News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Apollo 11 adalah misi pertama mendaratkan manusia ke bulan. Misi yang dikomandani oleh Neil Armstrong itu berhasil mendarat pada 20 Juli 1969. Armstrong pun menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan.
Misi Apollo 11 bukan misi sembarangan. Para awaknya telah mengumpulkan sampel-sampel debu di bulan untuk diteliti di bumi.
Dilansir Fox News, Minggu, 26 Mei 2013, sampel-sampel debu yang dibawa oleh orang pertama yang pergi ke bulan telah ditemukan di dalam gudang laboratorium di California, AS, selama 40 tahun tanpa diketahui oleh siapapun.
""Kami tak tahu siapa yang membawa sampel dan kapan sampel itu dibawa ke laboratorium,"" kata Nelson, penemu sampel misi Apollo 11.
Sampel-sampel itu terdiri dari 20 botol dan bertuliskan '24 Juli 1970'. Semua botol vakum itu masih tersegel secara rapi.
""Selain botol-botol sampel, saya juga menemukan makalah yang terbitkan Konferensi Sains Lunar ke dua pada tahun 1971, berjudul ""Studi senyawa karbon di misi Apollo 11 dan 12,"" ungkap Nelson.
Penemuan sampel-sampel itu telah dilaporkan ke Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), untuk dilakukan pengecekan kebenarannya.
Menurut Ryan Zeigler, Kurator Sample Apollo NASA, banyak pejabat-pejabat NASA yang kaget dengan temuan sampel itu.
""Seharusnya debu-debu dari bulan itu dikirim kembali ke NASA setelah dilakukan pengecekan di Space Sciences Laboratory,"" kata Zeigler.
Ia menjelaskan, penelitian terhadap sampel-sampel memang memakan waktu yang lama. Sepertinya ada kesalahan prosedur setelah selesai melakukan penelitian, sehingga sampel itu masih berada di laboratorium.
""Sampel dari Apollo 11 merupakan sampel yang sangat menarik. NASA akan meneliti sampel itu untuk kepentingan rencana mengeksplorasi bulan,"" ujar Zeigler. "
Misi Apollo 11 bukan misi sembarangan. Para awaknya telah mengumpulkan sampel-sampel debu di bulan untuk diteliti di bumi.
Dilansir Fox News, Minggu, 26 Mei 2013, sampel-sampel debu yang dibawa oleh orang pertama yang pergi ke bulan telah ditemukan di dalam gudang laboratorium di California, AS, selama 40 tahun tanpa diketahui oleh siapapun.
""Kami tak tahu siapa yang membawa sampel dan kapan sampel itu dibawa ke laboratorium,"" kata Nelson, penemu sampel misi Apollo 11.
Sampel-sampel itu terdiri dari 20 botol dan bertuliskan '24 Juli 1970'. Semua botol vakum itu masih tersegel secara rapi.
""Selain botol-botol sampel, saya juga menemukan makalah yang terbitkan Konferensi Sains Lunar ke dua pada tahun 1971, berjudul ""Studi senyawa karbon di misi Apollo 11 dan 12,"" ungkap Nelson.
Penemuan sampel-sampel itu telah dilaporkan ke Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), untuk dilakukan pengecekan kebenarannya.
Menurut Ryan Zeigler, Kurator Sample Apollo NASA, banyak pejabat-pejabat NASA yang kaget dengan temuan sampel itu.
""Seharusnya debu-debu dari bulan itu dikirim kembali ke NASA setelah dilakukan pengecekan di Space Sciences Laboratory,"" kata Zeigler.
Ia menjelaskan, penelitian terhadap sampel-sampel memang memakan waktu yang lama. Sepertinya ada kesalahan prosedur setelah selesai melakukan penelitian, sehingga sampel itu masih berada di laboratorium.
""Sampel dari Apollo 11 merupakan sampel yang sangat menarik. NASA akan meneliti sampel itu untuk kepentingan rencana mengeksplorasi bulan,"" ujar Zeigler. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





