News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Menteri Sains, Riset, dan Teknologi Iran, Kamran Daneshjou, mengumumkan telah menciptakan tiga obat baru yang diproduksi oleh ilmuwan Iran di Universitas Razi, Provinsi Kermanshah Barat. Tiga obat itu bernama Minoxidil, Monte Lucas, dan Sodium Thiopental, demikian dilansir Iran Radio Culture, 12 Juni 2013.
Fungsi obat itu masing-masing untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), asma kronis, dan obat anastesi (pembiusan) pada kejang-kejang. Saat ini, obat-obat itu dilaporkan sudah diimpor ke negara-negara lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mengalami kemajuan penting dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang kedokteran dan obat-obatan. Bulan April lalu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan negaranya telah meluncurkan lima obat radiomedicines baru.
Radiomedicines dikembangkan dan diproduksi oleh para ahli di Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) bekerja sama dengan kantor kepresidenan untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
""Lima obat radiomedicines ini telah memainkan peran sentral untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit refraktori, khususnya pada kanker,"" kata Nasrin Soltankhah, Wakil Presiden Iran Bidang Sains dan Teknologi.
Sementara Kepala AEOI, Fereidoun Abbasi, mengumumkan bahwa Iran telah menciptakan delapan radiomedicines baru yang digunakan untuk mendiagnosis, mencegah, dan mengobati sejumlah penyakit.
""Obat-obat itu masih dalam tahap verifikasi klinis untuk mendapatkan perizinan dari Departemen Kesehatan sebelum diluncurkan ke pasaran,"" kata Abbasi."
Fungsi obat itu masing-masing untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), asma kronis, dan obat anastesi (pembiusan) pada kejang-kejang. Saat ini, obat-obat itu dilaporkan sudah diimpor ke negara-negara lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mengalami kemajuan penting dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang kedokteran dan obat-obatan. Bulan April lalu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan negaranya telah meluncurkan lima obat radiomedicines baru.
Radiomedicines dikembangkan dan diproduksi oleh para ahli di Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) bekerja sama dengan kantor kepresidenan untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
""Lima obat radiomedicines ini telah memainkan peran sentral untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit refraktori, khususnya pada kanker,"" kata Nasrin Soltankhah, Wakil Presiden Iran Bidang Sains dan Teknologi.
Sementara Kepala AEOI, Fereidoun Abbasi, mengumumkan bahwa Iran telah menciptakan delapan radiomedicines baru yang digunakan untuk mendiagnosis, mencegah, dan mengobati sejumlah penyakit.
""Obat-obat itu masih dalam tahap verifikasi klinis untuk mendapatkan perizinan dari Departemen Kesehatan sebelum diluncurkan ke pasaran,"" kata Abbasi."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





