News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Techno
Diakuisisi Microsoft, Jajaran Eksekutif Nokia Sedih
Jumat,2013-09-06,14:09:02

Dua eksekutif Nokia meluncurkan Lumia 925 | (extremetech.com)
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Beberapa jam setelah Nokia menyerahkan aset dan bisnis perangkat ponsel ke Microsoft, muncul respons keprihatinan dari eksekutif Nokia, karena kehilangan tempat dan atmosfer kerja perusahaan yang telah mempekerjakan mereka selama bertahun-tahun.
Dilansir The Verge, 4 September 2013, kondisi bertambah emosional mengingat Microsoft akan memangkas biaya operasional US$600 juta, setara Rp 6,6 triliun, per tahun dalam 18 bulan pertama sejak diakuisisi.
Meski perusahaan besutan Bill Gates itu berkomitmen menjaga basis operasi ponsel di markas pusat Nokia di Finlandia, tapi situasi ini tetap membuat mantan karyawan Nokia pilu.
Seperti kicauan Marc Kleinmaier, Kepala Ekosistem Operator Nokia Amerika Utara di Twitter. Ia menyinggung ketidakpastian masa depan pekerjaannya nanti meski ia sudah menjadi karyawan Microsoft secara otomatis.
Ungkapan lain juga disampaikan John Kneeland, Manajer Proyek Pengembangan Nokia. Dia begitu emosional menanggapi akuisisi itu.
"Terlepas apakah langkah Microsoft ini adalah yang terbaik. Tapi sekarang adalah momen emosional bagi kami semua di Nokia," demikian tweet Kneeland.
Tak ketinggalan, Damian Dinning, mantan Kepala Unit Imaging Nokia. Ia mencoba menguatkan hati menanggapi peralihan Nokia ke Microsoft.
"Mencoba memahami berita pagi ini, campuran emosi berjalan melalui kepala saya serta berbagai teori konspirasi selama beberapa tahun," ujar Dinning via Twitter.
Sedangkan mantan manajer Nokia Academy, Dave Trevakus menempatkan akuisisi ini dalam konteks posisi Nokia yang terjun bebas dalam beberapa tahun terakhir.
"Kesepakatan Nokia dan Microsoft bernilai kurang dibandingkan kesepakatan Nokia dan Navteq lima tahun silam," demikian tweet Trevaskus.
Ia menilai nilai akusisi ini sangat relatif, bila dibandingkan akuisisi Motorola oleh Google beberapa tahun silam.
Sementara mantan Kepala Media Sosial Nokia untuk Amerika Utara, Phil Schwarzmann menilai Microsoft sangat beruntung dapat memiliki aset Nokia, yang kokoh sebagai produsen ponsel selama bertahun-tahun.
"Baik, Microsoft. Anda baru saja membeli satu merek terkeren yang pernah ada. Saya tak menyalahkan langkah Anda," ujarnya.
Dilansir The Verge, 4 September 2013, kondisi bertambah emosional mengingat Microsoft akan memangkas biaya operasional US$600 juta, setara Rp 6,6 triliun, per tahun dalam 18 bulan pertama sejak diakuisisi.
Meski perusahaan besutan Bill Gates itu berkomitmen menjaga basis operasi ponsel di markas pusat Nokia di Finlandia, tapi situasi ini tetap membuat mantan karyawan Nokia pilu.
Seperti kicauan Marc Kleinmaier, Kepala Ekosistem Operator Nokia Amerika Utara di Twitter. Ia menyinggung ketidakpastian masa depan pekerjaannya nanti meski ia sudah menjadi karyawan Microsoft secara otomatis.
Ungkapan lain juga disampaikan John Kneeland, Manajer Proyek Pengembangan Nokia. Dia begitu emosional menanggapi akuisisi itu.
"Terlepas apakah langkah Microsoft ini adalah yang terbaik. Tapi sekarang adalah momen emosional bagi kami semua di Nokia," demikian tweet Kneeland.
Tak ketinggalan, Damian Dinning, mantan Kepala Unit Imaging Nokia. Ia mencoba menguatkan hati menanggapi peralihan Nokia ke Microsoft.
"Mencoba memahami berita pagi ini, campuran emosi berjalan melalui kepala saya serta berbagai teori konspirasi selama beberapa tahun," ujar Dinning via Twitter.
Sedangkan mantan manajer Nokia Academy, Dave Trevakus menempatkan akuisisi ini dalam konteks posisi Nokia yang terjun bebas dalam beberapa tahun terakhir.
"Kesepakatan Nokia dan Microsoft bernilai kurang dibandingkan kesepakatan Nokia dan Navteq lima tahun silam," demikian tweet Trevaskus.
Ia menilai nilai akusisi ini sangat relatif, bila dibandingkan akuisisi Motorola oleh Google beberapa tahun silam.
Sementara mantan Kepala Media Sosial Nokia untuk Amerika Utara, Phil Schwarzmann menilai Microsoft sangat beruntung dapat memiliki aset Nokia, yang kokoh sebagai produsen ponsel selama bertahun-tahun.
"Baik, Microsoft. Anda baru saja membeli satu merek terkeren yang pernah ada. Saya tak menyalahkan langkah Anda," ujarnya.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





