News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Manusia Pertama ke Mars Adalah Petani
Jumat,2013-05-17,09:31:33
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Planet Mars siap dijadikan koloni baru untuk umat manusia. Kelak, ketika Bumi semakin rusak dan tak bisa lagi dihuni. Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan sukarelawan untuk mengeksplorasi Planet Merah.
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan, manusia pertama yang pertama kali tinggal di Mars bukan astronot, tapi seorang petani. Tugas mereka adalah menciptakan sebuah kebun yang bisa menghasilkan bahan makanan dan logistik.
NASA sudah melakukan penelitian tentang menciptakan pertanian di Mars dan ruang angkasa. Itu dilakukan untuk persiapan sebelum NASA mengirimkan manusia ke Mars pada pertengahan tahun 2030, seperti dilansir Fox News, 16 Mei 2013.
""NASA masih sulit menentukan apakah kunjungan manusia ke Planet Merah itu berlangsung singkat atau panjang. Tapi kami sejujurnya menginginkan kunjungan yang panjang dan berkelanjutan,"" kata Bill Gerstenmaier, Kepala Eksplorasi Manusia NASA.
Dia menambahkan, untuk mendaratkan manusia dalam waktu yang panjang, mereka juga memikirkan bagaimana menumbuhkan tanaman di Mars. ""Manusia-manusia itu membutuhkan bahan makanan yang cukup agar dapat bertahan hidup di Mars, dan ini adalah tantangan yang tidak mudah,"" ujar Gerstenmaier.
Penelitian NASA di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (International Space Station) menunjukkan bahwa tanaman sebenarnya dapat tumbuh di gaya berat mikro. Tapi, sampai saat ini, para peneliti NASA belum mengetahui apakah gravitasi yang rendah di Mars akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Tidak hanya itu, kesulitan lain menumbuhkan tanaman di Mars adalah karena setengah permukaan Mars tidak menerima sinar matahari. Gaya gravitasi yang rendah juga akan menangkal matahari untuk menyinari matahari. Padahal cahaya matahari sangat diperlukan oleh tanaman.
""NASA sudah membuat rekayasa terhadap masalah cahaya matahari. Kami telah mempelajari penggunaan lampu LED untuk memberikan cahaya tambahan bagi tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh secara normal,"" kata D. Marshall Porterfield, Direktur Divisi Kehidupan dan Ilmu Fisika NASA.
![]()
Bahaya Radiasi
Untuk mendaratkan manusia ke Mars tidak hanya sekedar menciptakan kebun yang berfungsi menciptakan bahan makanan. Ada masalah lain yang lebih serius: bahaya radiasi.
Orang-orang yang akan mendarat di Mars harus berhadapan dengan radiasi. Mengapa? Planet Mars tidak mempunyai atmosfer yang tebal seperti di Bumi, sehingga partikel-partikel kecil dari ruang angkasa dapat dengan mudah mendarat di permukaan Mars dan berpotensi melukai manusia juga merusak tanaman.
Namun, masalah pertanian harus segera diselesaikan dan diciptakan solusinya lebih dulu. Apalagi mengingat rencana mengirimkan manusia ke Mars sudah di depan mata. "
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan, manusia pertama yang pertama kali tinggal di Mars bukan astronot, tapi seorang petani. Tugas mereka adalah menciptakan sebuah kebun yang bisa menghasilkan bahan makanan dan logistik.
NASA sudah melakukan penelitian tentang menciptakan pertanian di Mars dan ruang angkasa. Itu dilakukan untuk persiapan sebelum NASA mengirimkan manusia ke Mars pada pertengahan tahun 2030, seperti dilansir Fox News, 16 Mei 2013.
""NASA masih sulit menentukan apakah kunjungan manusia ke Planet Merah itu berlangsung singkat atau panjang. Tapi kami sejujurnya menginginkan kunjungan yang panjang dan berkelanjutan,"" kata Bill Gerstenmaier, Kepala Eksplorasi Manusia NASA.
Dia menambahkan, untuk mendaratkan manusia dalam waktu yang panjang, mereka juga memikirkan bagaimana menumbuhkan tanaman di Mars. ""Manusia-manusia itu membutuhkan bahan makanan yang cukup agar dapat bertahan hidup di Mars, dan ini adalah tantangan yang tidak mudah,"" ujar Gerstenmaier.
Penelitian NASA di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (International Space Station) menunjukkan bahwa tanaman sebenarnya dapat tumbuh di gaya berat mikro. Tapi, sampai saat ini, para peneliti NASA belum mengetahui apakah gravitasi yang rendah di Mars akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Tidak hanya itu, kesulitan lain menumbuhkan tanaman di Mars adalah karena setengah permukaan Mars tidak menerima sinar matahari. Gaya gravitasi yang rendah juga akan menangkal matahari untuk menyinari matahari. Padahal cahaya matahari sangat diperlukan oleh tanaman.
""NASA sudah membuat rekayasa terhadap masalah cahaya matahari. Kami telah mempelajari penggunaan lampu LED untuk memberikan cahaya tambahan bagi tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh secara normal,"" kata D. Marshall Porterfield, Direktur Divisi Kehidupan dan Ilmu Fisika NASA.
Bahaya Radiasi
Untuk mendaratkan manusia ke Mars tidak hanya sekedar menciptakan kebun yang berfungsi menciptakan bahan makanan. Ada masalah lain yang lebih serius: bahaya radiasi.
Orang-orang yang akan mendarat di Mars harus berhadapan dengan radiasi. Mengapa? Planet Mars tidak mempunyai atmosfer yang tebal seperti di Bumi, sehingga partikel-partikel kecil dari ruang angkasa dapat dengan mudah mendarat di permukaan Mars dan berpotensi melukai manusia juga merusak tanaman.
Namun, masalah pertanian harus segera diselesaikan dan diciptakan solusinya lebih dulu. Apalagi mengingat rencana mengirimkan manusia ke Mars sudah di depan mata. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





