News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pengguna data di Internet kini bisa jadi semakin sadar betapa pentingnya metadata—informasi terstruktur dari sebuah data—dalam berbagai akun di dunia maya, misalnya e-mail, jejaring sosial atau akun pribadi lainnya.
Kesadaran ini menyusul terbongkarnya misi penyadapan Badan Keamanan AS (NSA) kepada pengguna Internet AS oleh Edward Snowden, mantan pegawai NSA dan CIA. Badan rahasia AS itu berkilah, mengambil dan menganalisis metadata pengguna untuk mengantisipasi munculnya terorisme.
Nah, Anda tentu berpikir sejauh mana NSA mengelola metadata pengguna. Tapi, jika Anda ingin mengetahui metadata Anda, baru-baru ini Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Media Lab, dikutip Forbes, Kamis 11 Juli 2013, merilis sebuah alat yang memungkinkan pengguna e-mail bisa menganalisis metadata e-mail secara mandiri.
Alat ini dinamakan Immersion, bisa menyajikan grafis jaringan komunikasi dengan siapa saja pengguna e-mail berkomunikasi dan merekam apa saja hal-hal yang penting di dalam akun e-mail.
Salah seorang staff Forbes, Kashmir Hill, berkesempatan mencoba menggunakan alat ini. Dan, grafik Immersion menyajikan rekaman data akun Gmail milik Hill.
Tercatat trafik e-mail tertinggi terjadi pada tahun 2009 dan 2010. Saat itu, Hill menggunakan e-mail untuk tujuan kerja. Dalam grafik itu ditampilkan pola pengelompokan yang menunjukkan hal apa yang sering ataupun menonjol dalam komunikasi e-mail Hill sepanjang ini.
Analisa Immerson juga menampilkan grafik e-mail masuk dan keluar. Sejak pertama kali menggunakan akun Gmail pada tahun 2004, akun Hill telah menampung 78.277 e-mail.
Tim MIT menyampaikan kepada Hill, sampai saat ini 210.000 orang telah menggunakan Immersion.
""Dua minggu yang lalu, saya berpendapat metadata adalah alasan sederhana yang diinginkan NSA. Metadata dapat dibaca mesin dan oleh karena itu dapat dicari,"" jelas John Naughton, jurnalis Guardian sekaligus professor of the public understanding of technology di Open University.
Hal inilah, tegas Naughton, yang membuat skala pengawasan Internet menyeluruh sangat mungkin bisa dilakukan.
Grafik dari Immersion ini juga menampilkan dinamika gelembung yang membengkak, menyusut sampai memudar warnanya. Gelembung itu mewakili hal atau orang yang penting bagi pengguna.
![]()
Tim MIT membantah, rilis alat ini tidak ada kaitannya dengan upaya badan rahasia AS. Justru MIT berharap dengan Immersion itu, orang menyadari tentang privasi.
""Ini justru membantu eksplorasi privasi dengan menunjukkan data pengguna, bahwa mereka telah berbagi dengan orang lain,"" jelas situs MIT.
Pihak lain yang dimaksud di sini mencakup orang-orang yang telah memberikan datanya kepada Google melalui akun Gmail.
Jika Anda tidak menggunakan Gmail, analisis data bisa Anda lakukan dengan Wolfram Alfa, mesin pencarian analitik yang bisa menampilkan data akun pribadi Anda lainnya."
Kesadaran ini menyusul terbongkarnya misi penyadapan Badan Keamanan AS (NSA) kepada pengguna Internet AS oleh Edward Snowden, mantan pegawai NSA dan CIA. Badan rahasia AS itu berkilah, mengambil dan menganalisis metadata pengguna untuk mengantisipasi munculnya terorisme.
Nah, Anda tentu berpikir sejauh mana NSA mengelola metadata pengguna. Tapi, jika Anda ingin mengetahui metadata Anda, baru-baru ini Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Media Lab, dikutip Forbes, Kamis 11 Juli 2013, merilis sebuah alat yang memungkinkan pengguna e-mail bisa menganalisis metadata e-mail secara mandiri.
Alat ini dinamakan Immersion, bisa menyajikan grafis jaringan komunikasi dengan siapa saja pengguna e-mail berkomunikasi dan merekam apa saja hal-hal yang penting di dalam akun e-mail.
Salah seorang staff Forbes, Kashmir Hill, berkesempatan mencoba menggunakan alat ini. Dan, grafik Immersion menyajikan rekaman data akun Gmail milik Hill.
Tercatat trafik e-mail tertinggi terjadi pada tahun 2009 dan 2010. Saat itu, Hill menggunakan e-mail untuk tujuan kerja. Dalam grafik itu ditampilkan pola pengelompokan yang menunjukkan hal apa yang sering ataupun menonjol dalam komunikasi e-mail Hill sepanjang ini.
Analisa Immerson juga menampilkan grafik e-mail masuk dan keluar. Sejak pertama kali menggunakan akun Gmail pada tahun 2004, akun Hill telah menampung 78.277 e-mail.
Tim MIT menyampaikan kepada Hill, sampai saat ini 210.000 orang telah menggunakan Immersion.
""Dua minggu yang lalu, saya berpendapat metadata adalah alasan sederhana yang diinginkan NSA. Metadata dapat dibaca mesin dan oleh karena itu dapat dicari,"" jelas John Naughton, jurnalis Guardian sekaligus professor of the public understanding of technology di Open University.
Hal inilah, tegas Naughton, yang membuat skala pengawasan Internet menyeluruh sangat mungkin bisa dilakukan.
Grafik dari Immersion ini juga menampilkan dinamika gelembung yang membengkak, menyusut sampai memudar warnanya. Gelembung itu mewakili hal atau orang yang penting bagi pengguna.
Tim MIT membantah, rilis alat ini tidak ada kaitannya dengan upaya badan rahasia AS. Justru MIT berharap dengan Immersion itu, orang menyadari tentang privasi.
""Ini justru membantu eksplorasi privasi dengan menunjukkan data pengguna, bahwa mereka telah berbagi dengan orang lain,"" jelas situs MIT.
Pihak lain yang dimaksud di sini mencakup orang-orang yang telah memberikan datanya kepada Google melalui akun Gmail.
Jika Anda tidak menggunakan Gmail, analisis data bisa Anda lakukan dengan Wolfram Alfa, mesin pencarian analitik yang bisa menampilkan data akun pribadi Anda lainnya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





