News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Terkuak, Misteri Melelehnya Es di Antartika"
Selasa,2013-04-02,13:36:15
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Lapisan es di Benua Antartika terus menipis dan mencapai rekor terendah pada tahun lalu. Selama ini, perubahan iklim dikambinghitamkan sebagai penyebab lautan es di Antatika mencair.
Tapi, kini tim peneliti berhasil menemukan jawaban atas terjadinya pemanasan global.
Selama ini, pendapat yang berkembang adalah bagian permukaan es di Antartika telah mencair. Namun, para peneliti percaya, es yang mencair bukan pada permukaannya, tetapi pada lapisan bawahnya, yang mana akan kembali membeku.
Tim peneliti dari Royal Netherlands Meteorological Institute mengatakan, Antartika merupakan sebuah benua yang dikelilingi oleh perairan terbuka, yang sangat memungkinkan es di laut terus ada selama musim dingin.
Studi yang sudah diterbitkan di Jurnal Nature Geoscience ini menyatakan, lautan es di Antartika akan terus meningkat meskipun terjadi pemanasan global.
""Hal itu disebabkan karena es hanya mencair pada lapisan bawah. Sementara pada lapisan atas akan terus bertambah, terutama pada musim dingin,"" kata Richard Bintanja, Peneliti dari Royal Netherlands Meteorological Institute, dilansir BBC, 2 April 2013.
Para peneliti pun memprediksi fenomena berulang ini akan terus berlangsung.
Sementara menurut Paul Holland, peneliti dari British Antarctic Survey, mengatakan tentang temuannya pada tahun lalu. Angin yang bertiup kencang akan membuat es menjauh dari pantai, sehingga membuat es berada di lautan terbuka.
""Kondisi air laut yang dingin memungkinkan es akan kembali terbentuk. Terutama pada musim dingin,"" kata Holland."
Tapi, kini tim peneliti berhasil menemukan jawaban atas terjadinya pemanasan global.
Selama ini, pendapat yang berkembang adalah bagian permukaan es di Antartika telah mencair. Namun, para peneliti percaya, es yang mencair bukan pada permukaannya, tetapi pada lapisan bawahnya, yang mana akan kembali membeku.
Tim peneliti dari Royal Netherlands Meteorological Institute mengatakan, Antartika merupakan sebuah benua yang dikelilingi oleh perairan terbuka, yang sangat memungkinkan es di laut terus ada selama musim dingin.
Studi yang sudah diterbitkan di Jurnal Nature Geoscience ini menyatakan, lautan es di Antartika akan terus meningkat meskipun terjadi pemanasan global.
""Hal itu disebabkan karena es hanya mencair pada lapisan bawah. Sementara pada lapisan atas akan terus bertambah, terutama pada musim dingin,"" kata Richard Bintanja, Peneliti dari Royal Netherlands Meteorological Institute, dilansir BBC, 2 April 2013.
Para peneliti pun memprediksi fenomena berulang ini akan terus berlangsung.
Sementara menurut Paul Holland, peneliti dari British Antarctic Survey, mengatakan tentang temuannya pada tahun lalu. Angin yang bertiup kencang akan membuat es menjauh dari pantai, sehingga membuat es berada di lautan terbuka.
""Kondisi air laut yang dingin memungkinkan es akan kembali terbentuk. Terutama pada musim dingin,"" kata Holland."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





