News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Terungkap, Manusia Purba Gemar Santap Otak Hewan"
Rabu,2013-05-08,11:45:19
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sebuah studi baru menemukan bahwa manusia purba sangat suka menyantap isi kepala hewan buruannya.
Dilansir iTech Post, 7 Mei 2013, temuan baru ini didapatkan oleh tim peneliti dari Baylor University di Waco, Texas, AS, setelah menemukan beberapa kerusakan pada tengkorak kepala hewan wildebeests, atau kijang Afrika, di wilayah Kenya.
""Ada beberapa kerusakan pada tulang kepala hewan. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa manusia purba memiliki energi yang melimpah dalam beraktivitas sehari-hari berkat mengonsumsi otak hewan,"" kata Joseph Ferraro, ahli antropologi dari Baylor University di Waco, Texas, AS.
Dia menambahkan, otak hewan memiliki kekayaan materi, seperti lemak, kalori, dan nutrisi. ""Otak menjadi sumber makanan langka dan berharga sebagai alternatif makanan bernilai tinggi, seperti buah, kacang, dan lainnya, yang seringkali tak tersedia,"" ujarnya.
Para peneliti juga mengatakan, jaringan lemak pada otak hewan telah membuat Homo erectus memiliki banyak energi untuk melakukan perburuan di hari-hari selanjutnya.
Pada penelitian sebelumnya, seperti diberitakan Science News, para peneliti menemukan bahwa manusia purba cenderung melacak dan mengejar hewan buruannya sampai ke daerah Kanjera Selatan, sebuah daerah di Afrika Timur.
![]()
Manusia purba juga melakukan perburuan pada hewan-hewan besar, seperti harimau dan mammoth. Tak hanya itu, manusia purba akan mengambil sisa-sisa kepala hewan yang ditinggalkan oleh predator besar dan memakannya dengan menggunakan alat bantu.
Bukti-bukti dari penggunaan alat bantu berupa batu tajam pada manusia purba ditemukan pada kerusakan pada tengkorak hewan-hewan.
""Kerusakan pada tengkorak hewan-hewan buruan itu yang menunjukkan bahwa manusia purba gemar menyantap otak hewan,"" kata Ferraro.
Temuan ini telah memberikan petunjuk baru bagi para peneliti mengenai evolusi manusia dan bagaimana pola makannya yang berubah-berubah selama bertahun-tahun."
Dilansir iTech Post, 7 Mei 2013, temuan baru ini didapatkan oleh tim peneliti dari Baylor University di Waco, Texas, AS, setelah menemukan beberapa kerusakan pada tengkorak kepala hewan wildebeests, atau kijang Afrika, di wilayah Kenya.
""Ada beberapa kerusakan pada tulang kepala hewan. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa manusia purba memiliki energi yang melimpah dalam beraktivitas sehari-hari berkat mengonsumsi otak hewan,"" kata Joseph Ferraro, ahli antropologi dari Baylor University di Waco, Texas, AS.
Dia menambahkan, otak hewan memiliki kekayaan materi, seperti lemak, kalori, dan nutrisi. ""Otak menjadi sumber makanan langka dan berharga sebagai alternatif makanan bernilai tinggi, seperti buah, kacang, dan lainnya, yang seringkali tak tersedia,"" ujarnya.
Para peneliti juga mengatakan, jaringan lemak pada otak hewan telah membuat Homo erectus memiliki banyak energi untuk melakukan perburuan di hari-hari selanjutnya.
Pada penelitian sebelumnya, seperti diberitakan Science News, para peneliti menemukan bahwa manusia purba cenderung melacak dan mengejar hewan buruannya sampai ke daerah Kanjera Selatan, sebuah daerah di Afrika Timur.
Manusia purba juga melakukan perburuan pada hewan-hewan besar, seperti harimau dan mammoth. Tak hanya itu, manusia purba akan mengambil sisa-sisa kepala hewan yang ditinggalkan oleh predator besar dan memakannya dengan menggunakan alat bantu.
Bukti-bukti dari penggunaan alat bantu berupa batu tajam pada manusia purba ditemukan pada kerusakan pada tengkorak hewan-hewan.
""Kerusakan pada tengkorak hewan-hewan buruan itu yang menunjukkan bahwa manusia purba gemar menyantap otak hewan,"" kata Ferraro.
Temuan ini telah memberikan petunjuk baru bagi para peneliti mengenai evolusi manusia dan bagaimana pola makannya yang berubah-berubah selama bertahun-tahun."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





