News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Senjata berteknologi tinggi yang memiliki kecepatan lima kali kecepatan suara akan beterbangan di langit pada tahun 2025.
Pernyataan itu dikeluarkan oleh pejabat militer Amerika Serikat, seperti dilansir Space, Rabu 22 Mei 2013.
Tahun 2025 siap menjadi debut pertama dari serangan senjata baru super cepat di medan tempur. Perhitungan waktu itu dihitung dari berhasilnya penelitian lanjutan dari rudal hipersonik angkatan udara AS yang diberi nama X-51A Waverider.
""Angkatan Udara AS berusaha menciptakan teknologi senjata baru pada tahun 2020. Kami sudah memulai program pengembangan senjata perang ini beberapa tahun lalu,"" kata Charlie Brink, Manajer Program X-51A Waverider, dari Air Force Research Laboratory Aerospace Systems Directorate AS.
Daya jelajah rudal biasa mencapai 500-600 mil per hour (mph), atau setara 800-965 km per jam. Tapi, dengan menggunakan teknologi hipersonik, kecepatan rudal bisa meningkat menjadi lima kali kecepatan suara (5 Mach), atau sekitar 1.226 km per jam.
""Kecepatan senjata itu bisa sangat mematikan, tapi sistem senjata masih bisa dikontrol saat berada di wilayah musuh,"" jelas Brink.
Dalam program pengembangan X-51A Waverider, Angkatan Udara AS bekerja sama dengan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).
Program ini menelan dana US$300 juta, atau setara Rp2,9 triliun.
Dua uji coba X-51A Waverider pada Juni 2011 dan Agustus 2012 mengalami kegagalan. Tapi, uji coba terakhir pada 1 Mei 2013 sukses dilakukan dengan dibawa pesawat bomber B-52. Bahkan, kecepatan dari senjata itu sudah ditingkatkan, pada awalnya 4,8 Mach menjadi 5,1 Mach.
""Kami mendapat data-data baru pada uji coba terakhir dan kami sangat gembira dengan hasil tersebut,"" ujar Brink.
Komersial
Sementara militer AS belum memiliki rencana selanjutnya dari hasil uji coba X-51A Waverider, namun akan mengembangkan program hipersonik untuk bidang lain.
""Teknologi ini semakin dekat. Mungkin saja penerbangan komersial dengan menggunakan teknologi hipersonik scramjet benar-benar terwujud,"" kata Joe Vogel, Manajer Program Boeing X-51A.
Ia menambahkan, teknologi hipersonik di bawah naungan Angkatan Udara AS, penggunaan untuk bidang lain tentu saja setelah tujuan dari militer selesai.
""Untuk penggunaan komersil sepertinya akan berbarengan dengan penggunaan dari militer,"" ujar Vogel.
"
Pernyataan itu dikeluarkan oleh pejabat militer Amerika Serikat, seperti dilansir Space, Rabu 22 Mei 2013.
Tahun 2025 siap menjadi debut pertama dari serangan senjata baru super cepat di medan tempur. Perhitungan waktu itu dihitung dari berhasilnya penelitian lanjutan dari rudal hipersonik angkatan udara AS yang diberi nama X-51A Waverider.
""Angkatan Udara AS berusaha menciptakan teknologi senjata baru pada tahun 2020. Kami sudah memulai program pengembangan senjata perang ini beberapa tahun lalu,"" kata Charlie Brink, Manajer Program X-51A Waverider, dari Air Force Research Laboratory Aerospace Systems Directorate AS.
Daya jelajah rudal biasa mencapai 500-600 mil per hour (mph), atau setara 800-965 km per jam. Tapi, dengan menggunakan teknologi hipersonik, kecepatan rudal bisa meningkat menjadi lima kali kecepatan suara (5 Mach), atau sekitar 1.226 km per jam.
""Kecepatan senjata itu bisa sangat mematikan, tapi sistem senjata masih bisa dikontrol saat berada di wilayah musuh,"" jelas Brink.
Dalam program pengembangan X-51A Waverider, Angkatan Udara AS bekerja sama dengan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).
Program ini menelan dana US$300 juta, atau setara Rp2,9 triliun.
Dua uji coba X-51A Waverider pada Juni 2011 dan Agustus 2012 mengalami kegagalan. Tapi, uji coba terakhir pada 1 Mei 2013 sukses dilakukan dengan dibawa pesawat bomber B-52. Bahkan, kecepatan dari senjata itu sudah ditingkatkan, pada awalnya 4,8 Mach menjadi 5,1 Mach.
""Kami mendapat data-data baru pada uji coba terakhir dan kami sangat gembira dengan hasil tersebut,"" ujar Brink.
Komersial
Sementara militer AS belum memiliki rencana selanjutnya dari hasil uji coba X-51A Waverider, namun akan mengembangkan program hipersonik untuk bidang lain.
""Teknologi ini semakin dekat. Mungkin saja penerbangan komersial dengan menggunakan teknologi hipersonik scramjet benar-benar terwujud,"" kata Joe Vogel, Manajer Program Boeing X-51A.
Ia menambahkan, teknologi hipersonik di bawah naungan Angkatan Udara AS, penggunaan untuk bidang lain tentu saja setelah tujuan dari militer selesai.
""Untuk penggunaan komersil sepertinya akan berbarengan dengan penggunaan dari militer,"" ujar Vogel.
"
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





