News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Bagi sebagian besar orang, kucing merupakan sosok binatang yang lucu dan menggemaskan. Namun, sebuah studi baru telah menunjukkan bahwa kucing adalah salah satu hewan yang menjadi ancaman terbesar bagi satwa liar di Amerika Serikat.
Yang lebih mencengangkan, kucing mampu membunuh miliaran hewan dalam setahun. Benarkah begitu?
Dalam jurnal Nature Communications, BBC melansir, Kamis 31 Januari 2013, para peneliti menemukan bahwa kucing adalah hewan yang paling bertanggung jawab atas kematian 1,4 sampai 3,7 miliar ekor burung, dan 6,9 hingga 20,7 miliar mamalia setiap tahun.
Predator itu diperkirakan kucing liar atau kucing hutan. Tak hanya di AS, kucing-kucing tersebut dituduh atas kepunahan 33 spesies dalam lingkup global.
Dalam jurnal tersebut disimpulkan bahwa jumlah korban ""pembunuhan"" kucing ini, baik karena dicakar ataupun dicabik, bahkan lebih tinggi angkanya daripada kematian hewan karena kecelakaan di jalan atau keracunan.
Karena temuan ini cukup mengkhawatirkan, para peneliti mengimbau agar para pemelihara kucing turut berperan mengurangi dampak tersebut.
Ingin menggali studi tersebut lebih dalam, peneliti dari Smithsonian Conservation Biology Institute (SCBI) dan The US Fish and Wildlife Service, Dr Pete Marra melakukan penelitian lebih lanjut, untuk mengetahui betapa mematikannya hewan yang menggemaskan satu ini.
Setali tiga uang. Studi yang dilakukannya pun menemukan bahwa perilaku kucing benar-benar menjadi ancaman bagi satwa liar di Amerika Serikat. ""Kucing telah membunuh burung empat kali lebih banyak dari perkiraan kami sebelumnya,"" kata Dr Marra.
Analisa studi terbaru ini sekaligus mengungkapkan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh kucing jauh lebih tinggi daripada studi sebelumnya. ""Burung Robin Amerika adalah korban sang predator nomor satu. Tikus, tupai dan kelinci, juga mamalia yang paling sering diburu dan dibunuh oleh kucing,"" ungkap Dr Marra.
Merasa prihatin dengan sejumlah besar satwa liar yang ""dibantai"" oleh kucing, Dr Marra berharap agar para pemelihara kucing harus menjaganya dengan baik.
""Dan, perlu kebijakan khusus untuk mengatasi persoalan ini. Kucing-kucing tidak bisa dibiarkan berkeliaran di jalanan, hewan ini harus dimasukkan ke dalam sebuah ruangan,"" tegasnya."
Yang lebih mencengangkan, kucing mampu membunuh miliaran hewan dalam setahun. Benarkah begitu?
Dalam jurnal Nature Communications, BBC melansir, Kamis 31 Januari 2013, para peneliti menemukan bahwa kucing adalah hewan yang paling bertanggung jawab atas kematian 1,4 sampai 3,7 miliar ekor burung, dan 6,9 hingga 20,7 miliar mamalia setiap tahun.
Predator itu diperkirakan kucing liar atau kucing hutan. Tak hanya di AS, kucing-kucing tersebut dituduh atas kepunahan 33 spesies dalam lingkup global.
Dalam jurnal tersebut disimpulkan bahwa jumlah korban ""pembunuhan"" kucing ini, baik karena dicakar ataupun dicabik, bahkan lebih tinggi angkanya daripada kematian hewan karena kecelakaan di jalan atau keracunan.
Karena temuan ini cukup mengkhawatirkan, para peneliti mengimbau agar para pemelihara kucing turut berperan mengurangi dampak tersebut.
Ingin menggali studi tersebut lebih dalam, peneliti dari Smithsonian Conservation Biology Institute (SCBI) dan The US Fish and Wildlife Service, Dr Pete Marra melakukan penelitian lebih lanjut, untuk mengetahui betapa mematikannya hewan yang menggemaskan satu ini.
Setali tiga uang. Studi yang dilakukannya pun menemukan bahwa perilaku kucing benar-benar menjadi ancaman bagi satwa liar di Amerika Serikat. ""Kucing telah membunuh burung empat kali lebih banyak dari perkiraan kami sebelumnya,"" kata Dr Marra.
Analisa studi terbaru ini sekaligus mengungkapkan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh kucing jauh lebih tinggi daripada studi sebelumnya. ""Burung Robin Amerika adalah korban sang predator nomor satu. Tikus, tupai dan kelinci, juga mamalia yang paling sering diburu dan dibunuh oleh kucing,"" ungkap Dr Marra.
Merasa prihatin dengan sejumlah besar satwa liar yang ""dibantai"" oleh kucing, Dr Marra berharap agar para pemelihara kucing harus menjaganya dengan baik.
""Dan, perlu kebijakan khusus untuk mengatasi persoalan ini. Kucing-kucing tidak bisa dibiarkan berkeliaran di jalanan, hewan ini harus dimasukkan ke dalam sebuah ruangan,"" tegasnya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





