News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Warna-warni atribut kampanye Pemilu 2014
(IANnews.id) Jakarta - Lembaga Klimatologi Politik (LKP) merilis hasil survei nasional tentang elektabilitas partai politik di kalangan pemilih pemula, Selasa 1 April 2014.
Hasilnya menunjukkan, Partai Golkar adalah partai peserta pemilu yang paling diminati oleh pemilih pemula.
"Dari hasil analisis cross-tabulation LKP, jika pemilu dilaksanakan saat ini (ketika survei dilakukan) pemilih pemula mengaku akan memilih Golkar, yakni 22,9 persen," kata CEO Lembaga Klimatologi Politik, Usman Rachman, di Jakarta.
PDI Perjuangan berada di urutan kedua sebesar, 20,4 persen. Partai Gerindra di posisi ketiga 15,6 persen, kemudian disusul Partai Hanura 8,4 persen, Demokrat 6,1 persen, PAN 5,4 persen, PKB 4,8 persen, PKS 4,2 persen, PPP 3,6 persen, Nasdem 3,6 persen dan PBB 1,2 persen.
"Pemilih pemula cenderung lebih menyukai partai-partai nasionalis daripada partai-partai berbasis Islam," katanya.
Pemilih pemula dalam kategori survei kali ini berusia 16 hingga 21 tahun, atau yang pertama kali memiliki hak pilih dalam pemilu. Pemilih pemula pada umumnya masih berstatus pelajar SLTA atau mahasiswa program diploma dan S1, meski banyak pula di antara mereka yang tidak bersekolah.
Menurut Usman, sebanyak 77 persen responden yang memiliki hak pilih kategori pemilih pemula ini lebih memilih partai-partai nasionalis. Sedangkan yang mengaku akan memilih partai-partai berbasis Islam hanya 19,2 persen dan sebanyak 3,8 persen menjawab tidak tahu.
Dari hasil wawancara mendalam para peneliti LKP ditenggarai hampir semua partai berbasis Islam dinilai cenderung bersifat konservatif. Mereka melihat partai Islam kurang aktif bersosialisasi untuk mendekati anak muda dan tidak pernah berada di posisi paling depan dalam menawarkan ide-ide perubahan.
"Selain itu, partai-partai Islam juga dikesankan sebagai partai 'Kaum Sarungan' yang di mata anak muda dianggap kurang gaul," kata Usman.
Survei LKP dilaksanakan 16 hingga 26 Maret 2014 di 34 Provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1240 responden melalui teknik multi-stage random sampling.
Margin of error dari survei ini ± 2,8 persen dan level of confidence 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan responden berpedoman kuesioner.
Hasilnya menunjukkan, Partai Golkar adalah partai peserta pemilu yang paling diminati oleh pemilih pemula.
"Dari hasil analisis cross-tabulation LKP, jika pemilu dilaksanakan saat ini (ketika survei dilakukan) pemilih pemula mengaku akan memilih Golkar, yakni 22,9 persen," kata CEO Lembaga Klimatologi Politik, Usman Rachman, di Jakarta.
PDI Perjuangan berada di urutan kedua sebesar, 20,4 persen. Partai Gerindra di posisi ketiga 15,6 persen, kemudian disusul Partai Hanura 8,4 persen, Demokrat 6,1 persen, PAN 5,4 persen, PKB 4,8 persen, PKS 4,2 persen, PPP 3,6 persen, Nasdem 3,6 persen dan PBB 1,2 persen.
"Pemilih pemula cenderung lebih menyukai partai-partai nasionalis daripada partai-partai berbasis Islam," katanya.
Pemilih pemula dalam kategori survei kali ini berusia 16 hingga 21 tahun, atau yang pertama kali memiliki hak pilih dalam pemilu. Pemilih pemula pada umumnya masih berstatus pelajar SLTA atau mahasiswa program diploma dan S1, meski banyak pula di antara mereka yang tidak bersekolah.
Menurut Usman, sebanyak 77 persen responden yang memiliki hak pilih kategori pemilih pemula ini lebih memilih partai-partai nasionalis. Sedangkan yang mengaku akan memilih partai-partai berbasis Islam hanya 19,2 persen dan sebanyak 3,8 persen menjawab tidak tahu.
Dari hasil wawancara mendalam para peneliti LKP ditenggarai hampir semua partai berbasis Islam dinilai cenderung bersifat konservatif. Mereka melihat partai Islam kurang aktif bersosialisasi untuk mendekati anak muda dan tidak pernah berada di posisi paling depan dalam menawarkan ide-ide perubahan.
"Selain itu, partai-partai Islam juga dikesankan sebagai partai 'Kaum Sarungan' yang di mata anak muda dianggap kurang gaul," kata Usman.
Survei LKP dilaksanakan 16 hingga 26 Maret 2014 di 34 Provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1240 responden melalui teknik multi-stage random sampling.
Margin of error dari survei ini ± 2,8 persen dan level of confidence 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan responden berpedoman kuesioner.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





