News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Turbulensi Pesawat Akan Memburuk Dua Kali Lipat
Selasa,2013-04-09,13:28:49
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Bagi para wisatawan yang sering melancong ke berbagai negara dengan menggunakan pesawat terbang pasti tidak asing lagi dengan turbulensi. Ini kondisi terbang yang tidak stabil akibat perbedaan tekanan udara atau perbedaan temperatur.
Kini, sebuah penelitian mengungkapkan tingkat turbulensi pada pesawat terbang akan meningkat dua kali lipat selama 40 tahun ke depan. Mengapa? Menurut studi itu, hal ini disebabkan oleh perubahan iklim yang terjadi di Bumi.
Dengan menggunakan model komputer atsmosfer, para peneliti mensimulasikan bagaimana perubahan iklim akan berdampak pada perubahan tekanan udara, yang akhirnya menyebabkan turbulensi.
Menurut Dr. Paul Williams dari University of Reading, Inggris, hasil penelitian menunjukkan bahwa penumpang pesawat terbang akan mengalami perjalanan terbang yang jauh dari nyaman di masa depan.
""Ini bukan sekadar banyak minuman yang akan tumpah dan ketentuan penggunaan sabuk pengaman yang lebih ketat,"" kata Williams seperti dilansir Telegraph, Selasa 9 April 2013.
Dia menjelaskan turbulensi telah melukai ratusan penumpang pesawat setiap tahunnya. Total kerugian secara global mencapai £100 juta atau setara Rp14 triliun, setiap tahunnya. ""Produsen pesawat harus menciptakan sabuk pengaman yang dua kali lebih kuat dari saat ini,"" tutur Williams.
Penelitian yang sudah diterbitkan dalam Jurnal Nature Climate Change ini juga menunjukkan trafik transportasi udara di atas Samudera Atlantik meningkat antara 10 sampai 40 persen, pada pertengahan abad ini.
""Saat ini, ada sekitar 600 penerbangan yang melewati Samudera Atlantik, yaitu penerbangan dari Amerika ke Eropa,"" kata Dr. Manoj Joshi dari University of East Anglia, di Inggris.
Jumlah penggunaan bahan bakar pesawat pun akan melonjak akibat turbulensi. Buntutnya, hal ini akan berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat.
""Percayalah, di masa depan Anda akan merasa sabuk pengaman pesawat terbang Anda bakal jauh lebih ketat dari sekarang,"" kata Joshi. "
Kini, sebuah penelitian mengungkapkan tingkat turbulensi pada pesawat terbang akan meningkat dua kali lipat selama 40 tahun ke depan. Mengapa? Menurut studi itu, hal ini disebabkan oleh perubahan iklim yang terjadi di Bumi.
Dengan menggunakan model komputer atsmosfer, para peneliti mensimulasikan bagaimana perubahan iklim akan berdampak pada perubahan tekanan udara, yang akhirnya menyebabkan turbulensi.
Menurut Dr. Paul Williams dari University of Reading, Inggris, hasil penelitian menunjukkan bahwa penumpang pesawat terbang akan mengalami perjalanan terbang yang jauh dari nyaman di masa depan.
""Ini bukan sekadar banyak minuman yang akan tumpah dan ketentuan penggunaan sabuk pengaman yang lebih ketat,"" kata Williams seperti dilansir Telegraph, Selasa 9 April 2013.
Dia menjelaskan turbulensi telah melukai ratusan penumpang pesawat setiap tahunnya. Total kerugian secara global mencapai £100 juta atau setara Rp14 triliun, setiap tahunnya. ""Produsen pesawat harus menciptakan sabuk pengaman yang dua kali lebih kuat dari saat ini,"" tutur Williams.
Penelitian yang sudah diterbitkan dalam Jurnal Nature Climate Change ini juga menunjukkan trafik transportasi udara di atas Samudera Atlantik meningkat antara 10 sampai 40 persen, pada pertengahan abad ini.
""Saat ini, ada sekitar 600 penerbangan yang melewati Samudera Atlantik, yaitu penerbangan dari Amerika ke Eropa,"" kata Dr. Manoj Joshi dari University of East Anglia, di Inggris.
Jumlah penggunaan bahan bakar pesawat pun akan melonjak akibat turbulensi. Buntutnya, hal ini akan berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat.
""Percayalah, di masa depan Anda akan merasa sabuk pengaman pesawat terbang Anda bakal jauh lebih ketat dari sekarang,"" kata Joshi. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 5Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





