News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ribuan Hewan dan Tumbuhan Punah Perlahan
Selasa,2013-05-14,10:21:22
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Hutan digunduli, racun disebar di laut dan sungai, pembangunan gedung besar-besaran di darat, dan udara makin disesaki polusi yang menyesakkan dada.
Itulah aktivitas yang dilakukan manusia di rumahnya sendiri. Perubahan iklim pun menjadi teror yang tak bisa dihindari.
Baru-baru ini, tim peneliti dari University of East Anglia, Inggris, mengungkapkan, perubahan iklim akan mengakibatkan sekitar 34 persen spesies hewan yang ada di darat kehilangan habitatnya.
Tak hanya itu, hampir 57 persen tanaman juga akan mengalami ketidakcocokan terhadap lingkungan ""barunya,"" seperti dilansir The Guardian, 13 Mei 2013.
Perlu diketahui, keruntuhan ekosistem ini tentu akan berdampak besar pada kerusakan pertanian, kualitas udara, akses air bersih, dan pariwisata. Menakutkan, ya tentu saja.
Menurut Ketua Tim Peneliti, Rachel Warren, efek dari perubahan iklim tentu akan mengakibatkan matinya ribuan spesies hewan dan tanaman di seluruh dunia.
""Meskipun sudah banyak penelitian tentang pengaruh perubahan iklim terhadap spesies-spesies yang terancam punah, tapi masih sedikit yang diketahui, apakah perubahan iklim akan mempengaruhi spesies-spesies yang umum,"" kata Warren,
Dia menegaskan, berkurangnya sejumlah spesies hewan tentu akan menjadi masalah serius. Penurunan jumlah kecil hewan dapat secara signifikan mengganggu ekosistem alam.
""Penelitian ini telah memprediksi bahwa perubahan iklim dapat mengurangi keanekaragaman spesies yang ada di seluruh dunia. Hilangnya keanekaragaman hayati secara global dapat mengurangi biosfer dan ekosistem,"" ujar Warren.
Dari hasil penelitian menunjukkan spesies reptil dan amfibi adalah hewan yang paling sensiif terhadap perubahan iklim di dalam lingkungannya.
Jumlah hewan dan tanaman yang akan hilang diprediksi berasal dari Afrika Utara, Amerika Tengah, Australia, Asia Tengah, dan Eropa.
""Keanekaragaman spesies hewan dan tanaman di seluruh dunia sangat penting dalam menyeimbangkan ekosistem bagi manusia. Mereka berfungsi sebagai penghasil kualitas udara, pemurnian air, kestabilan tanah, dan daur ulang nutrisi,"" ungkap Warren.
Hasil dari penelitian ini sudah diterbitkan di Jurnal Nature Climate Change. "
Itulah aktivitas yang dilakukan manusia di rumahnya sendiri. Perubahan iklim pun menjadi teror yang tak bisa dihindari.
Baru-baru ini, tim peneliti dari University of East Anglia, Inggris, mengungkapkan, perubahan iklim akan mengakibatkan sekitar 34 persen spesies hewan yang ada di darat kehilangan habitatnya.
Tak hanya itu, hampir 57 persen tanaman juga akan mengalami ketidakcocokan terhadap lingkungan ""barunya,"" seperti dilansir The Guardian, 13 Mei 2013.
Perlu diketahui, keruntuhan ekosistem ini tentu akan berdampak besar pada kerusakan pertanian, kualitas udara, akses air bersih, dan pariwisata. Menakutkan, ya tentu saja.
Menurut Ketua Tim Peneliti, Rachel Warren, efek dari perubahan iklim tentu akan mengakibatkan matinya ribuan spesies hewan dan tanaman di seluruh dunia.
""Meskipun sudah banyak penelitian tentang pengaruh perubahan iklim terhadap spesies-spesies yang terancam punah, tapi masih sedikit yang diketahui, apakah perubahan iklim akan mempengaruhi spesies-spesies yang umum,"" kata Warren,
Dia menegaskan, berkurangnya sejumlah spesies hewan tentu akan menjadi masalah serius. Penurunan jumlah kecil hewan dapat secara signifikan mengganggu ekosistem alam.
""Penelitian ini telah memprediksi bahwa perubahan iklim dapat mengurangi keanekaragaman spesies yang ada di seluruh dunia. Hilangnya keanekaragaman hayati secara global dapat mengurangi biosfer dan ekosistem,"" ujar Warren.
Dari hasil penelitian menunjukkan spesies reptil dan amfibi adalah hewan yang paling sensiif terhadap perubahan iklim di dalam lingkungannya.
Jumlah hewan dan tanaman yang akan hilang diprediksi berasal dari Afrika Utara, Amerika Tengah, Australia, Asia Tengah, dan Eropa.
""Keanekaragaman spesies hewan dan tanaman di seluruh dunia sangat penting dalam menyeimbangkan ekosistem bagi manusia. Mereka berfungsi sebagai penghasil kualitas udara, pemurnian air, kestabilan tanah, dan daur ulang nutrisi,"" ungkap Warren.
Hasil dari penelitian ini sudah diterbitkan di Jurnal Nature Climate Change. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





