News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Diduga Sadap Data Pengguna, Ini Respons Google Indonesia"
Kamis,2013-07-04,09:24:26
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Google bersama sejumlah perusahaan teknologi lain di Amerika Serikat tengah tersandung dugaan penyadapan data pengguna Internet yang dilakukan oleh Badan Keamanan AS (NSA).
Google dilaporkan telah memberi akses data kepada NSA dalam upaya penyadapan. Tak pelak, raksasa mesin pencari Internet itu menuai protes dari para pengguna Internet di Negeri Paman Sam.
Nah, bagaimana dengan kebijakan Google di Indonesia?
Saat ditanya, apakah pemerintah Indonesia melakukan hal yang serupa dengan NSA, Country Head Google Indonesia Rudy Ramawy langsung membantahnya.
""Respons Google (terhadap isu itu) secara resmi sesuai rilis legal officer Google, berlaku untuk Google seluruh dunia, termasuk Indonesia, tidak memberikan akses data pengguna pada siapapun,"" ujar Rudy usai acara Indonesia Innovate di Jakarta, Rabu 3 Juli 2013.
Namun, Rudy mengakui, secara global, Google pernah menerima permintaan data pengguna. ""Kalau (Google) global, pernah menerima permintaan itu—meminta data-data pengguna,"" aku Rudy.
Namun, ia menegaskan kembali, meski menerima permintaan, Google tidak pernah sekalipun memberikan data pengguna.
""Kami berjalan sesuai hukum yang berlaku,"" Rudy berkilah.
Soal upaya permintaan serupa oleh lembaga pemerintahan Indonesia, Rudy memilih angkat tangan. Ia malah meminta untuk konfirmasi langsung ke badan pemerintah.
""Silakan tanya langsung ke Kominfo atau BIN,"" ujarnya."
Google dilaporkan telah memberi akses data kepada NSA dalam upaya penyadapan. Tak pelak, raksasa mesin pencari Internet itu menuai protes dari para pengguna Internet di Negeri Paman Sam.
Nah, bagaimana dengan kebijakan Google di Indonesia?
Saat ditanya, apakah pemerintah Indonesia melakukan hal yang serupa dengan NSA, Country Head Google Indonesia Rudy Ramawy langsung membantahnya.
""Respons Google (terhadap isu itu) secara resmi sesuai rilis legal officer Google, berlaku untuk Google seluruh dunia, termasuk Indonesia, tidak memberikan akses data pengguna pada siapapun,"" ujar Rudy usai acara Indonesia Innovate di Jakarta, Rabu 3 Juli 2013.
Namun, Rudy mengakui, secara global, Google pernah menerima permintaan data pengguna. ""Kalau (Google) global, pernah menerima permintaan itu—meminta data-data pengguna,"" aku Rudy.
Namun, ia menegaskan kembali, meski menerima permintaan, Google tidak pernah sekalipun memberikan data pengguna.
""Kami berjalan sesuai hukum yang berlaku,"" Rudy berkilah.
Soal upaya permintaan serupa oleh lembaga pemerintahan Indonesia, Rudy memilih angkat tangan. Ia malah meminta untuk konfirmasi langsung ke badan pemerintah.
""Silakan tanya langsung ke Kominfo atau BIN,"" ujarnya."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





