News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Astronom Temukan Bulan Baru di Planet Neptunus
Rabu,2013-07-17,10:37:15
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pada astronom dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil menemukan satu bulan baru yang mengitari Planet Neptunus.
Bulan baru itu berukuran kecil, diameternya hanya 12 mil, setara 19 kilometer, dan memiliki jarak 65.400 mil, sekitar 105.251 kilometer dari permukaan Neptunus.
Jadi, secara total, Neptunus kini mempunyai 14 planet yang mengorbitinya, dilansir Daily Mail, 17 Juli 2013.
Astronom yang pertama melihat keberadaan bulan baru itu adalah Mark Showalter. Mulanya, dia bersama tim SETI Institute di Mountain View, California, sedang mengamati luar angkasa melalui Teleskop Hubble Space yang memeriksa bulan dan cincin bulan di sekitar Neptunus.
Karena tidak menemukan cincin baru, maka tim astronom itu memutuskan untuk menganalisis bagian langit yang lebih luas.
""Kami telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk melihat cincin bulan di Neptunus. Akhirnya, kami memutuskan, OK, mari kita lihat yang lebih luas,"" kata Showalter.
Showalter pun mengubah program pada Teleskop Hubble Space, bukan hanya daerah cincin bulan yang diamati, tapi juga daerah yang lebih luas ikut diamati.
""Setelah menunggu satu jam sampai proses pengamatan baru selesai dilaksanakan, akhirnya saya pergi meninggalkan ruangan,"" ujar Showalter.
![]()
""Ketika saya kembali ke ruangan dan melihat layar pemantauan, saya menemukan satu titik baru yang seharusnya tidak berada di sana,"" dia mengisahkan.
Setelah melalui proses verifikasi lebih lanjut, maka gambar titik yang diambil oleh Teleskop Hubble Space diperbesar, lalu dinyatakan sebagai sebuah bulan.
""Kami masih belum percaya dapat menemukan bulan baru itu,"" kata Showalter.
Showalter dan tim astronom telah mengusulkan nama bulan itu ke International Astronomical Union (IAU), yang mempunyai kewenangan dalam penamaan benda langit.
Saat ini bulan baru itu memiliki nama sementara S/2004 N 1. Letaknya berada di antara bulan Larissa dan Proteus.
"
Bulan baru itu berukuran kecil, diameternya hanya 12 mil, setara 19 kilometer, dan memiliki jarak 65.400 mil, sekitar 105.251 kilometer dari permukaan Neptunus.
Jadi, secara total, Neptunus kini mempunyai 14 planet yang mengorbitinya, dilansir Daily Mail, 17 Juli 2013.
Astronom yang pertama melihat keberadaan bulan baru itu adalah Mark Showalter. Mulanya, dia bersama tim SETI Institute di Mountain View, California, sedang mengamati luar angkasa melalui Teleskop Hubble Space yang memeriksa bulan dan cincin bulan di sekitar Neptunus.
Karena tidak menemukan cincin baru, maka tim astronom itu memutuskan untuk menganalisis bagian langit yang lebih luas.
""Kami telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk melihat cincin bulan di Neptunus. Akhirnya, kami memutuskan, OK, mari kita lihat yang lebih luas,"" kata Showalter.
Showalter pun mengubah program pada Teleskop Hubble Space, bukan hanya daerah cincin bulan yang diamati, tapi juga daerah yang lebih luas ikut diamati.
""Setelah menunggu satu jam sampai proses pengamatan baru selesai dilaksanakan, akhirnya saya pergi meninggalkan ruangan,"" ujar Showalter.
""Ketika saya kembali ke ruangan dan melihat layar pemantauan, saya menemukan satu titik baru yang seharusnya tidak berada di sana,"" dia mengisahkan.
Setelah melalui proses verifikasi lebih lanjut, maka gambar titik yang diambil oleh Teleskop Hubble Space diperbesar, lalu dinyatakan sebagai sebuah bulan.
""Kami masih belum percaya dapat menemukan bulan baru itu,"" kata Showalter.
Showalter dan tim astronom telah mengusulkan nama bulan itu ke International Astronomical Union (IAU), yang mempunyai kewenangan dalam penamaan benda langit.
Saat ini bulan baru itu memiliki nama sementara S/2004 N 1. Letaknya berada di antara bulan Larissa dan Proteus.
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





