News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Peneliti India Ungkap Teka Teki Seks Oral Kelelawar
Kamis,2013-04-04,08:43:50
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tim peneliti di India menemukan perilaku seks unik dari sebuah kelelawar. Teka teki kenapa kelelawar jantan melakukan seks oral kepada kelelawar betina terjawab sudah. Menurut peneliti, tujuannya agar hubungan seks berlangsung lebih lama.
Temuan tersebut sesuai dengan studi sebelumnya yang mengungkapkan kelelawar betina melakukan seks oral pada kelelawar jantan.
Dilansir Live Science, 4 April 2013, para peneliti menganalisis koloni sekitar 420 kelelawar raksasa jenis Pteropus giganteus, yang bersarang di sebuah pohon desa di perkampungan Nallachampatti, India Selatan.
Selama 13 bulan, dengan memanfaatkan teropong dan kamera video, peneliti menyaksikan 57 aktivitas seks, baik seks oral maupun seks biasa.
""Selain manusia, kelelawar juga menunjukkan seks oral sebagai perilaku cumbu,"" kata Ganapathy Marimuthu, seorang peneliti kelelawar di Madurai Kamaraj University, India.
Hubungan seks kelelawar terungkap. Diawali dengan kelelawar jantan yang ereksi sebelum mendekati sang betina. Kemudian saat sang jantan merangsang dengan sayapnya, sang betina berpindah tempat, sang jantan pun mengikutinya.
Saat betina berhenti bergerak, kelelawar jantan mulai menjilati vagina betina (cunnilingus). Proses ""pemanasan"" ini, kata peneliti, membantu membangkitkan rangsangan dan melumasi kelelawar betina.
Peneliti mengungkapkan, proses cunnilingus biasanya berlangsung sekitar 50 detik. Selanjutnya, kelelawar laki-laki menunggangi betina selama 10 sampai 20 detik, dan kemudian kembali melakukan cunnilingus selama 94-188 detik.
Dari proses itu, peneliti menemukan semakin lama proses seks oral, maka waktu kawin semakin panjang.
""Ada kemungkinan bahwa kawin yang lama memungkinkan mobilitas sperma yang memperbesar kemungkinan pembuahan,"" kata Marimuthu.
Uniknya, terungkap juga bahwa seks oral kelelawar jantan bertujuan untuk membersihkan sperma dari kelelawar jantan lain.
""Dalam konteks ini, cunnilingus akan menjadi adaptasi yang salah setelah kawin, karena ada risiko mengeluarkan sperma kelelawar jantan sendiri,"" tulis para peneliti.
Marimuthu menegaskan, spesies kelelawar yang melakukan seks oral antara jantan kepada betina dan sebaliknya, adalah kelelawar buah. Tapi, menurutnya, tidak menutup kemungkinan spesies kelelawar lain juga berperilaku serupa.
Penelitian yang dilakukan oleh Marimuthu dan Jayabalan Maruthupandian, yang juga dari Madurai Kamaraj University ini telah dirinci dalam jurnal Online PLoS ONE edisi 28 Maret. "
Temuan tersebut sesuai dengan studi sebelumnya yang mengungkapkan kelelawar betina melakukan seks oral pada kelelawar jantan.
Dilansir Live Science, 4 April 2013, para peneliti menganalisis koloni sekitar 420 kelelawar raksasa jenis Pteropus giganteus, yang bersarang di sebuah pohon desa di perkampungan Nallachampatti, India Selatan.
Selama 13 bulan, dengan memanfaatkan teropong dan kamera video, peneliti menyaksikan 57 aktivitas seks, baik seks oral maupun seks biasa.
""Selain manusia, kelelawar juga menunjukkan seks oral sebagai perilaku cumbu,"" kata Ganapathy Marimuthu, seorang peneliti kelelawar di Madurai Kamaraj University, India.
Hubungan seks kelelawar terungkap. Diawali dengan kelelawar jantan yang ereksi sebelum mendekati sang betina. Kemudian saat sang jantan merangsang dengan sayapnya, sang betina berpindah tempat, sang jantan pun mengikutinya.
Saat betina berhenti bergerak, kelelawar jantan mulai menjilati vagina betina (cunnilingus). Proses ""pemanasan"" ini, kata peneliti, membantu membangkitkan rangsangan dan melumasi kelelawar betina.
Peneliti mengungkapkan, proses cunnilingus biasanya berlangsung sekitar 50 detik. Selanjutnya, kelelawar laki-laki menunggangi betina selama 10 sampai 20 detik, dan kemudian kembali melakukan cunnilingus selama 94-188 detik.
Dari proses itu, peneliti menemukan semakin lama proses seks oral, maka waktu kawin semakin panjang.
""Ada kemungkinan bahwa kawin yang lama memungkinkan mobilitas sperma yang memperbesar kemungkinan pembuahan,"" kata Marimuthu.
Uniknya, terungkap juga bahwa seks oral kelelawar jantan bertujuan untuk membersihkan sperma dari kelelawar jantan lain.
""Dalam konteks ini, cunnilingus akan menjadi adaptasi yang salah setelah kawin, karena ada risiko mengeluarkan sperma kelelawar jantan sendiri,"" tulis para peneliti.
Marimuthu menegaskan, spesies kelelawar yang melakukan seks oral antara jantan kepada betina dan sebaliknya, adalah kelelawar buah. Tapi, menurutnya, tidak menutup kemungkinan spesies kelelawar lain juga berperilaku serupa.
Penelitian yang dilakukan oleh Marimuthu dan Jayabalan Maruthupandian, yang juga dari Madurai Kamaraj University ini telah dirinci dalam jurnal Online PLoS ONE edisi 28 Maret. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





