News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Kairo - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, menuduh Israel berada di balik terjungkalnya mantan Presiden Mesir Muhammed Mursi. Erdogan mengatakan tudingannya itu bukan sekadar isapan jempol karena dia memiliki bukti.
Fox News, Selasa 20 Agustus 2013, melansir pernyataan Erdogan itu dalam sebuah pidato yang disiarkan secara nasional melalui stasiun televisi. Bukti yang dirujuk Erdogan soal keterlibatan Israel dalam konflik Mesir diduga diambil dalam sebuah pertemuan di Prancis sebelum Mesir menggelar pemilu tahun 2011.
Saat itu terjadi sebuah pertemuan antara Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni, filsuf dan penulis Prancis Bernard-Henri Levy. Dalam pertemuan itu, salah satu dari mereka mengatakan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) tidak akan dapat merebut kursi presiden kendati menang pemilu.
“Apa yang dikatakannya soal Mesir? Bahwa demokrasi tidak ada di kotak suara. Siapa yang berada di belakang ini semua? Sudah jelas Israel. Kami memiliki buktinya,” kata Erdogan di hadapan anggota partainya, Keadilan dan Pembangunan (AKP).
Seorang pejabat berwenang mengatakan, pertemuan itu terekam jelas dalam video. Ada dua video yang berhasil direkam dua tahun lalu. Dalam video itu Levy mengatakan, apabila kelompok IM tiba di Mesir, maka itu bukan karena proses demokrasi yang menginginkannya. “Demokrasi tidak hanya berupa pemilu, melainkan juga mengandung makna tertentu,” ujar Levy dalam video itu.
Levy juga mengatakan akan mencegah kelompok IM kembali berkuasa dengan segala cara. Saat dimintai konfirmasinya soal rekaman pertemuan itu, Levy tidak dapat dimintai komentar.
Sementara Juru Bicara Menteri Luar Negeri Israel, Yigal Palmor, mengaku pidato Erdogan tidak membutuhkan komentar apapun. “Ini merupakan sebuah pernyataan yang tidak patut mendapat komentar apapun,” ujar Palmor.
Sejak awal terjungkalnya Mursi, Erdogan merupakan salah satu sosok yang paling keras mengkritik peristiwa itu. Dia secara blak-blakan menyebut peristiwa 3 Juli kemarin sebagai aksi kudeta yang dilakukan oleh pihak militer Mesir. Hubungan Turki dan Mesir pun kini semakin buruk. Kedua negara saling menarik Duta Besar mereka.
Erdogan juga mengkritik negara-negara Muslim lainnya karena tidak berani bersikap tegas terhadap aksi penggulingan Mursi. “Hari ini, terlepas dari aksi pengkhianatan terhadap IM, tidak ada satu pun yang mampu mencegah warga Mesir untuk mengambil alih pemerintahan Mesir,” ujar dia."
Fox News, Selasa 20 Agustus 2013, melansir pernyataan Erdogan itu dalam sebuah pidato yang disiarkan secara nasional melalui stasiun televisi. Bukti yang dirujuk Erdogan soal keterlibatan Israel dalam konflik Mesir diduga diambil dalam sebuah pertemuan di Prancis sebelum Mesir menggelar pemilu tahun 2011.
Saat itu terjadi sebuah pertemuan antara Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni, filsuf dan penulis Prancis Bernard-Henri Levy. Dalam pertemuan itu, salah satu dari mereka mengatakan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) tidak akan dapat merebut kursi presiden kendati menang pemilu.
“Apa yang dikatakannya soal Mesir? Bahwa demokrasi tidak ada di kotak suara. Siapa yang berada di belakang ini semua? Sudah jelas Israel. Kami memiliki buktinya,” kata Erdogan di hadapan anggota partainya, Keadilan dan Pembangunan (AKP).
Seorang pejabat berwenang mengatakan, pertemuan itu terekam jelas dalam video. Ada dua video yang berhasil direkam dua tahun lalu. Dalam video itu Levy mengatakan, apabila kelompok IM tiba di Mesir, maka itu bukan karena proses demokrasi yang menginginkannya. “Demokrasi tidak hanya berupa pemilu, melainkan juga mengandung makna tertentu,” ujar Levy dalam video itu.
Levy juga mengatakan akan mencegah kelompok IM kembali berkuasa dengan segala cara. Saat dimintai konfirmasinya soal rekaman pertemuan itu, Levy tidak dapat dimintai komentar.
Sementara Juru Bicara Menteri Luar Negeri Israel, Yigal Palmor, mengaku pidato Erdogan tidak membutuhkan komentar apapun. “Ini merupakan sebuah pernyataan yang tidak patut mendapat komentar apapun,” ujar Palmor.
Sejak awal terjungkalnya Mursi, Erdogan merupakan salah satu sosok yang paling keras mengkritik peristiwa itu. Dia secara blak-blakan menyebut peristiwa 3 Juli kemarin sebagai aksi kudeta yang dilakukan oleh pihak militer Mesir. Hubungan Turki dan Mesir pun kini semakin buruk. Kedua negara saling menarik Duta Besar mereka.
Erdogan juga mengkritik negara-negara Muslim lainnya karena tidak berani bersikap tegas terhadap aksi penggulingan Mursi. “Hari ini, terlepas dari aksi pengkhianatan terhadap IM, tidak ada satu pun yang mampu mencegah warga Mesir untuk mengambil alih pemerintahan Mesir,” ujar dia."
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





