Provinsi Jawa Barat
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Bandung Barat
- Kabupaten Bekasi
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Ciamis
- Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Garut
- Kabupaten Indramayu
- Kabupaten Karawang
- Kabupaten Kuningan
- Kabupaten Majalengka
- Kabupaten Pangandaran
- Kabupaten Purwakarta
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Sumedang
- Kabupaten Tasikmalaya
- Kota Bandung
- Kota Banjar
- Kota Bekasi
- Kota Bogor
- Kota Cimahi
- Kota Cirebon
- Kota Depok
- Kota Sukabumi
- Kota Tasikmalaya
Nama Resmi : Kabupaten Indramayu
Ibukota : Indramayu
Tanggal berdiri : 7 Oktober 1527
Bupati : Hj. Nina Agustina
Wakil Bupati : Lucky Hakim
Luas Wilayah: 2.000,99 km²
Jumlah Penduduk: 1.795.732 Jiwa 2017
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 31
Alamat Kantor: Jl. Mayjen. Sutoyo No.1/E, Indramayu - Jawa Barat
T : (0234) 2722454
W : http://www.indramayukab.go.id/
Jumlah Kecamatan di Kabupaten Indramayu ada 31:
Kecamatan Anjatan.
Kecamatan Arahan.
Kecamatan Balongan.
Kecamatan Bangodua.
Kecamatan Bongas.
Kecamatan Cantigi.
Kecamatan Cikedung.
Kecamatan Gabuswetan.
Kecamatan Gantar.
Kecamatan Haurgeulis.
Kecamatan Indramayu adalah Ibu Kota Kabupaten Indramayu.
Kecamatan Jatibarang.
Kecamatan Juntinyuat.
Kecamatan Kandanghaur.
Kecamatan Karangampel.
Kecamatan Kedokan Bunder.
Kecamatan Kertasemaya.
Kecamatan Krangkeng.
Kecamatan Kroya.
Kecamatan Lelea.
Kecamatan Lohbener.
Kecamatan Losarang.
Kecamatan Pasekan.
Kecamatan Patrol.
Kecamatan Sindang.
Kecamatan Sliyeg.
Kecamatan Sukagumiwang.
Kecamatan Sukra.
Kecamatan Terisi.
Kecamatan Tukdana.
Kecamatan Widasar
Sekilas Pandang
Hari jadi Kabupaten Indramayu jatuh pada 7 Oktober 1527.
Indramayu dilintasi jalur pantura, yakni salah satu jalur terpadat di Pulau Jawa, terutama pada musim mudik. Kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa, stasiun kereta api terbesar di Indramayu adalah Stasiun Jatibarang yang berada di Jatibarang, sekitar 19 km di selatan Kota Indramayu itu sendiri. Beberapa kota-kota penting di wilayah kabupaten Indramayu di antaranya adalah Indramayu, Jatibarang, Haurgeulis dan Karangampel. Walaupun Indramayu berada di Jawa Barat yang notabene adalah tanah Pasundan yang berbudaya dan berbahasa Sunda, namun sebagian besar penduduk Indramayu berbahasa Jawa khas Indramayu, masyarakat setempat menyebutnya dengan Dermayon, yakni dialek Bahasa Jawa yang hampir serupa dengan Dialek Cirebon. Di bagian selatan dan barat daya kabupaten ini menggunakan bahasa Sunda, mengingat kabupaten Indramayu itu sendiri berada di Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan budaya Sunda.
Kabupaten Indramayu dilalui jalur utama pantura, yakni jalur nomor satu sebagai urat nadi perekonomian pulau Jawa, jalur pantura Indramayu mulai dari ruas Partol-Lohbener-Jatibarang-Sukagumiwang. Juga jalur pantura Jatibarang-Karangampel-Krangkeng yang menuju ke arah Cirebon, sebagai jalur alternatif bisa melalui jalur Lohbener lalu ke kota Indramayu kemudian ke Karangampel diteruskan ke arah Cirebon. Oleh karena Indramayu dilalui oleh jalur utama pantura, maka wilayah Indramayu menjadi tempat persinggahan dan perantauan dari daerah di timur Pulau Jawa, sehingga Indramayu menjadi salah satu wilayah Jawa Barat yang berbahasa Jawa.
Kabupaten Indramayu juga dilalui oleh jalur kereta api. Stasiun kereta api terbesar berada di Jatibarang dan merupakan salah satu stasiun besar yang ada di Daerah Operasi 3 Cirebon.
Geografi
Secara geografis, Kabupaten Indramayu berada pada 107"51'-108"36' Bujur Timur dan 6"15' - 6"40' Lintang Selatan. Wilayahnya terletak di bagian utara provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Kabupaten Indramayu berjarak sekitar 52 Km barat laut Kota Cirebon, 144 Km dari Kota Bandung melalui Sumedang serta 205 Km dari Jakarta ke arah timur. Seluruh wilayahnya merupakan dataran rendah hingga pesisir.
