News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Peneliti AS Temukan Fosil Baru Dinosaurus di China
Minggu,2013-05-05,13:56:24
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tim peneliti dari Universitas George Washington, Amerika Serikat, mengumumkan mereka telah menemukan sebuah fosil dinosaurus di barat laut China. Fosil yang ditemukan merupakan jenis dinosaurus theropoda yang berusia kurang dari satu tahun saat dia mati.
Dilansir laman Planet Save, Sabtu 4 Mei 2013, spesies dinosaurus itu dinamakan Aorun Zhaoi dan ditemukaan oleh James Clark, seorang pengajar di Departemen Biologi Universitas George Washington Fakultas Seni dan Pengetahuan pada 2006.
Dalam penemuan fosil di kota terpencil di Xinjiang, China itu, peneliti menemukan sebuah tengkorak, rahang, dan bagian dari kerangka dinosaurus tersebut.
Saat ditemukan, fosil dinosaurus jenis ini diperkirakan mencapai tinggi satu meter dan hanya memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Namun, para peneliti belum mengetahui seberapa besar tampilan fisik mereka apabila tumbuh dewasa.
""Semua yang berhasil ditemukan di permukaan hanya sedikit bagian kaki. Namun, kami sangat terkejut dapat menemukan fosil tengkorak yang terkubur di dalam batu,"" ujar Clark kepada media.
Dinosaurus jenis Aorun diperkirakan hidup 161 juta tahun lalu di bagian akhir era Jurassic. Clark menyebut ukuran Aorun memang kecil, tetapi dari penelitian beberapa gigi yang berhasil ditemukan, dinosaurus jenis ini termasuk pemakan daging atau karnivora.
""Diperkirakan, mereka memangsa kadal, kerabat dekat beberapa hewan mamalia dan buaya,"" ujar Choiniere, seorang peneliti senior dari Institut Kajian Evolusioner di Universitas Witwatersrand di Johannesburg, Afrika Selatan. "
Dilansir laman Planet Save, Sabtu 4 Mei 2013, spesies dinosaurus itu dinamakan Aorun Zhaoi dan ditemukaan oleh James Clark, seorang pengajar di Departemen Biologi Universitas George Washington Fakultas Seni dan Pengetahuan pada 2006.
Dalam penemuan fosil di kota terpencil di Xinjiang, China itu, peneliti menemukan sebuah tengkorak, rahang, dan bagian dari kerangka dinosaurus tersebut.
Saat ditemukan, fosil dinosaurus jenis ini diperkirakan mencapai tinggi satu meter dan hanya memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Namun, para peneliti belum mengetahui seberapa besar tampilan fisik mereka apabila tumbuh dewasa.
""Semua yang berhasil ditemukan di permukaan hanya sedikit bagian kaki. Namun, kami sangat terkejut dapat menemukan fosil tengkorak yang terkubur di dalam batu,"" ujar Clark kepada media.
Dinosaurus jenis Aorun diperkirakan hidup 161 juta tahun lalu di bagian akhir era Jurassic. Clark menyebut ukuran Aorun memang kecil, tetapi dari penelitian beberapa gigi yang berhasil ditemukan, dinosaurus jenis ini termasuk pemakan daging atau karnivora.
""Diperkirakan, mereka memangsa kadal, kerabat dekat beberapa hewan mamalia dan buaya,"" ujar Choiniere, seorang peneliti senior dari Institut Kajian Evolusioner di Universitas Witwatersrand di Johannesburg, Afrika Selatan. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





