News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ini Wajah Bumi dan Bulan dari Saturnus
Senin,2013-07-22,08:46:22
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pernahkah terbayang oleh Anda, seperti apa wajah Bumi dan bulan dari jarak jutaan kilometer? Mungkin pernah. Sekadar dalam mimpi atau sebatas imajinasi. Seperti apa wajahnya, mungkin Anda hanya meraba-raba.
Tapi, baru-baru ini, sebuah pesawat Cassini yang terbang sekitar 898,4 juta mil (setara 1,4 miliar kilometer) dari tempat kita berdiri sekarang ini berhasil mengambil gambar Bumi dan bulan.
Gambar itu telah dibubuhi komposit warna dari gambar mentahnya, yakni dengan gelombang cahaya merah, hijau, dan biru. Bintik-bintik yang berada ditepi adalah bintang-bintang, terlihat seperti latar belakang.
Bintik-bintik lain adalah wujud dari energi besar yang menyebar tak beraturan dan telah diminimalisir atau bahkan dihilangkan dengan komputer.
![]()
Ya, gambar paling terang itu adalah Bumi yang berada sejajar dengan matahari alias gerhana, terjadi pada pukul 22:24 UTC (Corrdinated Universal Time) atau GMT pada 19 Juli 2013 silam.
Posisi kamera pada Cassini memungkinkan untuk mengubah kamera ke arah matahari, di mana Bumi akan terlihat tanpa merusak detektor sensitif pesawat ruang angkasa.
""Kami berharap Anda bisa bergabung dengan kami dengan melambai ke Saturnus dari Bumi, sehingga kita bisa merayakan kesempatan khusus ini,"" kata Linda Spilker,ilmuwan proyek Cassini di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.
"
Tapi, baru-baru ini, sebuah pesawat Cassini yang terbang sekitar 898,4 juta mil (setara 1,4 miliar kilometer) dari tempat kita berdiri sekarang ini berhasil mengambil gambar Bumi dan bulan.
Gambar itu telah dibubuhi komposit warna dari gambar mentahnya, yakni dengan gelombang cahaya merah, hijau, dan biru. Bintik-bintik yang berada ditepi adalah bintang-bintang, terlihat seperti latar belakang.
Bintik-bintik lain adalah wujud dari energi besar yang menyebar tak beraturan dan telah diminimalisir atau bahkan dihilangkan dengan komputer.
Ya, gambar paling terang itu adalah Bumi yang berada sejajar dengan matahari alias gerhana, terjadi pada pukul 22:24 UTC (Corrdinated Universal Time) atau GMT pada 19 Juli 2013 silam.
Posisi kamera pada Cassini memungkinkan untuk mengubah kamera ke arah matahari, di mana Bumi akan terlihat tanpa merusak detektor sensitif pesawat ruang angkasa.
""Kami berharap Anda bisa bergabung dengan kami dengan melambai ke Saturnus dari Bumi, sehingga kita bisa merayakan kesempatan khusus ini,"" kata Linda Spilker,ilmuwan proyek Cassini di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





