News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Jutaan Pengguna Facebook Kabur
Selasa,2013-04-30,17:25:11
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Di bawah bayang-bayang jejaring sosial online berbasis foto Instagram, dan aplikasi mobile Path, Facebook dilaporkan kehilangan jutaan pengguna di beberapa pasar terbesarnya.
The Guardian melansir, 30 April 2013, sebuah data penelitian independen memaparkan bahwa ekspansi Facebook di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan negara-negara besar lain di Eropa, telah mencapai puncaknya.
Menurut data lembaga analisis Socialbakers, Facebook telah kehilangan empat persen penggunanya di AS pada bulan lalu, atau sekitar enam juta pengunjung. Sementara di Inggris Raya, pengunjung Facebook merosot 4,5 persen, atau 1,4 juta pengguna.
Secara menyeluruh, melihat catatan enam bulan terakhir. Facebook kehilangan hampir sembilan juta pengunjung per bulan di AS, dan dua juta pengunjung per bulan di Inggris Raya.
Socialbakers juga memaparkan, situasi serupa terjadi di Kanada, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Jepang. Benarkah ini tanda-tanda awal kehancuran Facebook?
Pengguna Facebook dilaporkan telah berpaling ke beberapa layanan jejaring sosial baru. Layanan berbagi foto Instagram dilaporkan telah meraih 30 juta pengguna baru dalam waktu 1,5 tahun, sebelum akhirnya diakuisisi Facebook. Dan, Path dijejali satu juta pengunjung per minggu. Sekarang, aplikasi mobile ini telah meraih sembilan juta pengguna di dunia.
Kendati Facebook tetap tumbuh di pasar Amerika Selatan dan India, sejumlah lembaga riset melaporkan jumlah penggunanya turun di beberapa negara maju. Algoritma yang dikembangkan oleh para analis di Jeffries Bank memproyeksi, jumlah pengguna Facebook akan terus turun dari puncaknya mulai triwulan pertama tahun ini.
Facebook Home
Tren pengguna yang beralih secara masif dari layar desktop ke layar ponsel atau tablet menjadi salah satu alasan terbesar mengapa Facebook kehilangan pengguna. Dan, jejaring sosial terbesar dunia itu sudah mewaspadai itu, dan meluncurkan Facebook Home.
Sayang, aplikasi yang digadang-gadang akan menyelamatkan muka Facebook, malah dicerca habis-habisan oleh penggunanya. Diketahui, 52 persen pengunduh Facebook Home untuk ponsel Android tega memberikan rating bintang 1 (*) di Google Play Store.
Optimistis
Meski begitu, jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini tetap optimistis dapat meraih pendapatan US$1,44 miliar (setara Rp14 triliun) hingga Maret 2013, meningkat dari US$1,06 (setara Rp10,3 triliun) pada Maret 2012.
Menanggapi situasi yang sulit, Facebook tetap akan fokus pada ekspansi di ranah perangkat bergerak dan merancang aplikasi baru untuk smartphone, juga mendongkrak pendapatan iklan."
The Guardian melansir, 30 April 2013, sebuah data penelitian independen memaparkan bahwa ekspansi Facebook di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan negara-negara besar lain di Eropa, telah mencapai puncaknya.
Menurut data lembaga analisis Socialbakers, Facebook telah kehilangan empat persen penggunanya di AS pada bulan lalu, atau sekitar enam juta pengunjung. Sementara di Inggris Raya, pengunjung Facebook merosot 4,5 persen, atau 1,4 juta pengguna.
Secara menyeluruh, melihat catatan enam bulan terakhir. Facebook kehilangan hampir sembilan juta pengunjung per bulan di AS, dan dua juta pengunjung per bulan di Inggris Raya.
Socialbakers juga memaparkan, situasi serupa terjadi di Kanada, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Jepang. Benarkah ini tanda-tanda awal kehancuran Facebook?
Pengguna Facebook dilaporkan telah berpaling ke beberapa layanan jejaring sosial baru. Layanan berbagi foto Instagram dilaporkan telah meraih 30 juta pengguna baru dalam waktu 1,5 tahun, sebelum akhirnya diakuisisi Facebook. Dan, Path dijejali satu juta pengunjung per minggu. Sekarang, aplikasi mobile ini telah meraih sembilan juta pengguna di dunia.
Kendati Facebook tetap tumbuh di pasar Amerika Selatan dan India, sejumlah lembaga riset melaporkan jumlah penggunanya turun di beberapa negara maju. Algoritma yang dikembangkan oleh para analis di Jeffries Bank memproyeksi, jumlah pengguna Facebook akan terus turun dari puncaknya mulai triwulan pertama tahun ini.
Facebook Home
Tren pengguna yang beralih secara masif dari layar desktop ke layar ponsel atau tablet menjadi salah satu alasan terbesar mengapa Facebook kehilangan pengguna. Dan, jejaring sosial terbesar dunia itu sudah mewaspadai itu, dan meluncurkan Facebook Home.
Sayang, aplikasi yang digadang-gadang akan menyelamatkan muka Facebook, malah dicerca habis-habisan oleh penggunanya. Diketahui, 52 persen pengunduh Facebook Home untuk ponsel Android tega memberikan rating bintang 1 (*) di Google Play Store.
Optimistis
Meski begitu, jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini tetap optimistis dapat meraih pendapatan US$1,44 miliar (setara Rp14 triliun) hingga Maret 2013, meningkat dari US$1,06 (setara Rp10,3 triliun) pada Maret 2012.
Menanggapi situasi yang sulit, Facebook tetap akan fokus pada ekspansi di ranah perangkat bergerak dan merancang aplikasi baru untuk smartphone, juga mendongkrak pendapatan iklan."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





