News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

vimeo
(IANnews.id) Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan tak akan surut dalam memblokir konten negatif, terutama konten berbau pornografi. Belum lama ini, Kominfo memblokir situs berbagi video, Vimeo, bersama dengan ratusan situs yang berbau pornografi.
Namun tak sedikit yang bertanya layanan situs video lain misalnya Youtube masih aktif dan tak diblokir. "Kenapa Youtube nggak diblokir? Karena Youtube punya perwakilan di Indonesia," jelas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Ismail Cawidu, Rabu 14 Mei 2014.
Jika ada konten bermasalah, imbuhnya, Kominfo tinggal melaporkan ke perwakilan Youtube di Indonesia. Sementara itu, Vimeo berpusat di New York, Amerika Serikat, tidak punya perwakilan.
Ismail menambahkan kementerian telah menyurati Vimeo yang isinya memerintahkan mereka menghilangkan konten pornografi. "Kalau sudah diturunkan (konten pornografi), kami buka blokir lagi. Sampai saat ini Vimeo masih kami blokir," tegasnya.
Lebih lanjut Ismail mengatakan Kominfo tak akan mundur menyaring konten pornografi dan konten negatif lainnya. Pasalnya, konten itu berpotensi meracuni generasi muda.
"Mereka yang bisniskan video pornografi sangat untung. Mereka mendapatkan uang dari situ. Konten pornografi tak bisa ditolerir," kata dia.
Sebelumnya, Kominfo merilis hasil verifikasi konten pornografi di situs Vimeo. Hasilnya, ditemukan ribuan konten dewasa. Secara rinci konten itu meliputi kategori art of nakedness berisi 6195 video, beautiful of nakedness berisi 1186 video, nudie cutie ditemukan 7172 video, dan lainnya.
Situs Vimeo telah diblokir sejak akhir pekan lalu setelah mendapatkan aduan dari masyarakat, ungkap Kominfo.
Namun tak sedikit yang bertanya layanan situs video lain misalnya Youtube masih aktif dan tak diblokir. "Kenapa Youtube nggak diblokir? Karena Youtube punya perwakilan di Indonesia," jelas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Ismail Cawidu, Rabu 14 Mei 2014.
Jika ada konten bermasalah, imbuhnya, Kominfo tinggal melaporkan ke perwakilan Youtube di Indonesia. Sementara itu, Vimeo berpusat di New York, Amerika Serikat, tidak punya perwakilan.
Ismail menambahkan kementerian telah menyurati Vimeo yang isinya memerintahkan mereka menghilangkan konten pornografi. "Kalau sudah diturunkan (konten pornografi), kami buka blokir lagi. Sampai saat ini Vimeo masih kami blokir," tegasnya.
Lebih lanjut Ismail mengatakan Kominfo tak akan mundur menyaring konten pornografi dan konten negatif lainnya. Pasalnya, konten itu berpotensi meracuni generasi muda.
"Mereka yang bisniskan video pornografi sangat untung. Mereka mendapatkan uang dari situ. Konten pornografi tak bisa ditolerir," kata dia.
Sebelumnya, Kominfo merilis hasil verifikasi konten pornografi di situs Vimeo. Hasilnya, ditemukan ribuan konten dewasa. Secara rinci konten itu meliputi kategori art of nakedness berisi 6195 video, beautiful of nakedness berisi 1186 video, nudie cutie ditemukan 7172 video, dan lainnya.
Situs Vimeo telah diblokir sejak akhir pekan lalu setelah mendapatkan aduan dari masyarakat, ungkap Kominfo.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





