News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"""Erna Besi"" Bersiap Jadi Pemimpin Baru Norwegia"
Selasa,2013-09-10,02:27:50

(IANnews.id) "
(IANNnews) Oslo - Erna Solberg bersiap menjadi Perdana Menteri Norwegia yang baru setelah partai yang dia pimpin menang pemilu awal pekan ini. Politisi berusia 52 tahun itu mengukir sejarah sebagai perempuan kedua yang berhasil jadi PM Norwegia sekaligus pemimpin pertama dari Partai Konservatif sejak 1990.
""Para pemilih telah membuat kemenangan pemilu yang bersejarah bagi partai-partai sayap kanan. Kami akan memberikan negeri ini pemerintahan baru,"" kata Solberg kepada para pendukungnya di Ibukota Oslo, seperti dikutip stasiun berita BBC, pada Senin malam waktu setempat.
Lawannya, Jens Stoltenberg, dengan sportif mengaku kalah dan mengucapkan selamat kepada calon PM baru. Memerintah sejak 2005, Stoltenberg akan mundur sebagai PM setelah memaparkan rencana anggaran belanja negara Oktober mendatang.
""Sesuai dengan tradisi parlemen Norwegia, saya akan mundur dari pemerintahan setelah presentasi anggaran negara pada 14 Oktober mendatang. Saat itu sudah akan ada basis parlemen untuk pemerintahan baru,"" kata Stoltenberg, yang memimpin Partai Buruh.
Solberg dikenal sebagai politisi dengan watak yang keras, sehingga sempat berjuluk ""Erna Besi."" Dia lebih memfokuskan kepada isu tertentu, seperti mendahulukan isu pemotongan pajak bagi kaum kaya dan pebisnis ketimbang mendukung program kesejahteraan bagi rakyat.
Sikap keras Solberg juga dia tunjukkan saat menjadi Menteri Urusan Pemerintahan Daerah dalam kabinet koalisi tengah-kanan periode 2001-2005. Dia saat itu memperketat aturan imigrasi bagi para pendatang.
Berubah Sikap
Namun, belakangan ini, pemimpin partai sayap kanan itu memperlunak sikapnya dan berkomitmen lebih mempedulikan isu-isu yang langsung menyentuh para pemilih, seperti lapangan kerja, kesehatan, dan sekolah. Pada 2011 dia menulis buku berjudul ""Rakyat, Bukan Miliarder"" yang menggambarkan perubahan pandangan politiknya.
Bagi kalangan pengamat, transformasi itu turut mendukung kemenangan Partai Konservatif pimpinan Solberg beserta para partai mitra berhaluan tengah-kanan pada Pemilu parlemen Senin kemarin. Mayoritas pemilih pun tampak ingin adanya perubahan, setelah delapan tahun diperintah kubu tengah-kiri pimpinan Stoltenberg.
Solberg pun tak kuasa menahan air mata saat dia mengucapkan terima kasih kepada suaminya dan kedua anaknya yang masih remaja atas dukungan mereka. Para pendukungnya pun mengelu-elukan namanya, ""Erna! Erna!""
Kemenangan ini berbanding terbalik pada awal 2009. Saat itu, Solberg didesak mundur dari ketua Partai Konservatif oleh para koleganya karena dia dianggap tidak dekat dengan para pemilih. Solberg akhirnya berubah setelah mendapat kritik tajam dari sesama politisi dan mendapat julukan tidak enak dari kalangan media massa, Perempuan Besi.
""Kami dulu mengira rakyat melihat kami sebagai kaum yang perhatian dengan kehidupan rutin. Sebagian besar orang melihat kami, ya memang bagus menjalankan perekonomian, namun tidak tertarik dengan kehidupan masyarakat setiap hari,"" kata Solberg. "
""Para pemilih telah membuat kemenangan pemilu yang bersejarah bagi partai-partai sayap kanan. Kami akan memberikan negeri ini pemerintahan baru,"" kata Solberg kepada para pendukungnya di Ibukota Oslo, seperti dikutip stasiun berita BBC, pada Senin malam waktu setempat.
Lawannya, Jens Stoltenberg, dengan sportif mengaku kalah dan mengucapkan selamat kepada calon PM baru. Memerintah sejak 2005, Stoltenberg akan mundur sebagai PM setelah memaparkan rencana anggaran belanja negara Oktober mendatang.
""Sesuai dengan tradisi parlemen Norwegia, saya akan mundur dari pemerintahan setelah presentasi anggaran negara pada 14 Oktober mendatang. Saat itu sudah akan ada basis parlemen untuk pemerintahan baru,"" kata Stoltenberg, yang memimpin Partai Buruh.
Solberg dikenal sebagai politisi dengan watak yang keras, sehingga sempat berjuluk ""Erna Besi."" Dia lebih memfokuskan kepada isu tertentu, seperti mendahulukan isu pemotongan pajak bagi kaum kaya dan pebisnis ketimbang mendukung program kesejahteraan bagi rakyat.
Sikap keras Solberg juga dia tunjukkan saat menjadi Menteri Urusan Pemerintahan Daerah dalam kabinet koalisi tengah-kanan periode 2001-2005. Dia saat itu memperketat aturan imigrasi bagi para pendatang.
Berubah Sikap
Namun, belakangan ini, pemimpin partai sayap kanan itu memperlunak sikapnya dan berkomitmen lebih mempedulikan isu-isu yang langsung menyentuh para pemilih, seperti lapangan kerja, kesehatan, dan sekolah. Pada 2011 dia menulis buku berjudul ""Rakyat, Bukan Miliarder"" yang menggambarkan perubahan pandangan politiknya.
Bagi kalangan pengamat, transformasi itu turut mendukung kemenangan Partai Konservatif pimpinan Solberg beserta para partai mitra berhaluan tengah-kanan pada Pemilu parlemen Senin kemarin. Mayoritas pemilih pun tampak ingin adanya perubahan, setelah delapan tahun diperintah kubu tengah-kiri pimpinan Stoltenberg.
Solberg pun tak kuasa menahan air mata saat dia mengucapkan terima kasih kepada suaminya dan kedua anaknya yang masih remaja atas dukungan mereka. Para pendukungnya pun mengelu-elukan namanya, ""Erna! Erna!""
Kemenangan ini berbanding terbalik pada awal 2009. Saat itu, Solberg didesak mundur dari ketua Partai Konservatif oleh para koleganya karena dia dianggap tidak dekat dengan para pemilih. Solberg akhirnya berubah setelah mendapat kritik tajam dari sesama politisi dan mendapat julukan tidak enak dari kalangan media massa, Perempuan Besi.
""Kami dulu mengira rakyat melihat kami sebagai kaum yang perhatian dengan kehidupan rutin. Sebagian besar orang melihat kami, ya memang bagus menjalankan perekonomian, namun tidak tertarik dengan kehidupan masyarakat setiap hari,"" kata Solberg. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





