News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Kairo - Presiden sementara Mesir Adly Mansour, Selasa berikrar pemerintahnya akan memegang teguh pada satu jadwal bagi pemilu tahun depan dan akan mencabut keadaan darurat pertengahan September.
Mansour, dalam wawancara pertamanya di televisi sejak militer menunjuknya menjadi presiden menggantikan presiden yang digulingkan Mohamed Moursi pada 3 Juli, menambahkan Mesir sedang menghadapi ""terorisme"" yang menghambat investasi dan sektor wisata, lapor AFP.
""Kami akan memegang jadwal bagi semua tahapan,"" kata Mansour tentang pemilu yang menurut rencana akan diselenggarakan pertengahan tahun 2014 setelah satu referendum nasional.
Mansour telah membentuk satu komite konstititusi yang akan mengamendemen konstitusi yang tertunda akibat penggulingan Moursi sebelum diajukan untuk disetujui.
Menurut jadwalnya, pemilihan para anggota parlemen akan diselenggarakan awal tahun 2014 kemudian dilanjutkan dengan pemilihan presiden.
Mantan hakim penting itu mengatakan ia yakin keadaan darurat sebulan yang diumumkan 14 Agustus tidak akan diperpanjang jika keamanan membaik.
Ratusan orang tewas di seluruh negara itu pada hari ketika polisi menyerbu dua kamp protes para pendukung Moursi di Kairo.
Aksi kekerasan itu mereda dalam beberapa hari belakangan ini di sebagian besar negara itu sementara di semenanjung Sinai tentara memerangi kelompok garis yang melancarkan serangan.
""Jika situasi terus membaik, saya kira keadaan darurat tidak perlu diperpanjang,"" kata Mansour dalam wawancara dengan televisi pemerintah itu.
Tindakan keras polisi dan militer 14 Agustus itu "
Mansour, dalam wawancara pertamanya di televisi sejak militer menunjuknya menjadi presiden menggantikan presiden yang digulingkan Mohamed Moursi pada 3 Juli, menambahkan Mesir sedang menghadapi ""terorisme"" yang menghambat investasi dan sektor wisata, lapor AFP.
""Kami akan memegang jadwal bagi semua tahapan,"" kata Mansour tentang pemilu yang menurut rencana akan diselenggarakan pertengahan tahun 2014 setelah satu referendum nasional.
Mansour telah membentuk satu komite konstititusi yang akan mengamendemen konstitusi yang tertunda akibat penggulingan Moursi sebelum diajukan untuk disetujui.
Menurut jadwalnya, pemilihan para anggota parlemen akan diselenggarakan awal tahun 2014 kemudian dilanjutkan dengan pemilihan presiden.
Mantan hakim penting itu mengatakan ia yakin keadaan darurat sebulan yang diumumkan 14 Agustus tidak akan diperpanjang jika keamanan membaik.
Ratusan orang tewas di seluruh negara itu pada hari ketika polisi menyerbu dua kamp protes para pendukung Moursi di Kairo.
Aksi kekerasan itu mereda dalam beberapa hari belakangan ini di sebagian besar negara itu sementara di semenanjung Sinai tentara memerangi kelompok garis yang melancarkan serangan.
""Jika situasi terus membaik, saya kira keadaan darurat tidak perlu diperpanjang,"" kata Mansour dalam wawancara dengan televisi pemerintah itu.
Tindakan keras polisi dan militer 14 Agustus itu "
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





