Indonesia Archipelago National Network - IANNnews.com

Techno



Cara Twitter Tolong Warga Miskin Kota

Rabu,2014-05-14,11:56:37
Twitter
(IANnews.id) Jakarta - Perusahaan teknologi dunia punya cara untuk berbagi dengan masyarakat miskin. Perusahaan tak hanya sibuk berbisnis dan mengejar keuntungan saja, tapi juga memikirkan masalah sosial yang terjadi. Terutama di sekitar markas perusahaan.

Seperti yang dilakukan Twitter. Bermitra dengan perusahaan nirlaba, Compass Family Services, keduanya merancang pusat belajar yang melayani keluarga tunawisma di San Francisco, Amerika Serikat.

Program pemberdayaan yang bernama Twitter Neighborhood Nest bakal mengajarkan keterampilan teknologi ke beberapa warga termiskin di kota itu. Harapannya, warga dapat lebih sejahtera.

Guna menggelar program itu, Twitter menggelontorkan dana US$1 juta setara Rp11,5 miliar.

Seperti dilansir SFGate, Rabu 14 Mei 2014, Twitter mengakui langkah pemberdayaan itu bukan sebuah gerakan filantropi, tapi memang sebuah kewajiban perusahaan.

"Compass merupakan sumber yang tak ternilai bagi masyarakat dan saya sangat terkesan dengan keberhasilan mereka memandirikan keluarga mereka," ujar CEO Twitter, Dick Costolo.

Meski sebagai kota markas beberapa perusahaan teknologi, tapi dengan biaya hidup yang tinggi, kota San Fransisco masih banyak pengangguran.

Untungnya, perusahaan teknologi turut bergerak  membantu problem sosial itu. Berkat gerakan sosial perusahaan teknologi tingkat pengangguran di kota itu menurun pada tingkat rata-rata 4,8 persen atau satu dari lima warga San Francisco saat ini hidup dalam kemiskinan.

Kemitraan sosial itu juga ditempuh agar perusahaan teknologi tak meninggalkan San Francisco, yang ingin menghindari pajak gaji dari pemerintah.

Untuk itu, dalam sebuah peraturan, jika perusahaan berkontribusi bagi warga miskin di kota itu, maka perusahaan itu bakal bebas dari pajak selama enam tahun ke depan.

Sementara program sosial Twitter itu belum dihitung dalam program insentif keringanan pajak. Program situs mikroblogging itu dihitung untuk tahun depan.

Bekali teknologi dasar

Pada kemitraan itu, Twitter membangun pusat belajar beserta fasilitasnya. Twitter mendonasikan 81 komputer kepada Compass Family Services dan perusahaan akan memberi dukungan teknis kepada lembaga itu.

Wakil Presiden Kebijakan Publik Global Twitter, Colin Crowell menyatakan pusat belajar diharapkan dapat menampung 30 warga miskin dalam tiap ruang dengan dilengkapi komputer. Ruang itu mencakup ruang tunggu informal, dapur kecil, area anak-anak, maupun ruangan untuk remaja.

Karyawan Twitter disebutkan akan dikerahkan secara sukarela untuk mengajar lokakarya pendidikan bagi orang tua dan anak-anak.

Dalam pusat belajar itu, warga miskin memang tak diajari coding pemrograman. warga diajari keterampilan dasar teknologi, diantaranya cara mengakses layanan pemerintah dan bagaimana melamar pekerjaan secara online.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 80 persen perusahaan top dunia mengharapkan lamaran disampaikan secara online.

Twitter mengakui pemberdayaan itu bukan merupakan solusi langsung atas kebutuhan hunian terjangkau bagi warga. Tapi setidaknya program pemberdayaan keterampilan teknologi sangat bermanfaat bagi modal untuk menopang kehidupan.
Lihat Juga Lowongan Kerja Terbaru:
jobs-to-success
GFS
REAFO
REAFO