News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Google Beli Produsen Robot ""Layang-layang"""
Jumat,2013-05-24,16:10:36
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Google kembali mengakuisisi perusahaan untuk mengembangkan portofolionya.
Kali ini, dilansir BBC, 24 Mei 2013, raksasa perusahaan Internet itu membeli Makani Power, perusahaan AS penghasil listrik melalui turbin yang ditambatkan pada robot ""layang-layang"" atau robot bersayap.
Makani Power disebutkan akan menjadi bagian dalam proyek Google X, proyek rahasia riset dan pengembangan Google.
Soal nilai akusisi, Google enggan menjabarkannya secara detail. Google hanya mengaku, sebelum akuisisi itu, telah menginvestasikan dana US$15 juta, setara Rp147 miliar, di Makani.
Kesepakatan keduanya muncul ketika Makani Power sukses menjalankan penerbangan robot layang-layang otomatis pertama dengan daya dari baling-baling.
Dalam penyataan di situs resminya, Makani menyebutkan aksi korporasi ini akan membantu Makani dalam membuat biaya energi angin menjadi kompetitif dengan bahan bakar fosil.
Ketimbang menggunakan turbin konvensional, Makani memiliki eksperimen dengan memakai sayap terbang yang dilengkapi beberapa turbin kecil. Selain menghasilkan daya, turbin itu juga berfungsi sebagai baling-baling kala pesawat lepas landas.
Makani mengklaim, pemasangan turbin pada sayap jauh lebih efisien ketimbang turbin konvensional.
Menanggapi isu cuaca, robot bersayap itu bisa mendarat kapan saja untuk menghindari kerusakan, bisa karena kecepatan angin terlalu tinggi, turbulensi, atau kondisi cuaca buruk.
![]()
600 KW
Robot bersayap itu beroperasi di ketinggian antara 250 sampai 600 meter di atas daratan.
Beberapa waktu lalu, Makani berhasil menyelesaikan uji coba pada prototipe 30 KW untuk melihat sejauh mana sistem kontrol menjalankan peluncuran, melayang, menghasilkan daya sampai mendarat tanpa campur tangan manusia.
Uji coba itu juga untuk mengetahui bagaimana model robot dapat bekerja menghasilkan daya yang lebih besar. Perusahaan berharap model dapat menghasilkan daya 600 kW, dengan biaya yang lebih terjangkau daripada turbin angin di lepas pantai.
Pada model itu, daya dihasilkan dari sayap terbang dengan lintasan melingkar, energi listrik lantas ditransmisikan ke daratan melalui konduksi inti tambatan.
Proyek Google X merupakan ide besar Google untuk mewujudkan teknologi inovatif. Laboratorium Google X sebelumnya telah menghasilkan inisiasi mobil yang dapat berjalan secara mandiri, self-driving car.
"
Kali ini, dilansir BBC, 24 Mei 2013, raksasa perusahaan Internet itu membeli Makani Power, perusahaan AS penghasil listrik melalui turbin yang ditambatkan pada robot ""layang-layang"" atau robot bersayap.
Makani Power disebutkan akan menjadi bagian dalam proyek Google X, proyek rahasia riset dan pengembangan Google.
Soal nilai akusisi, Google enggan menjabarkannya secara detail. Google hanya mengaku, sebelum akuisisi itu, telah menginvestasikan dana US$15 juta, setara Rp147 miliar, di Makani.
Kesepakatan keduanya muncul ketika Makani Power sukses menjalankan penerbangan robot layang-layang otomatis pertama dengan daya dari baling-baling.
Dalam penyataan di situs resminya, Makani menyebutkan aksi korporasi ini akan membantu Makani dalam membuat biaya energi angin menjadi kompetitif dengan bahan bakar fosil.
Ketimbang menggunakan turbin konvensional, Makani memiliki eksperimen dengan memakai sayap terbang yang dilengkapi beberapa turbin kecil. Selain menghasilkan daya, turbin itu juga berfungsi sebagai baling-baling kala pesawat lepas landas.
Makani mengklaim, pemasangan turbin pada sayap jauh lebih efisien ketimbang turbin konvensional.
Menanggapi isu cuaca, robot bersayap itu bisa mendarat kapan saja untuk menghindari kerusakan, bisa karena kecepatan angin terlalu tinggi, turbulensi, atau kondisi cuaca buruk.
600 KW
Robot bersayap itu beroperasi di ketinggian antara 250 sampai 600 meter di atas daratan.
Beberapa waktu lalu, Makani berhasil menyelesaikan uji coba pada prototipe 30 KW untuk melihat sejauh mana sistem kontrol menjalankan peluncuran, melayang, menghasilkan daya sampai mendarat tanpa campur tangan manusia.
Uji coba itu juga untuk mengetahui bagaimana model robot dapat bekerja menghasilkan daya yang lebih besar. Perusahaan berharap model dapat menghasilkan daya 600 kW, dengan biaya yang lebih terjangkau daripada turbin angin di lepas pantai.
Pada model itu, daya dihasilkan dari sayap terbang dengan lintasan melingkar, energi listrik lantas ditransmisikan ke daratan melalui konduksi inti tambatan.
Proyek Google X merupakan ide besar Google untuk mewujudkan teknologi inovatif. Laboratorium Google X sebelumnya telah menghasilkan inisiasi mobil yang dapat berjalan secara mandiri, self-driving car.
"
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 5Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





