News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Intip Roket Terbesar Buatan NASA
Senin,2013-06-10,13:36:33
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Roket terbesar NASA, teknologi kendaraan yang dikembangkan dengan nama Space Launch Systems (SLS), semakin mendekati waktu peluncuran perdananya. Jika tidak ada halangan, roket itu akan menjalani peluncuran uji coba pertama di tahun 2017.
Hal itu diungkapkan sejumlah ilmuwan NASA pada acara Space Tech Expo di Long Beach, AS, sekitar bulan lalu seperti dilansir Space, 10 Juni 2013.
Mengingat ukurannya yang besar, roket ini tentu dirancang untuk kebutuhan spesial. Ya, NASA berencana membawa para astronot menjelajahi ruang angkasa dengan radius jarak lebih luas, lebih jauh dari sebelumnya.
NASA akan meninggalkan perjalanan radius dekat atau di sekitar orbit Bumi, lalu menyerahkannya pada pihak swasta, yang belakangan ini getol mempromosikan tamasya ke luar angkasa.
""Kami mulai mengerjakan konsep Space Launch System itu sejak 10 tahun yang lalu,"" kata David Lesstma, mantan astronot NASA, yang pernah menjalankan tiga misi pesawat ruang angkasa.
""Kini, kami ingin membawa NASA melampaui batas, menjelajahi alam di luar stasiun ruang angkasa internasional (ISS). Dan, SLS adalah roket paling kuat yang pernah ada. Roket ini akan lebih aman, terjangkau, dan berkelanjutan,"" jelas Lesstma.
Roket anyar bertenaga super ini dikonstruksikan sedemikian rupa hingga mampu menerbangkan bobot 143 ton ke orbit.
Bahan bakarnya menggunakan sisa dari pesawat ulang alik. Hanya inti, atau struktur utama, yang benar-benar baru. Hingga empat tahun ke depan, roket ini terus diuji secara teknis oleh Alliant Techsystems (ATK) di Utah, AS.
""Diperkirakan rampung sesuai jadwal. Tahun 2017, roket ini akan menjalankan peluncuran uji cobanya tanpa awak. Keterjangkauan adalah faktor terbesar, dan ini akan menjadi 30 persen lebih murah ketimbang pesawat (ulang alik),"" kata Don Sauvageau, juru bicara ATK.
![]()
Sejatinya, ini merupakan bagian dari ""pekerjaan rumah"" NASA yang diberikan Presiden AS Barack Obama. Sekitar pertengahan tahun lalu, Obama mengarahkan NASA untuk mendaratkan manusia ke asteroid dekat Bumi pada tahun 2025, lalu mengirim astronot ke Mars pada pertengahan tahun 2030-an.
Karena itu, untuk mewujudkannya, NASA mengembangkan roket besar yang dinamakan Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion, yang diharapkan akan mulai bisa mengangkut astronot pada tahun 2021."
Hal itu diungkapkan sejumlah ilmuwan NASA pada acara Space Tech Expo di Long Beach, AS, sekitar bulan lalu seperti dilansir Space, 10 Juni 2013.
Mengingat ukurannya yang besar, roket ini tentu dirancang untuk kebutuhan spesial. Ya, NASA berencana membawa para astronot menjelajahi ruang angkasa dengan radius jarak lebih luas, lebih jauh dari sebelumnya.
NASA akan meninggalkan perjalanan radius dekat atau di sekitar orbit Bumi, lalu menyerahkannya pada pihak swasta, yang belakangan ini getol mempromosikan tamasya ke luar angkasa.
""Kami mulai mengerjakan konsep Space Launch System itu sejak 10 tahun yang lalu,"" kata David Lesstma, mantan astronot NASA, yang pernah menjalankan tiga misi pesawat ruang angkasa.
""Kini, kami ingin membawa NASA melampaui batas, menjelajahi alam di luar stasiun ruang angkasa internasional (ISS). Dan, SLS adalah roket paling kuat yang pernah ada. Roket ini akan lebih aman, terjangkau, dan berkelanjutan,"" jelas Lesstma.
Roket anyar bertenaga super ini dikonstruksikan sedemikian rupa hingga mampu menerbangkan bobot 143 ton ke orbit.
Bahan bakarnya menggunakan sisa dari pesawat ulang alik. Hanya inti, atau struktur utama, yang benar-benar baru. Hingga empat tahun ke depan, roket ini terus diuji secara teknis oleh Alliant Techsystems (ATK) di Utah, AS.
""Diperkirakan rampung sesuai jadwal. Tahun 2017, roket ini akan menjalankan peluncuran uji cobanya tanpa awak. Keterjangkauan adalah faktor terbesar, dan ini akan menjadi 30 persen lebih murah ketimbang pesawat (ulang alik),"" kata Don Sauvageau, juru bicara ATK.
Sejatinya, ini merupakan bagian dari ""pekerjaan rumah"" NASA yang diberikan Presiden AS Barack Obama. Sekitar pertengahan tahun lalu, Obama mengarahkan NASA untuk mendaratkan manusia ke asteroid dekat Bumi pada tahun 2025, lalu mengirim astronot ke Mars pada pertengahan tahun 2030-an.
Karena itu, untuk mewujudkannya, NASA mengembangkan roket besar yang dinamakan Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion, yang diharapkan akan mulai bisa mengangkut astronot pada tahun 2021."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





