News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Raksasa perusahaan teknologi dunia Apple membeberkan bagaimana strateginya dalam menghadapai gelombang baru perubahan perangkat. Anda bisa melihatnya pada iPod, iPhone, sampai iPad.
Steve Jobs dan Scott Forstall, dua eksekutif terpenting dalam perjalanan Apple enam tahun terakhir telah tiada. Jobs wafat pada Oktober 2011 silam karena kanker.
Sementara Scott Forstall, orang yang bekerja di balik suksesnya iOS, termasuk iPhone dan iPad, hengkang dari Apple karena disinyalir telah membuat kesalahan ketika mengembangkan aplikasi peta pada Apple.
Apple kini bak perahu layar yang ditinggal nahkoda lama. Lalu, apa yang akan dilakukan salah satu perusahaan tersukses di Amerika ini?
Mengambil panggung pada konferensi Goldman Sachs Technology and Internet di San Francisco, CEO Apple, Tim Cook berbicara tentang keunggulan inovasi Apple dalam industri teknologi.
Ia juga mengungkapkan kenapa Samsung, Amazon, Google dan Microsoft belum bisa bersaing dengan Apple.
Cook mengatakan, keterampilan dan kepemimpinan Apple dalam segala hal menjadi kunci sukses perusahaan asal Amerika Serikat sampai sejauh ini.
""Bulan depan, kami memiliki iPad Mini Retina, kemudian iPhone baru. Dan, pada musim gugur nanti, kami menghadirkan iWatch, juga Apple TV di bulan Desember,"" papar Cook, dilansir Business Insider, Rabu 13 Februari 2013.
""Apple dalam posisi cukup unik, dan dalam pandangan saya Apple tidak tertandingi karena memiliki keterampilan dalam perangkat lunak, perangkat keras, dan layanan,"" jelas dia.
Perusahaan lain, menurutnya, memang memiliki keahlian, tapi tidak memilki ketiga kategori yang dimiliki Apple.
Google dan Microsoft bagus dalam hal perangkat lunak dan layanan, tetapi tidak pada piranti keras. Sedangkan, Samsung merupakan raksasa perusahaan peranti keras, tapi tidak dalam hal perangkat lunak ataupun layanan. Amazon hanya bagus di kategori layanan.
""Kenyataannya, bahwa model yang tumbuh di industri PC, di mana seseorang mengkhususkan diri dalam beberapa hal, model yang ada sekarang tidak bekerja untuk apa yang diinginkan konsumen hari ini,"" jelas Cook.
Pelopor ekosistem
Suksesor Steve jobs ini mengatakan model yang menentukan pada era sekarang ini adalah pembuatan produk dalam satu perusahaan.
""Kekuatan Apple yang dalam tiga kategori keterampilan, memungkinkan Apple untuk mengembangkan iPad,"" tutur pria berkacama itu.
Cook coba menggambarkan bagaimana perangkat yang digadang-gadang sebagai pembunuh iPad, Motorola Xoom. Upaya Xoom gagal mengingat perangkat tersebut dikembangkan oleh dua perusahaan berbeda.
Untuk itu, Cook mengakui, Apple pun tidak akan sukses tanpa kehadiran layanan lain seperti itunes dalam ekosistem mereka, meski piranti keras dan piranti lunak yang ada sudah cukup bagus.
Tak hanya iTunes, keberadaaan Apple App Store juga tidak kalah besar perannya dalam membesarkan iPad. Sebelum Apple merilis iPad, sebagian besar tablet hadir dengan antarmuka pengguna yang buruk, sehingga konsumen tidak mungkin membeli.
Tapi, karena Apple memiliki toko aplikasi di dalamnya, konsumen langsung tertarik dengan semua hal tentang iPad. "
Steve Jobs dan Scott Forstall, dua eksekutif terpenting dalam perjalanan Apple enam tahun terakhir telah tiada. Jobs wafat pada Oktober 2011 silam karena kanker.
Sementara Scott Forstall, orang yang bekerja di balik suksesnya iOS, termasuk iPhone dan iPad, hengkang dari Apple karena disinyalir telah membuat kesalahan ketika mengembangkan aplikasi peta pada Apple.
Apple kini bak perahu layar yang ditinggal nahkoda lama. Lalu, apa yang akan dilakukan salah satu perusahaan tersukses di Amerika ini?
Mengambil panggung pada konferensi Goldman Sachs Technology and Internet di San Francisco, CEO Apple, Tim Cook berbicara tentang keunggulan inovasi Apple dalam industri teknologi.
Ia juga mengungkapkan kenapa Samsung, Amazon, Google dan Microsoft belum bisa bersaing dengan Apple.
Cook mengatakan, keterampilan dan kepemimpinan Apple dalam segala hal menjadi kunci sukses perusahaan asal Amerika Serikat sampai sejauh ini.
""Bulan depan, kami memiliki iPad Mini Retina, kemudian iPhone baru. Dan, pada musim gugur nanti, kami menghadirkan iWatch, juga Apple TV di bulan Desember,"" papar Cook, dilansir Business Insider, Rabu 13 Februari 2013.
""Apple dalam posisi cukup unik, dan dalam pandangan saya Apple tidak tertandingi karena memiliki keterampilan dalam perangkat lunak, perangkat keras, dan layanan,"" jelas dia.
Perusahaan lain, menurutnya, memang memiliki keahlian, tapi tidak memilki ketiga kategori yang dimiliki Apple.
Google dan Microsoft bagus dalam hal perangkat lunak dan layanan, tetapi tidak pada piranti keras. Sedangkan, Samsung merupakan raksasa perusahaan peranti keras, tapi tidak dalam hal perangkat lunak ataupun layanan. Amazon hanya bagus di kategori layanan.
""Kenyataannya, bahwa model yang tumbuh di industri PC, di mana seseorang mengkhususkan diri dalam beberapa hal, model yang ada sekarang tidak bekerja untuk apa yang diinginkan konsumen hari ini,"" jelas Cook.
Pelopor ekosistem
Suksesor Steve jobs ini mengatakan model yang menentukan pada era sekarang ini adalah pembuatan produk dalam satu perusahaan.
""Kekuatan Apple yang dalam tiga kategori keterampilan, memungkinkan Apple untuk mengembangkan iPad,"" tutur pria berkacama itu.
Cook coba menggambarkan bagaimana perangkat yang digadang-gadang sebagai pembunuh iPad, Motorola Xoom. Upaya Xoom gagal mengingat perangkat tersebut dikembangkan oleh dua perusahaan berbeda.
Untuk itu, Cook mengakui, Apple pun tidak akan sukses tanpa kehadiran layanan lain seperti itunes dalam ekosistem mereka, meski piranti keras dan piranti lunak yang ada sudah cukup bagus.
Tak hanya iTunes, keberadaaan Apple App Store juga tidak kalah besar perannya dalam membesarkan iPad. Sebelum Apple merilis iPad, sebagian besar tablet hadir dengan antarmuka pengguna yang buruk, sehingga konsumen tidak mungkin membeli.
Tapi, karena Apple memiliki toko aplikasi di dalamnya, konsumen langsung tertarik dengan semua hal tentang iPad. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





