News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pecahan meteorit yang menghantam wilayah Ural, Rusia, pada Jumat pekan lalu, menarik minat banyak orang. Saat ini, serpihan kecil meteorit itu mungkin akan lebih berharga dari emas.
Para kolektor batu meteorit dan ilmuwan bersama-sama memburu potongan-potongan batu meteorit yang tersisa di sekitar lokasi jatuhnya meteor, di kota Chelyabinsk.
Menurut beberapa peneliti, meteor yang meledak terbelah menjadi tujuh potongan besar dan ratusan potongan kecil. Salah satu fragmen besar jatuh ke Danau Chebarkul dan membentuk sebuah lubang es seluas delapan meter.
""Sejumlah kolektor rela membayar mahal untuk batu-batu itu,"" kata Dmitry Kachkalin, Anggota Russian Society of Amateur Meteorite Lovers, dilansir Foxnews, 19 Februari 2013.
Ia menjelaskan, sulit menghargai batu meteorit itu. Makin sedikit batu meteorit yang ditemukan, maka harganya semakin mahal. ""Saya memperkirakan harga batuan itu bisa mencapai US$2.200 (setara Rp21 juta-an) per gram, empat kali lebih mahal dari harga emas,"" ujar Kachkalin.
Pada hari Senin kemarin, 18 Februari 2013, beberapa ilmuwan Rusia telah menemukan 53 serpihan kecil dari batu meteorit di Danau Chebarkul. Ukuran rata-rata dari batuan meteorit itu hanya 0,2 inci, atau setengah centimeter.
""Kami menemukan jejak dari batu meteorit itu di Danau Chebarkul. Terlihat dari batu-batu yang ada kerak bekas lelehan,"" kata Viktor Grokhovsky, anggota Russian Academy of Science.
Setelah diteliti, serpihan meteorit yang jatuh pada Jumat lalu terdiri dari 10 persen besi. Sementara di meteorit lain terdapat kandungan kecil dari platina dan emas. ""Tapi, pemburu meteor tidak peduli, apapun kandungan dari serpihan kecil batuan meteor itu dianggap tak ternilai harganya,"" kata Grokhovsky.
Dijual Online
Seperti diberitakan laman Internasional Business Times, 19 Februari 2013, 10 jam setelah meteorit jatuh di Kota Chelyabinsk, banyak warga setempat yang menjual batu meteorit di situs online terkenal di Rusia, Avito.ru.
![]()
Di situs tersebut, ada seorang pengguna bernama Andrew yang menjual 18 potong batuan meteorit. Ia menjualnya masing-masing seharga 500 rubel atau setara Rp160 ribu.
Cukup murah dibandingkan pengguna lain, mengaku bernama Sergey. Dia menjual batu luar angkasa itu seharga 300 ribu rubel, atau setara Rp9,6 juta, per potong. ""Sepotong meteor ini untuk dijual, ini baru saya temukan,"" kata dia di situs Avito.ru, dengan foto dirinya memegang sebuah batu."
Para kolektor batu meteorit dan ilmuwan bersama-sama memburu potongan-potongan batu meteorit yang tersisa di sekitar lokasi jatuhnya meteor, di kota Chelyabinsk.
Menurut beberapa peneliti, meteor yang meledak terbelah menjadi tujuh potongan besar dan ratusan potongan kecil. Salah satu fragmen besar jatuh ke Danau Chebarkul dan membentuk sebuah lubang es seluas delapan meter.
""Sejumlah kolektor rela membayar mahal untuk batu-batu itu,"" kata Dmitry Kachkalin, Anggota Russian Society of Amateur Meteorite Lovers, dilansir Foxnews, 19 Februari 2013.
Ia menjelaskan, sulit menghargai batu meteorit itu. Makin sedikit batu meteorit yang ditemukan, maka harganya semakin mahal. ""Saya memperkirakan harga batuan itu bisa mencapai US$2.200 (setara Rp21 juta-an) per gram, empat kali lebih mahal dari harga emas,"" ujar Kachkalin.
Pada hari Senin kemarin, 18 Februari 2013, beberapa ilmuwan Rusia telah menemukan 53 serpihan kecil dari batu meteorit di Danau Chebarkul. Ukuran rata-rata dari batuan meteorit itu hanya 0,2 inci, atau setengah centimeter.
""Kami menemukan jejak dari batu meteorit itu di Danau Chebarkul. Terlihat dari batu-batu yang ada kerak bekas lelehan,"" kata Viktor Grokhovsky, anggota Russian Academy of Science.
Setelah diteliti, serpihan meteorit yang jatuh pada Jumat lalu terdiri dari 10 persen besi. Sementara di meteorit lain terdapat kandungan kecil dari platina dan emas. ""Tapi, pemburu meteor tidak peduli, apapun kandungan dari serpihan kecil batuan meteor itu dianggap tak ternilai harganya,"" kata Grokhovsky.
Dijual Online
Seperti diberitakan laman Internasional Business Times, 19 Februari 2013, 10 jam setelah meteorit jatuh di Kota Chelyabinsk, banyak warga setempat yang menjual batu meteorit di situs online terkenal di Rusia, Avito.ru.
Di situs tersebut, ada seorang pengguna bernama Andrew yang menjual 18 potong batuan meteorit. Ia menjualnya masing-masing seharga 500 rubel atau setara Rp160 ribu.
Cukup murah dibandingkan pengguna lain, mengaku bernama Sergey. Dia menjual batu luar angkasa itu seharga 300 ribu rubel, atau setara Rp9,6 juta, per potong. ""Sepotong meteor ini untuk dijual, ini baru saya temukan,"" kata dia di situs Avito.ru, dengan foto dirinya memegang sebuah batu."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





