News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Hotspot di Sumatera Meningkat, Singapura Bersiap 'Sambut' Asap"
Senin,2013-07-22,08:33:28
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Dalam beberapa terakhir, titik api (hotspot) di Sumatera meningkat tajam. Berdasarkan pemantauan satelit pemantau cuaca dan pendeteksi panas bumi (NOAA) 18, jumlah hotspot di wilayah ini pada Sabtu lalu, mencapai 159 titik.
Dikutip dari laman Bernama edisi Minggu 21 Juli 2013, titik panas terbanyak berada di Riau yakni 63 titik. Selain di Riau, titik panas juga terlihat di Aceh dan Sumatera Utara.
Badan Lingkungan Nasional (NEA) mengatakan, Singapura mungkin mengalami kondisi berkabut dalam beberapa hari mendatang. Namun, ini tergantung arah tiupan angin.
""Saat ini, angin bertiup dari arah Tenggara atau Selatan. Asap tidak langsung tertiup ke arah Singapura, saat ini,"" demikian pernyataan NEA.
NEA akan memberikan peringatan bagi publik jika asap datang mendekat.
Badan ini juga mencatat, kualitas udara beberapa wilayah di Semenanjung Malaysia menurun, sejak Sabtu pagi. Indeks udara polusi tertinggi terjadi Minggu pukul 5 di Bukit Rambai dengan indeks mencapai 98.
Sebelumnya, Malaysia dan Singapura, serta ASEAN mendesak agar Indonesia meratifikasi perjanjian di kawasan Asia Tenggara soal pencemaran asap lintas batas negara atau lazim disebut ""Transboundary Haze Pollution Agreement.""
Dari semua anggota ASEAN, hanya Indonesia yang belum juga mengesahkan perjanjian tersebut."
Dikutip dari laman Bernama edisi Minggu 21 Juli 2013, titik panas terbanyak berada di Riau yakni 63 titik. Selain di Riau, titik panas juga terlihat di Aceh dan Sumatera Utara.
Badan Lingkungan Nasional (NEA) mengatakan, Singapura mungkin mengalami kondisi berkabut dalam beberapa hari mendatang. Namun, ini tergantung arah tiupan angin.
""Saat ini, angin bertiup dari arah Tenggara atau Selatan. Asap tidak langsung tertiup ke arah Singapura, saat ini,"" demikian pernyataan NEA.
NEA akan memberikan peringatan bagi publik jika asap datang mendekat.
Badan ini juga mencatat, kualitas udara beberapa wilayah di Semenanjung Malaysia menurun, sejak Sabtu pagi. Indeks udara polusi tertinggi terjadi Minggu pukul 5 di Bukit Rambai dengan indeks mencapai 98.
Sebelumnya, Malaysia dan Singapura, serta ASEAN mendesak agar Indonesia meratifikasi perjanjian di kawasan Asia Tenggara soal pencemaran asap lintas batas negara atau lazim disebut ""Transboundary Haze Pollution Agreement.""
Dari semua anggota ASEAN, hanya Indonesia yang belum juga mengesahkan perjanjian tersebut."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





