News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Banjir merendam sebagian besar wilayah Jakarta. Keberadaan layanan telekomunikasi sebagai alat komunikasi vital menjadi sangat penting. Untuk layanan telekomunikasi nirkabel, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan masih berjalan normal, terutama di kawasan yang terendam air.
Hal itu disampaikan Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, kepada IANNnews, Kamis 17 Januari 2013.
""Di saat bencana seperti ini, layanan telekomunikasi menjadi sangat penting bagi warga, terutama mereka yang menjadi korban. Sebab itu, kualitas layanan menjadi perhatian kami,"" ujar Gatot.
""Berdasarkan laporan yang masuk, sampai saat ini, tidak ada masalah terkait telekomunikasi, baik gangguan jaringan, putusnya daya listrik yang memasok BTS, dan sebagainya,"" jelas dia.
Gatot mengatakan, terdapat tiga imbauan penting Kemenkominfo kepada para penyelenggara telekomunikasi untuk mengantisipasi bencana banjir, seperti yang terjadi di Jakarta saat ini.
Pertama, para penyelenggara telekomunikasi termasuk operator harus terus mengawasi Sentra Telepon Otomat (STO) yang ada di wilayah banjir. ""Mereka harus menyediakan back-up system agar layanan telekomunikasi tidak ikut lumpuh,"" terang Gatot.
Kedua, para penyelenggara telekomunikasi termasuk operator harus mempunyai energi cadangan, sebab daya listrik yang dipasok oleh negara bisa saja tiba-tiba mati. Ini bisa menyebabkan matinya seluruh jaringan nirkabel di kawasan setempat.
Ketiga, isu komunikasi menjadi isu utama yang kerap diperhatikan di kala masyarakat terkena musibah. Karena itu, Gatot menuturkan, operator diimbau untuk memprioritaskan kualitas jaringan terlebih dulu di atas kepentingan lainnya."
Hal itu disampaikan Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, kepada IANNnews, Kamis 17 Januari 2013.
""Di saat bencana seperti ini, layanan telekomunikasi menjadi sangat penting bagi warga, terutama mereka yang menjadi korban. Sebab itu, kualitas layanan menjadi perhatian kami,"" ujar Gatot.
""Berdasarkan laporan yang masuk, sampai saat ini, tidak ada masalah terkait telekomunikasi, baik gangguan jaringan, putusnya daya listrik yang memasok BTS, dan sebagainya,"" jelas dia.
Gatot mengatakan, terdapat tiga imbauan penting Kemenkominfo kepada para penyelenggara telekomunikasi untuk mengantisipasi bencana banjir, seperti yang terjadi di Jakarta saat ini.
Pertama, para penyelenggara telekomunikasi termasuk operator harus terus mengawasi Sentra Telepon Otomat (STO) yang ada di wilayah banjir. ""Mereka harus menyediakan back-up system agar layanan telekomunikasi tidak ikut lumpuh,"" terang Gatot.
Kedua, para penyelenggara telekomunikasi termasuk operator harus mempunyai energi cadangan, sebab daya listrik yang dipasok oleh negara bisa saja tiba-tiba mati. Ini bisa menyebabkan matinya seluruh jaringan nirkabel di kawasan setempat.
Ketiga, isu komunikasi menjadi isu utama yang kerap diperhatikan di kala masyarakat terkena musibah. Karena itu, Gatot menuturkan, operator diimbau untuk memprioritaskan kualitas jaringan terlebih dulu di atas kepentingan lainnya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





