News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id)
Iannews-Jakarta. Gerhana bulan akan muncul pada Rabu, 17 Juli 2019. Namun, fenomena ini hanya bisa diamati pada dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB).
Seperti yang dilansir dari situs timeanddate, gerhana bulan yang terjadi pada 17 Juli ini merupakan yang terakhir dalam tahun 2019. Fenomena gerhana ini akan bisa diamati dari Australia, Afrika, Amerika Selatan, beberapa bagian Eropa, dan Asia.
Sedangkan di Indonesia, fenomena ini bisa terlihat dari bagian wilayah Indonesia barat dan tengah. Fenomena ini bisa diamati dari wilayah Jakarta pada waktu dini hari.
Gerhana bulan ini bisa dilihat dari segala sisi, dengan syarat langit dalam kondisi cerah. Dari beberapa titik, gerhana bulan akan nampak penuh. Sementara di titik lain, gerhana akan nampak sebagian saja.
Masih merujuk pada situs timeanddate, total durasi terjadinya gerhana bulan diperkirakan mencapai 5 jam 34 menit. Berikut ini jadwal proses gerhana bulan 17 Juli, yang akan terjadi pada dini hari nanti:
Gerhana bulan penumbra (bayangan kabur) 01:43 WIB
Gerhana bulan parsial (gerhana sebagian) 03:01 WIB
Gerhana bulan maksimal/penuh 04:30 WIB
Gerhana bulan pasial akhir 05:59 WIB
(rdp/imk)
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





