News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Microsoft mengaku dikerjain peretas—atau hacker—yang menyerang beberapa komputer dengan memanfaatkan celah (bug) pada Windows mereka.
Perusahaan besutan Bill Gates itu membeberkan beberapa rincian serangan, sebagaimana dilansir Business Insider, Rabu 10 Juli 2013.
Petinggi Google menyebutkan bahwa peretas telah meluncurkan ""serangan terarah,"" istilah untuk serangan siber khusus yang menyasar perusahaan atau instansi pemerintah tertentu. Biasanya, serangan ini dilakukan dengan motif sabotase dan pengintaian.
Gelagat serangan yang mengarah pada Microsoft itu sebenarnya sudah diungkap teknisi keamanan Google, Tavis Ormandy, dua bulan yang lalu. Langkah Ormandy itu menimbulkan kontroversi mengingat ia memposting informasi teknis pada situs Microsoft. Di dalam posting itu, dia menggambarkan celah pada sistem operasi Windows.
Celakanya, sejumlah ahli berjanji siap membantu sang peretas untuk meluncurkan serangan berbahaya itu, sebelum kemudian Microsoft merilis piranti lunak untuk memperbaikinya.
Soal info teknis yang diungkap karyawan Google itu, pihak Microsoft enggan berkomentar lebih jauh. Pada postingan di sebuah blog, Ormandy juga menyedot perhatian karena ia mengancam divisi keamanan Microsoft. Menurutnya, kinerja divisi itu tidak becus.
Mengingat kerentanan keamanan pada Microsoft, ia menyarankan para penjaga keamanan Google agar menggunakan e-mail dan nama samaran saat berkomunikasi dengan Microsoft.
""Rasanya aneh dan kaku saat mengetahui peneliti keamanan Google melakukan kekeliruan di Microsoft,"" ujar Graham Culey, peneliti keamanan independen.
Sementara Ormandy masih diburu, tidak bisa dihubungi sampai saat ini. Juru bicara Google pun enggan berkomentar, hanya mengatakan proyek Windows Ormandy merupakan proyek pribadi, tidak ada kaitan dengan posisinya di Google."
Perusahaan besutan Bill Gates itu membeberkan beberapa rincian serangan, sebagaimana dilansir Business Insider, Rabu 10 Juli 2013.
Petinggi Google menyebutkan bahwa peretas telah meluncurkan ""serangan terarah,"" istilah untuk serangan siber khusus yang menyasar perusahaan atau instansi pemerintah tertentu. Biasanya, serangan ini dilakukan dengan motif sabotase dan pengintaian.
Gelagat serangan yang mengarah pada Microsoft itu sebenarnya sudah diungkap teknisi keamanan Google, Tavis Ormandy, dua bulan yang lalu. Langkah Ormandy itu menimbulkan kontroversi mengingat ia memposting informasi teknis pada situs Microsoft. Di dalam posting itu, dia menggambarkan celah pada sistem operasi Windows.
Celakanya, sejumlah ahli berjanji siap membantu sang peretas untuk meluncurkan serangan berbahaya itu, sebelum kemudian Microsoft merilis piranti lunak untuk memperbaikinya.
Soal info teknis yang diungkap karyawan Google itu, pihak Microsoft enggan berkomentar lebih jauh. Pada postingan di sebuah blog, Ormandy juga menyedot perhatian karena ia mengancam divisi keamanan Microsoft. Menurutnya, kinerja divisi itu tidak becus.
Mengingat kerentanan keamanan pada Microsoft, ia menyarankan para penjaga keamanan Google agar menggunakan e-mail dan nama samaran saat berkomunikasi dengan Microsoft.
""Rasanya aneh dan kaku saat mengetahui peneliti keamanan Google melakukan kekeliruan di Microsoft,"" ujar Graham Culey, peneliti keamanan independen.
Sementara Ormandy masih diburu, tidak bisa dihubungi sampai saat ini. Juru bicara Google pun enggan berkomentar, hanya mengatakan proyek Windows Ormandy merupakan proyek pribadi, tidak ada kaitan dengan posisinya di Google."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





