News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Microsoft Resmi Hadirkan Surface Pro
Rabu,2013-04-03,15:49:39
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Saat dua raksasa perusahaan teknologi, Google dan Apple, sedang menghadapi masalah di China, Microsoft malah memasarkan produk teknologinya dengan mulus.
Dilansir dari International Business Times, Rabu 3 April 2013, perusahaan yang didirikan Bill Gates itu mengumumkan ketersediaan resmi tablet andalannya, Surface Pro di Negeri Tirai Bambu itu.
China menjadi negara pertama yang memasarkan Surface Pro di luar pasar Amerika Serikat dan Kanada, sejak diperkenalkan pada 9 Februari lalu.
Tak tanggung-tanggung, ketersediaan tablet itu juga disambut dengan iklan gencar di jejaring sosial populer China, Weibo.
Sejak awal peluncuran, Microsoft memang telah berkomitmen untuk memasarkan Surface Pro ke luar AS, termasuk Australia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Selandia Baru, dan Inggris Raya.
Soal harga, website China WPDang melaporkan, Surface Pro versi 64 GB akan dibanderol US$1.061, setara Rp10,3 juta. Sementara itu, untuk versi 128 GB sekitar US$1.190, setara Rp11,5 juta.
Sebagai perbandingan di Amerika Serikat, harga pasaran versi 64 GB, yaitu US$899, atau Rp8,7 juta, dan versi 128 GB US$999, setara Rp9,7 juta.
Problem di China
Baik Google dan Apple, saat ini sedang menghadapi masalah di China. Google sulit mendapatkan akses jaringan ke negeri yang mayoritas adalah komunis ini.
Sementara itu, Apple, baru-baru ini menghadapi problem ganda. Selain mendapat gugatan pelanggaran hak cipta teknologi Siri, perusahaan berbasis di Cupertino ini diprotes konsumen China atas minimnya fasilitas layanan purna jual.
Apple hanya memberikan garansi satu tahun, padahal sesuai ketentuan di negeri ini, layanan purna jual harus dua tahun. Akhirnya, eksekutif Apple meralat kebijakan tersebut dan meminta maaf langsung kepada konsumen.
""Kami menyadari telah terjadi komunikasi yang kurang baik dalam masalah ini. Akibatnya, banyak anggapan miring terhadap Apple, yang menyebutkan kami arogan dan tidak peduli dengan kritik konsumen. Kami sangat memohon maaf dan prihatin dengan kesalahpahaman ini,"" tulis Tim Cook, dilansir The New York Times, 2 April 2013.
"
Dilansir dari International Business Times, Rabu 3 April 2013, perusahaan yang didirikan Bill Gates itu mengumumkan ketersediaan resmi tablet andalannya, Surface Pro di Negeri Tirai Bambu itu.
China menjadi negara pertama yang memasarkan Surface Pro di luar pasar Amerika Serikat dan Kanada, sejak diperkenalkan pada 9 Februari lalu.
Tak tanggung-tanggung, ketersediaan tablet itu juga disambut dengan iklan gencar di jejaring sosial populer China, Weibo.
Sejak awal peluncuran, Microsoft memang telah berkomitmen untuk memasarkan Surface Pro ke luar AS, termasuk Australia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Selandia Baru, dan Inggris Raya.
Soal harga, website China WPDang melaporkan, Surface Pro versi 64 GB akan dibanderol US$1.061, setara Rp10,3 juta. Sementara itu, untuk versi 128 GB sekitar US$1.190, setara Rp11,5 juta.
Sebagai perbandingan di Amerika Serikat, harga pasaran versi 64 GB, yaitu US$899, atau Rp8,7 juta, dan versi 128 GB US$999, setara Rp9,7 juta.
Problem di China
Baik Google dan Apple, saat ini sedang menghadapi masalah di China. Google sulit mendapatkan akses jaringan ke negeri yang mayoritas adalah komunis ini.
Sementara itu, Apple, baru-baru ini menghadapi problem ganda. Selain mendapat gugatan pelanggaran hak cipta teknologi Siri, perusahaan berbasis di Cupertino ini diprotes konsumen China atas minimnya fasilitas layanan purna jual.
Apple hanya memberikan garansi satu tahun, padahal sesuai ketentuan di negeri ini, layanan purna jual harus dua tahun. Akhirnya, eksekutif Apple meralat kebijakan tersebut dan meminta maaf langsung kepada konsumen.
""Kami menyadari telah terjadi komunikasi yang kurang baik dalam masalah ini. Akibatnya, banyak anggapan miring terhadap Apple, yang menyebutkan kami arogan dan tidak peduli dengan kritik konsumen. Kami sangat memohon maaf dan prihatin dengan kesalahpahaman ini,"" tulis Tim Cook, dilansir The New York Times, 2 April 2013.
"
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





