News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ini Materi Padat Paling Ringan di Dunia
Kamis,2013-03-28,11:15:20
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Peneliti China berhasil mengukir sejarah dengan menciptakan material padat teringan di dunia.
Materi itu dibuat dengan lembaran salah satu atom dan serat karbon, yang dikembangkan Profesor Gao Chao bersama koleganya di Laboratorium Sains dan rekayasa polimer Universitas Zhejiang, China.
Karbon aerogel, begitulah tim peneliti menamakan material istimewa itu. Aerogel sendiri selama ini dikenal sebagai zat yang berbasis silikon dan merupakan benda padat dengan tingkat kepadatan terendah di dunia.
Materi paling ringan ini memiliki kerapatan 0,16 miligram per kubik centimeter, atau sekitar seperenam kepadatan udara. Dengan demikian, materi ini mengalahkan materi paling ringan sebelumnya, yakni kisi logam dengan kerapatan 0,9 miligram per kubik centimeter.
Kedua material tersebut lebih ringan dibandingkan aerogel berbasis polimer badan antariksa AS (NASA), yang dikembangkan untuk melahirkan debu halus komet dalam studi para ilmuwan.
Guna membuktikan keringanan materi ini, tim ilmuwan menerbitkan gambar material itu sedang berdiri di atas benang sari Bunga Sakura, dan material ini terkesan melayang.
Mengutip laporan China Daily, di laman Popsci, 28 Maret 2013, ilmuwan mengatakan material ini belum rampung, masih dalam tahap pengembangan.
Di masa depan, Profesor Gao Chao mengatakan, para ilmuwan mempertimbangkan material paling ringan itu dapat dirancang untuk menyerap tumpahan minyak atau membersihkan polutan.
Pasalnya, jika bahan yang digunakan untuk menyerap minyak mampu menyerap hingga sepuluh kali, material baru itu diklaim mampu menyerap hingga 900 kali. ""Material ini bisa menyerap 69 gram minyak dalam satu detik,"" ucap Chao.
Di samping itu, para peneliti juga berencana membuat karbon aerogel dalam berbagai bentuk dan ukuran, misalnya seukuran botol sampai bola tenis. Karya peneliti di atas telah diterbitkan pada Jurnal Advanced edisi Februari."
Materi itu dibuat dengan lembaran salah satu atom dan serat karbon, yang dikembangkan Profesor Gao Chao bersama koleganya di Laboratorium Sains dan rekayasa polimer Universitas Zhejiang, China.
Karbon aerogel, begitulah tim peneliti menamakan material istimewa itu. Aerogel sendiri selama ini dikenal sebagai zat yang berbasis silikon dan merupakan benda padat dengan tingkat kepadatan terendah di dunia.
Materi paling ringan ini memiliki kerapatan 0,16 miligram per kubik centimeter, atau sekitar seperenam kepadatan udara. Dengan demikian, materi ini mengalahkan materi paling ringan sebelumnya, yakni kisi logam dengan kerapatan 0,9 miligram per kubik centimeter.
Kedua material tersebut lebih ringan dibandingkan aerogel berbasis polimer badan antariksa AS (NASA), yang dikembangkan untuk melahirkan debu halus komet dalam studi para ilmuwan.
Guna membuktikan keringanan materi ini, tim ilmuwan menerbitkan gambar material itu sedang berdiri di atas benang sari Bunga Sakura, dan material ini terkesan melayang.
Mengutip laporan China Daily, di laman Popsci, 28 Maret 2013, ilmuwan mengatakan material ini belum rampung, masih dalam tahap pengembangan.
Di masa depan, Profesor Gao Chao mengatakan, para ilmuwan mempertimbangkan material paling ringan itu dapat dirancang untuk menyerap tumpahan minyak atau membersihkan polutan.
Pasalnya, jika bahan yang digunakan untuk menyerap minyak mampu menyerap hingga sepuluh kali, material baru itu diklaim mampu menyerap hingga 900 kali. ""Material ini bisa menyerap 69 gram minyak dalam satu detik,"" ucap Chao.
Di samping itu, para peneliti juga berencana membuat karbon aerogel dalam berbagai bentuk dan ukuran, misalnya seukuran botol sampai bola tenis. Karya peneliti di atas telah diterbitkan pada Jurnal Advanced edisi Februari."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





