News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Di Puncak Sukses, Direktur Android Malah Lengser"
Jumat,2013-03-15,13:19:20
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Perusahaan raksasa Internet dunia, Google, baru-baru ini mengumumkan pergantian arsitek sistem operasi Android, yang sebelumnya ditangani Andy Rubin kini dijabat Sundar Pichai.
Sundar Pichai sebelumnya membawahi divisi browser Chrome dan aplikasi seperti Google Drive dan Gmail.
Google menunjuknya untuk mengambil alih tanggung jawab Rubin. Pergantian ini mengisyaratkan respons Google atas peningkatan perangkat mobile.
Dalam sebuah posting blog, yang dilansir Reuters, Kamis 14 Maret 2013, pendiri dan direktur eksekutif Google Larry Page memberikan kredit tinggi atas upaya Andy Rubin dalam merintis Android beberapa tahun lalu.
Android sukses menguasai tiga seperempat ponsel pintar di dunia hari ini, termasuk pada perangkat Samsung dan HTC.
""Setelah melampaui tujuan ambisius yang luar biasa, dengan kepemimpinan yang kuat, kami bermimpi untuk Android,"" tulis Page dalam blog resmi.
""Keputusan Andy adalah waktu untuk menyerahkan kendali dan memulai babak baru di Google. Sekali lagi, lompatan yang luar biasa lagi, Andy,"" pujinya.
Di bawah arahan Pichai, Google telah merilis beberapa komputer netbook menggunakan sistem operasi Chrome. Bulan lalu saja, muncul Chromebook Pixel, laptop berbasis Chrome pertama dengan antarmuka layar sentuh, yang disebut-sebut akan menjadi ""predator"" MacBook Pro.
Dengan demikian, analis melihat antara Chrome dan Android berada pada jalur konvergen. ""Anda punya sistem operasi Chrome dan divisi Android yang membangun ekosistem saling mendukung,"" kata Michael Gartenberg, analis Gartner.
Gartenberg berpendapat bahwa meski Android tengah populer, tapi tetap Chrome merupakan inti dari strategi Google. ""Bagi Google, ini bukan hanya tentang platform, tetapi ekosistem,"" jelasnya. ""Mereka lebih peduli pada jangka panjang terhadap Google Docs, Google Voice, Google Books.""
Dia juga menuturkan, Chrome merupakan ekspresi paling murni dari filosofi Google.
Kemanakah Rubin?
Beberapa analis berspekulasi, dengan rekam jejak Rubin dalam pengembangan produk, mantan direktur Android ini bisa diposisikan untuk mengembangkan proyek Google Glass atau mobil self driving besutan Google.
""Jika dia benar-benar memiliki sentuhan ajaib, mungkin dia bisa membuat sesuatu yang lain dalam Google,"" kata Colin Gillis, seorang analis di BGC Partners.
Sementara Pichai, Page mengatakan, akan menciptakan produk-produk yang secara teknis mudah digunakan. ""Saya tahu, pekerjaan atau peran yang sulit dijalankan Andy, akan dilakukan Pichai, meningkatkan kinerja Android hingga dua kali lipat dan menjadikannya motor dalam pengembangan ekosistem Google,"" jelas Page."
Sundar Pichai sebelumnya membawahi divisi browser Chrome dan aplikasi seperti Google Drive dan Gmail.
Google menunjuknya untuk mengambil alih tanggung jawab Rubin. Pergantian ini mengisyaratkan respons Google atas peningkatan perangkat mobile.
Dalam sebuah posting blog, yang dilansir Reuters, Kamis 14 Maret 2013, pendiri dan direktur eksekutif Google Larry Page memberikan kredit tinggi atas upaya Andy Rubin dalam merintis Android beberapa tahun lalu.
Android sukses menguasai tiga seperempat ponsel pintar di dunia hari ini, termasuk pada perangkat Samsung dan HTC.
""Setelah melampaui tujuan ambisius yang luar biasa, dengan kepemimpinan yang kuat, kami bermimpi untuk Android,"" tulis Page dalam blog resmi.
""Keputusan Andy adalah waktu untuk menyerahkan kendali dan memulai babak baru di Google. Sekali lagi, lompatan yang luar biasa lagi, Andy,"" pujinya.
Di bawah arahan Pichai, Google telah merilis beberapa komputer netbook menggunakan sistem operasi Chrome. Bulan lalu saja, muncul Chromebook Pixel, laptop berbasis Chrome pertama dengan antarmuka layar sentuh, yang disebut-sebut akan menjadi ""predator"" MacBook Pro.
Dengan demikian, analis melihat antara Chrome dan Android berada pada jalur konvergen. ""Anda punya sistem operasi Chrome dan divisi Android yang membangun ekosistem saling mendukung,"" kata Michael Gartenberg, analis Gartner.
Gartenberg berpendapat bahwa meski Android tengah populer, tapi tetap Chrome merupakan inti dari strategi Google. ""Bagi Google, ini bukan hanya tentang platform, tetapi ekosistem,"" jelasnya. ""Mereka lebih peduli pada jangka panjang terhadap Google Docs, Google Voice, Google Books.""
Dia juga menuturkan, Chrome merupakan ekspresi paling murni dari filosofi Google.
Kemanakah Rubin?
Beberapa analis berspekulasi, dengan rekam jejak Rubin dalam pengembangan produk, mantan direktur Android ini bisa diposisikan untuk mengembangkan proyek Google Glass atau mobil self driving besutan Google.
""Jika dia benar-benar memiliki sentuhan ajaib, mungkin dia bisa membuat sesuatu yang lain dalam Google,"" kata Colin Gillis, seorang analis di BGC Partners.
Sementara Pichai, Page mengatakan, akan menciptakan produk-produk yang secara teknis mudah digunakan. ""Saya tahu, pekerjaan atau peran yang sulit dijalankan Andy, akan dilakukan Pichai, meningkatkan kinerja Android hingga dua kali lipat dan menjadikannya motor dalam pengembangan ekosistem Google,"" jelas Page."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





