News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Prihatin dengan ledakan bom yang memporakporandakan ajang maraton di Boston, Amerika Serikat, pada 15 April 2013 waktu setempat, Google merilis aplikasi pencarian khusus untuk mencari orang-orang yang hilang dan menjadi korban insiden peristiwa itu.
CBSnews melansir, 16 April 2013, aplikasi pencari korban itu diberi nama Google Person Finder. Jika menemukan korban, atau sedang mencari korban, pengguna bisa melaporkannya melalui Google Person Finder.
Di dalamnya terdapat dua tombol utama. Seperti pada halaman utama mesin pencarian Google, ada tombol ""I'm looking for someone"" dan ""I have information about someone.""
Aplikasi pencarian ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Google terkait kemanusiaan, dan memungkinkan seseorang untuk memposting juga mencari status orang atau teman yang menjadi korban bencana.
Sampai berita ini dibuat, aplikasi tersebut telah sukses melacak 5.100 orang Boston.
Google Person Finder pertama kali diluncurkan setelah gempa bumi Haiti pada awal Januari 2010 silam.
Forbes melansir, data Google Person Finder menggunakan aplikasi pemprograman antarmuka Person Finder yang berbasis standar terbuka PFIF (People Finder Interchange Format).
Dengan demikian, pengguna bisa membenamkan halaman aplikasi khusus ini ke dalam gadget mereka.
Halaman ini juga memiliki jangkauan waktu pencarian. Untuk itu, pengguna yang membuat halaman khusus ini harus mengatur batas tanggal kumpulan catatan ini. Saat ini, tercatat 800 data pencarian korban maraton Boston."
CBSnews melansir, 16 April 2013, aplikasi pencari korban itu diberi nama Google Person Finder. Jika menemukan korban, atau sedang mencari korban, pengguna bisa melaporkannya melalui Google Person Finder.
Di dalamnya terdapat dua tombol utama. Seperti pada halaman utama mesin pencarian Google, ada tombol ""I'm looking for someone"" dan ""I have information about someone.""
Aplikasi pencarian ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Google terkait kemanusiaan, dan memungkinkan seseorang untuk memposting juga mencari status orang atau teman yang menjadi korban bencana.
Sampai berita ini dibuat, aplikasi tersebut telah sukses melacak 5.100 orang Boston.
Google Person Finder pertama kali diluncurkan setelah gempa bumi Haiti pada awal Januari 2010 silam.
Forbes melansir, data Google Person Finder menggunakan aplikasi pemprograman antarmuka Person Finder yang berbasis standar terbuka PFIF (People Finder Interchange Format).
Dengan demikian, pengguna bisa membenamkan halaman aplikasi khusus ini ke dalam gadget mereka.
Halaman ini juga memiliki jangkauan waktu pencarian. Untuk itu, pengguna yang membuat halaman khusus ini harus mengatur batas tanggal kumpulan catatan ini. Saat ini, tercatat 800 data pencarian korban maraton Boston."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





