News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Awas, Lampu LED Bisa Merusak Mata"
Jumat,2013-05-17,15:28:12
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Penelitian terbaru mengungkapkan ternyata lampu Light Emitting Diode (LED) dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata, tepatnya retina mata manusia.
Para peneliti menjelaskan, kontak mata yang terlalu lama dan berkesinambungan terhadap sinar LED akan merusak sel-sel retina. Jika sel-sel itu sudah rusak, maka tidak akan bisa diganti atau tidak bisa regenerasi.
The Hindu melansir, 17 Mei 2013, tingginya tingkat radiasi dari ""sinar biru"" akan menjadi epidemi global. Karena lampu LED sudah banyak digunakan pada layar komputer, ponsel, dan TV.
Bahkan, dewasa ini, tak sedikit lampu jalan dan lampu lalu lintas yang sudah menggunakan lampu LED. Para ahli pun menyerukan agar membuat filter untuk mengurangi dampak dari ""sinar biru"" pada lampu LED.
Dr Celia Sanchez Ramos, investigator dari Madrid Complutense University, Spanyol, mengatakan sel-sel retina tidak akan pernah meregenerasi sendiri setelah rusak.
""Sinar biru dari lampu LED menjadi salah satu penyebab masalah kerusakan mata,"" kata Ramos. ""Lampu LED akan menjadi teknologi yang fantastis jika memiliki perlindungan (filter) yang memadai.""
Untuk diketahui, dalam setahun, mata manusia terbuka selama 6.000 jam. Waktu yang panjang itu menjadi penyebab mata mengalami kerusakan akibat banyaknya cahaya buatan yang masuk.
Ramos menjelaskan, masalah kerusakan mata pada manusia bisa menjadi lebih buruk karena sejak berusia muda anak-anak sudah terbiasa menggunakan perangkat elektronik, terutama TV.
""Cara terbaik melindungi mata adalah dengan menggunakan kacamata yang telah dilengkapi dengan filter sinar UV. Selain itu, lebih sering mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A,"" ujar Ramos."
Para peneliti menjelaskan, kontak mata yang terlalu lama dan berkesinambungan terhadap sinar LED akan merusak sel-sel retina. Jika sel-sel itu sudah rusak, maka tidak akan bisa diganti atau tidak bisa regenerasi.
The Hindu melansir, 17 Mei 2013, tingginya tingkat radiasi dari ""sinar biru"" akan menjadi epidemi global. Karena lampu LED sudah banyak digunakan pada layar komputer, ponsel, dan TV.
Bahkan, dewasa ini, tak sedikit lampu jalan dan lampu lalu lintas yang sudah menggunakan lampu LED. Para ahli pun menyerukan agar membuat filter untuk mengurangi dampak dari ""sinar biru"" pada lampu LED.
Dr Celia Sanchez Ramos, investigator dari Madrid Complutense University, Spanyol, mengatakan sel-sel retina tidak akan pernah meregenerasi sendiri setelah rusak.
""Sinar biru dari lampu LED menjadi salah satu penyebab masalah kerusakan mata,"" kata Ramos. ""Lampu LED akan menjadi teknologi yang fantastis jika memiliki perlindungan (filter) yang memadai.""
Untuk diketahui, dalam setahun, mata manusia terbuka selama 6.000 jam. Waktu yang panjang itu menjadi penyebab mata mengalami kerusakan akibat banyaknya cahaya buatan yang masuk.
Ramos menjelaskan, masalah kerusakan mata pada manusia bisa menjadi lebih buruk karena sejak berusia muda anak-anak sudah terbiasa menggunakan perangkat elektronik, terutama TV.
""Cara terbaik melindungi mata adalah dengan menggunakan kacamata yang telah dilengkapi dengan filter sinar UV. Selain itu, lebih sering mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A,"" ujar Ramos."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





