News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Letusan Gunung berapi Kilauea, Hawaii
(IANnews.id) Jakarta - Peneliti menemukan satu gunung berapi bawah laut di Pulau Oahu, perairan Hawaii. Gunung berapi itu dinamakan Ka'ena.
Temuan itu menambah daftar gunung berapi di sekitar kawasan tersebut. Sebab sebelumnya sudah ditemukan gunung berapi Wai-anae dan Ko'olau.
Melansir Live Science, Senin 19 Mei 2014, berdasarkan penelitian Geological Society of America Bulletin, meski gunung berapi Ka'ena ditemukan terakhir, namun penelitian menunjukkan Ka'ena merupakan gunung tertua dengan perkiraan terbentuk pada 5 juta tahun lalu.
Usai Ka'ena terbentuk, Wai'anae muncul di punggung Ka'ena dan sampai menyembul ke laut pada 3,9 juta tahun yang lalu. Setelah itu rangkaian gunung dilengkapi dengan munculnya Ko'alau pada 3 juta tahun lalu.
Secara ukuran Ka'ena terpendek dibanding gunung berapi bawah laut lainnya. Ukuran Ka'ena dipengaruhi karena tumbuh pada bawah laut paling dasar. Namun peneliti mengatakan Ka'ena disebutkan pernah menjadi puncak pulau.
Pada 2 juta tahun lalu, gunung berapi di kawasan Oahu mati dan sebagian besar secara perlahan-lahan tenggelam, termasuk menyembunyikan Ka'ena di bawah laut. Untuk memastikan adanya Ka'ena, peneliti butuh waktu puluhan tahun guna mengonfirmasi gunung bawah laut itu.
Peneliti yang termasuk ahli geologi awalnya menaruh curiga dengan struktur dua gunung bawah laut yang sudah ada. Bahkan pengukuran Angkatan Laut AS selama Perang Dunia II, ilmuwan saat itu berpikir punggung gunung Ka'ena dan Wai'anaa yang membentang ke arah barat laut itu merupakan perluasan dari gunung berapi Wai'anae.
"Setelah peta yang lebih baik muncul, gagasan ada kemungkinan ada gunung berapi awal muncul di pikiran kami. itu jelas suatu yang tak biasa," ujar John Sinton, geolog Universitas Hawaii, Manoa yang juga pemimpin studi tersebut.
Guna sampai pada kesimpulan temuan itu, Sinton bersama tim membedakan gunung berapi dengan analisis sampel batuan dan pemetaan rinci benjolan pada dasar laut. Disebutkan lava setiap gunung berapi secara kimiawi berbeda dan menunjukkan usia yang berbeda. Survei gravitasi menunjukkan berbagai memiliki sumber yang unik.
Kepulauan Hawaii selama ini memang dikenal sebagai memiliki beberapa titik gunung berapi.
Namun ada satu misteri gunung berapi Ka'ena yang tidak dapat dipecahkan sejauh ini. Sinton mengatakan, tim peneliti pernah menemukan sumber letusan bawah laut misterius pada 1965 di lepas pantai Oahu. Namun para ilmuwan tak menemukan ladang lava muda yang meletus kira-kira 300-400 ribu tahun lalu di sisi selatan.
Temuan itu menambah daftar gunung berapi di sekitar kawasan tersebut. Sebab sebelumnya sudah ditemukan gunung berapi Wai-anae dan Ko'olau.
Melansir Live Science, Senin 19 Mei 2014, berdasarkan penelitian Geological Society of America Bulletin, meski gunung berapi Ka'ena ditemukan terakhir, namun penelitian menunjukkan Ka'ena merupakan gunung tertua dengan perkiraan terbentuk pada 5 juta tahun lalu.
Usai Ka'ena terbentuk, Wai'anae muncul di punggung Ka'ena dan sampai menyembul ke laut pada 3,9 juta tahun yang lalu. Setelah itu rangkaian gunung dilengkapi dengan munculnya Ko'alau pada 3 juta tahun lalu.
Secara ukuran Ka'ena terpendek dibanding gunung berapi bawah laut lainnya. Ukuran Ka'ena dipengaruhi karena tumbuh pada bawah laut paling dasar. Namun peneliti mengatakan Ka'ena disebutkan pernah menjadi puncak pulau.
Pada 2 juta tahun lalu, gunung berapi di kawasan Oahu mati dan sebagian besar secara perlahan-lahan tenggelam, termasuk menyembunyikan Ka'ena di bawah laut. Untuk memastikan adanya Ka'ena, peneliti butuh waktu puluhan tahun guna mengonfirmasi gunung bawah laut itu.
Peneliti yang termasuk ahli geologi awalnya menaruh curiga dengan struktur dua gunung bawah laut yang sudah ada. Bahkan pengukuran Angkatan Laut AS selama Perang Dunia II, ilmuwan saat itu berpikir punggung gunung Ka'ena dan Wai'anaa yang membentang ke arah barat laut itu merupakan perluasan dari gunung berapi Wai'anae.
"Setelah peta yang lebih baik muncul, gagasan ada kemungkinan ada gunung berapi awal muncul di pikiran kami. itu jelas suatu yang tak biasa," ujar John Sinton, geolog Universitas Hawaii, Manoa yang juga pemimpin studi tersebut.
Guna sampai pada kesimpulan temuan itu, Sinton bersama tim membedakan gunung berapi dengan analisis sampel batuan dan pemetaan rinci benjolan pada dasar laut. Disebutkan lava setiap gunung berapi secara kimiawi berbeda dan menunjukkan usia yang berbeda. Survei gravitasi menunjukkan berbagai memiliki sumber yang unik.
Kepulauan Hawaii selama ini memang dikenal sebagai memiliki beberapa titik gunung berapi.
Namun ada satu misteri gunung berapi Ka'ena yang tidak dapat dipecahkan sejauh ini. Sinton mengatakan, tim peneliti pernah menemukan sumber letusan bawah laut misterius pada 1965 di lepas pantai Oahu. Namun para ilmuwan tak menemukan ladang lava muda yang meletus kira-kira 300-400 ribu tahun lalu di sisi selatan.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