Batas Wilayah
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
Utara Laut Jawa
Timur Laut Jawa
Selatan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang
Barat Kabupaten Subang
Ekonomi
Pusat perekonomian kabupaten ini berada di wilayah Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Haurgeulis karena kedua kecamatan ini memiliki akses transportasi yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kereta Api. Beberapa kecamatan penting di wilayah Kabupaten Indramayu diantaranya adalah Kecamatan Patrol, Kecamatan Karangampel, dan Kecamatan Terisi.
Transportasi
Kabupaten Indramayu dilalui jalur utama pantura. Jalur pantura Indramayu mulai dari ruas Patrol-Lohbener-Jatibarang-Kertasemaya. Juga jalur alternatif sebelah utara Indramayu-Karangampel-Krangkeng yang menuju ke arah Cirebon. Sebagai jalur alternatif bisa melalui jalur Lohbener lalu ke kota Indramayu kemudian ke Karangampel diteruskan ke arah Cirebon. Kabupaten Indramayu juga dilalui oleh jalur kereta api. Stasiun kereta api terbesar berada di Jatibarang dan merupakan salah satu stasiun besar yang ada di Daerah Operasi 3 Cirebon.
Bahasa
Secara umum ada dua bahasa daerah yang digunakan masyarakat Kabupaten Indramayu, yakni bahasa Jawa dan Sunda. Bahasa Jawa digunakan oleh mayoritas masyarakat, yakni kira-kira 90% dari sekitar penduduk yang berjumlah 1,7 juta jiwa. Sisanya menggunakan bahasa Sunda.
Ada dua jenis bahasa Sunda yang digunakan. Pertama, bahasa Sunda Priangan atau bahasa Sunda fase baru, yang digunakan masyarakat di Kecamatan Gantar dan sebagian Haurgeulis (berbatasan dengan Kabupaten Subang), Desa Cikawung di Kecamatan Terisi (yang berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Sumedang), dan Blok Karangjaya di Desa Mangunjaya di Kecamatan Anjatan, yang merupakan imigran dari Bandung dan Sumedang.
Ada pula bahasa Sunda fase Sunda kuna, yakni di Desa Ilir, Bulak, dan Parean Girang di Kecamatan Kandanghaur, serta Desa Lelea dan Tamansari di Kecamatan Lelea. Bahasa Sunda fase Sunda kuna agak berbeda dengan fase Sunda baru karena perbedaan dialek temporal. Perbedaan yang paling kentara adalah dalam bahasa Sunda kuna tidak mengenal undak-usuk (tingkatan berbahasa). Bahasa Sunda kuna juga tidak mengenal vokal /eu/, tetapi hanya /e/ saja. Belum lagi perbedaan pada kosakata.
Bahasa Jawa di Kabupaten Indramayu sekarang ada tiga dialek. Mayoritas adalah dialek Dermayu (Indramayu). Tetapi ada pula bahasa Jawa dialek Cerbon (Cirebon), yakni di Desa Krangkeng, Kalianyar, dan sekirarnya di Kecamatan Krangkeng, yang berbatasan dengan Kabupaten Cirebon. Bahasa Jawa dialek Tegal-Brebes juga ada di wilayah barat Kabupaten Indramayu karena pada tahun 1920-an terdapat migrasi dari Tegal-Brebes ke wilayah tersebut, yakni di beberapa desa atau blok di Kecamatan Haurgeulis, Anjatan, Patrol, Sukra, dan Bongas.
Bahasa Jawa dialek Dermayu mayoritas digunakan masyarakat Indramayu, yakni kira-kira 1,5 juta penduduk. Ada dua tingkatan dalam bahasa Jawa dialek Dermayu yang merupakan dialek sosial (sosiolek), yakni tingkatan bagongan atau ngoko dan tingkatan bebasan atau besiken atau krama. Diperkirakan warga yang menguasai bebasan sekitar 20%-40%.
Hingga kini, basa Jawa dialek Dermayu menjadi mata pelajaran muatan lokal di Kabupaten Indramayu dengan nama Bahasa Indramayu. Di jenjang SD/MI, Bahasa Indramayu diajarkan oleh guru kelas, di SMP/MTs oleh guru mata pelajaran, dan SMA/SMK/MA oleh guru mata pelajaran. Meskipun demikian, guru-guru tersebut bukanlah lulusan program studi yang sesuai. Hal itu karena hingga kini belum ada perguruan tinggi yang membuka program studi bahasa Jawa dialek Dermayu. Selama ini pemerolehan ilmu dan wawasan kebahasaan guru-guru berasal dari lingkungan rumah, pergaulan, ataupun pertemuan semacam diklat (pendidikan dan latihan), bimtek (bimbingan teknis), ataupun lokakarya yang diadakan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu maupun Provinsi Jawa Barat.

Wiapedia
