News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Hati-hati! Malware Android 'BadNews' Mengancam
Senin,2013-04-22,14:04:52
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Bagi yang menggunakan ponsel pintar berbasis sistem operasi Android, Anda patut berhati-hati. Sebuah malware atau file berbahaya jenis baru telah ditemukan di 32 aplikasi Android. Parahnya, file berbahaya ini telah diunduh sebanyak sembilan juta kali.
Malware ini pertama kali ditemukan oleh perusahaan keamanan Lookout Mobile Security. Dalam posting blog-nya, dilaporkan malware yang memiliki nama BadNews ini bersembunyi di dalam 32 aplikasi di Google Play Store.
Dari jumlah itu, diketahui setengahnya berasal dari Rusia. Aplikasi-aplikasi itu menyamar sebagai aplikasi pesan teks (SMS Apps) dan games, seperti Little Fox, Star Knife, Stupid Birds, dan lainnya.
Lookout Mobile Security telah melaporkan kejadian ini pada Google. Dan, Google sudah menghapusnya dari Google Play. Bagi Anda yang masih mempunyainya, ada baiknya segera dihapus.
Diberitakan Techradar, 22 April 2013, aplikasi berbahaya ini berhasil menembus sistem keamanan Google dengan menyamar sebagai program update aplikasi. Dan, kini telah menembus sembilan juta kali unduh.
Marc Rogers, peneliti utama Lookout Mobile Security mengatakan, aplikasi Badnews telah mencuri informasi penting, seperti nomor telepon dan nomor seri handset. ""Selanjutnya informasi itu dikirim ke server mereka,"" kata Rogers.
Modus aplikasi BadNews adalah mengirimkan pesan teks palsu dan menjebak pengguna untuk menginstal aplikasi mereka. Selanjutnya, aplikasi itu meminta pengguna untuk mengirimkan informasi nomor-nomor penting yang ada di ponsel. Jika tidak jeli, pengguna tidak sadar sudah menjadi korban.
""Pesan teks palsu itu seolah-olah meminta pengguna memperbaharui (update) aplikasi yang sudah terinstall. Padahal, itu bukan update. Pengguna malah diminta memberikan beberapa informasi penting,"" kata Rogers.
Rogers pun menyarankan agar para pengguna perangkat pintar Android lebih berhati-hati ketika mengunduh aplikasi yang tidak jelas sumbernya.
Menurut laporan terbaru NQ Mobile, hampir 33 juta perangkat Android telah terinfeksi malware pada tahun 2013. Jumlah itu melesat tiga kali lipat atau 200 persen dibandingkan tahun 2011."
Malware ini pertama kali ditemukan oleh perusahaan keamanan Lookout Mobile Security. Dalam posting blog-nya, dilaporkan malware yang memiliki nama BadNews ini bersembunyi di dalam 32 aplikasi di Google Play Store.
Dari jumlah itu, diketahui setengahnya berasal dari Rusia. Aplikasi-aplikasi itu menyamar sebagai aplikasi pesan teks (SMS Apps) dan games, seperti Little Fox, Star Knife, Stupid Birds, dan lainnya.
Lookout Mobile Security telah melaporkan kejadian ini pada Google. Dan, Google sudah menghapusnya dari Google Play. Bagi Anda yang masih mempunyainya, ada baiknya segera dihapus.
Diberitakan Techradar, 22 April 2013, aplikasi berbahaya ini berhasil menembus sistem keamanan Google dengan menyamar sebagai program update aplikasi. Dan, kini telah menembus sembilan juta kali unduh.
Marc Rogers, peneliti utama Lookout Mobile Security mengatakan, aplikasi Badnews telah mencuri informasi penting, seperti nomor telepon dan nomor seri handset. ""Selanjutnya informasi itu dikirim ke server mereka,"" kata Rogers.
Modus aplikasi BadNews adalah mengirimkan pesan teks palsu dan menjebak pengguna untuk menginstal aplikasi mereka. Selanjutnya, aplikasi itu meminta pengguna untuk mengirimkan informasi nomor-nomor penting yang ada di ponsel. Jika tidak jeli, pengguna tidak sadar sudah menjadi korban.
""Pesan teks palsu itu seolah-olah meminta pengguna memperbaharui (update) aplikasi yang sudah terinstall. Padahal, itu bukan update. Pengguna malah diminta memberikan beberapa informasi penting,"" kata Rogers.
Rogers pun menyarankan agar para pengguna perangkat pintar Android lebih berhati-hati ketika mengunduh aplikasi yang tidak jelas sumbernya.
Menurut laporan terbaru NQ Mobile, hampir 33 juta perangkat Android telah terinfeksi malware pada tahun 2013. Jumlah itu melesat tiga kali lipat atau 200 persen dibandingkan tahun 2011."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





