris melalui acara 'Who Do You Think You Are? Live' di London, sekitar bulan depan.
Telegraph melansir, Senin 28 Januari 2013, sekitar empat dari sepuluh orang Inggris diperkirakan membawa mutasi gen rambut merah, meskipun mereka tidak terlihat membawa gen tersebut.
Mengingat gen ini bersifat terpendam, maka kemungkinannya hanya satu dari empat anak yang lahir dengan rambut merah, dan, hanya salah satu dari dua anak yang membawa gen tersebut.
Anak-anak yang memiliki satu orangtua pembawa gen sangat kecil kemungkinan untuk membawa gen rambut merah.
""Artinya, satu keluarga dapat mewarisi satu varian untuk beberapa generasi. Sehingga, bayi berambut merah dapat muncul dari mana-mana,"" ujar Dr Jim Wilson, kepala ilmuwan BritainsDNA.
Sekitar satu dari sepuluh orang di Irlandia memiliki rambut merah, kendati sejatinya 40 persen populasi membawa gen rambut merah. Sementara di Skotlandia, hanya 13 persen orang yang memiliki rambut merah, dan di Inggris hanya enam persen.
Orang berambut merah jauh lebih mudah ditemui di Inggris daripada di Eropa, di mana orang berambut merah hanya 1,3 persen dari total populasi. Sedangkan, untuk seluruh dunia, tingkat orang berambut merah menurun lebih dari 0,5, persen, dan kini tinggal satu orang berambut merah dari 200 orang penduduk dunia."
Mulanya, para ilmuwan akan mempelajari gen pengunjung yang hadir dalam sebuah acara di London bulan depan. Gen yang didapatkan nanti akan diteliti apakah mampu menghasilkan keturunan dengan rambut merah.
Melakukan metode pengujian sederhana pada air liur, para ahli akan mencari DNA untuk salah satu dari tiga varian umum dalam gen MC1R. Gen MC1R merupakan gen penentu rambut berwarna merah. Nantinya, hasil tes tersebut juga bisa digunakan untuk melacak nenek moyang masyarakat berambut merah.
Hasil pengujian ini akan disiarkan ke publik Inggris melalui acara 'Who Do You Think You Are? Live' di London, sekitar bulan depan.
Telegraph melansir, Senin 28 Januari 2013, sekitar empat dari sepuluh orang Inggris diperkirakan membawa mutasi gen rambut merah, meskipun mereka tidak terlihat membawa gen tersebut.
Mengingat gen ini bersifat terpendam, maka kemungkinannya hanya satu dari empat anak yang lahir dengan rambut merah, dan, hanya salah satu dari dua anak yang membawa gen tersebut.
Anak-anak yang memiliki satu orangtua pembawa gen sangat kecil kemungkinan untuk membawa gen rambut merah.
""Artinya, satu keluarga dapat mewarisi satu varian untuk beberapa generasi. Sehingga, bayi berambut merah dapat muncul dari mana-mana,"" ujar Dr Jim Wilson, kepala ilmuwan BritainsDNA.
Sekitar satu dari sepuluh orang di Irlandia memiliki rambut merah, kendati sejatinya 40 persen populasi membawa gen rambut merah. Sementara di Skotlandia, hanya 13 persen orang yang memiliki rambut merah, dan di Inggris hanya enam persen.
Orang berambut merah jauh lebih mudah ditemui di Inggris daripada di Eropa, di mana orang berambut merah hanya 1,3 persen dari total populasi. Sedangkan, untuk seluruh dunia, tingkat orang berambut merah menurun lebih dari 0,5, persen, dan kini tinggal satu orang berambut merah dari 200 orang penduduk dunia."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





