News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Arab Saudi - Pemerintah Arab Saudi mendukung penuh intervensi militer Amerika Serikat dan sekutunya ke Suriah. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry usai bertemu menteri-menteri Liga Arab, termasuk Menlu Saudi, Saud al-Faisal.
""Mereka mendukung serangan dan langkah aksi. Mereka meyakini bahwa langkah ini sangat penting,"" kata Kerry usai pertemuan di Paris, Prancis, seperti dilansir CNN.
Kerry mengatakan bahwa dia telah melakukan pembicaraan bilateral yang konstruktif dengan Saud. Arab Saudi, lanjutnya, adalah salah satu negara yang menandatangani pernyataan mengutuk penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah bulan lalu.
Arab Saudi selama ini berada di garis depan penentangan terhadap kekerasan Bashar al-Assad di Suriah. Setelah penyerangan senjata kimia di Ghouta yang menewaskan lebih dari 1.400 orang bulan lalu, Saudi semakin gencar melakukan lobi internasional untuk menghentikan kekejaman.
Arab Saudi memiliki kekuatan udara dan darat yang tidak bisa dianggap enteng. Namun Kerajaan Saudi belum berencana menggunakan senjatanya untuk menyerang Suriah. Menurut CNN, militer Saudi tidak akan dikerahkan demi mencegah tersebarnya konflik di Semenanjung Arab.
Kendati demikian, Saudi telah mengirimkan bantuan berupa logistik pada para pengungsi Suriah di berbagai negara tetangga. Saudi juga dilaporkan mengirimkan bantuan persenjataan pada para pejuang Suriah.
Kerry mengatakan, Saudi dan negara-negara Arab lainnya di Liga Arab sepakat mengecam kekejaman Assad pada insiden 21 Agustus lalu. Bersama dengan para Menlu Liga Arab, Kerry berdiskusi soal langkah yang diperlukan untuk mencegah Assad menggunakan kembali senjata kimianya.
""Dalam pembicaraan hari ini, semuanya sepakat -tidak ada satu pun yang menentang- bahwa penggunaan senjata kimia Assad yang menewaskan ratusan orang tidak berdosa, termasuk sedikitnya 426 anak-anak, telah melampaui batasan internasional, global,"" kata Kerry. "
""Mereka mendukung serangan dan langkah aksi. Mereka meyakini bahwa langkah ini sangat penting,"" kata Kerry usai pertemuan di Paris, Prancis, seperti dilansir CNN.
Kerry mengatakan bahwa dia telah melakukan pembicaraan bilateral yang konstruktif dengan Saud. Arab Saudi, lanjutnya, adalah salah satu negara yang menandatangani pernyataan mengutuk penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah bulan lalu.
Arab Saudi selama ini berada di garis depan penentangan terhadap kekerasan Bashar al-Assad di Suriah. Setelah penyerangan senjata kimia di Ghouta yang menewaskan lebih dari 1.400 orang bulan lalu, Saudi semakin gencar melakukan lobi internasional untuk menghentikan kekejaman.
Arab Saudi memiliki kekuatan udara dan darat yang tidak bisa dianggap enteng. Namun Kerajaan Saudi belum berencana menggunakan senjatanya untuk menyerang Suriah. Menurut CNN, militer Saudi tidak akan dikerahkan demi mencegah tersebarnya konflik di Semenanjung Arab.
Kendati demikian, Saudi telah mengirimkan bantuan berupa logistik pada para pengungsi Suriah di berbagai negara tetangga. Saudi juga dilaporkan mengirimkan bantuan persenjataan pada para pejuang Suriah.
Kerry mengatakan, Saudi dan negara-negara Arab lainnya di Liga Arab sepakat mengecam kekejaman Assad pada insiden 21 Agustus lalu. Bersama dengan para Menlu Liga Arab, Kerry berdiskusi soal langkah yang diperlukan untuk mencegah Assad menggunakan kembali senjata kimianya.
""Dalam pembicaraan hari ini, semuanya sepakat -tidak ada satu pun yang menentang- bahwa penggunaan senjata kimia Assad yang menewaskan ratusan orang tidak berdosa, termasuk sedikitnya 426 anak-anak, telah melampaui batasan internasional, global,"" kata Kerry. "
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





