News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Arab Saudi Dukung Serangan AS ke Suriah
Senin,2013-09-09,12:15:39
(IANnews.id) "
(IANNnews) Arab Saudi - Pemerintah Arab Saudi mendukung penuh intervensi militer Amerika Serikat dan sekutunya ke Suriah. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry usai bertemu menteri-menteri Liga Arab, termasuk Menlu Saudi, Saud al-Faisal.
""Mereka mendukung serangan dan langkah aksi. Mereka meyakini bahwa langkah ini sangat penting,"" kata Kerry usai pertemuan di Paris, Prancis, seperti dilansir CNN.
Kerry mengatakan bahwa dia telah melakukan pembicaraan bilateral yang konstruktif dengan Saud. Arab Saudi, lanjutnya, adalah salah satu negara yang menandatangani pernyataan mengutuk penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah bulan lalu.
Arab Saudi selama ini berada di garis depan penentangan terhadap kekerasan Bashar al-Assad di Suriah. Setelah penyerangan senjata kimia di Ghouta yang menewaskan lebih dari 1.400 orang bulan lalu, Saudi semakin gencar melakukan lobi internasional untuk menghentikan kekejaman.
Arab Saudi memiliki kekuatan udara dan darat yang tidak bisa dianggap enteng. Namun Kerajaan Saudi belum berencana menggunakan senjatanya untuk menyerang Suriah. Menurut CNN, militer Saudi tidak akan dikerahkan demi mencegah tersebarnya konflik di Semenanjung Arab.
Kendati demikian, Saudi telah mengirimkan bantuan berupa logistik pada para pengungsi Suriah di berbagai negara tetangga. Saudi juga dilaporkan mengirimkan bantuan persenjataan pada para pejuang Suriah.
Kerry mengatakan, Saudi dan negara-negara Arab lainnya di Liga Arab sepakat mengecam kekejaman Assad pada insiden 21 Agustus lalu. Bersama dengan para Menlu Liga Arab, Kerry berdiskusi soal langkah yang diperlukan untuk mencegah Assad menggunakan kembali senjata kimianya.
""Dalam pembicaraan hari ini, semuanya sepakat -tidak ada satu pun yang menentang- bahwa penggunaan senjata kimia Assad yang menewaskan ratusan orang tidak berdosa, termasuk sedikitnya 426 anak-anak, telah melampaui batasan internasional, global,"" kata Kerry. "
""Mereka mendukung serangan dan langkah aksi. Mereka meyakini bahwa langkah ini sangat penting,"" kata Kerry usai pertemuan di Paris, Prancis, seperti dilansir CNN.
Kerry mengatakan bahwa dia telah melakukan pembicaraan bilateral yang konstruktif dengan Saud. Arab Saudi, lanjutnya, adalah salah satu negara yang menandatangani pernyataan mengutuk penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah bulan lalu.
Arab Saudi selama ini berada di garis depan penentangan terhadap kekerasan Bashar al-Assad di Suriah. Setelah penyerangan senjata kimia di Ghouta yang menewaskan lebih dari 1.400 orang bulan lalu, Saudi semakin gencar melakukan lobi internasional untuk menghentikan kekejaman.
Arab Saudi memiliki kekuatan udara dan darat yang tidak bisa dianggap enteng. Namun Kerajaan Saudi belum berencana menggunakan senjatanya untuk menyerang Suriah. Menurut CNN, militer Saudi tidak akan dikerahkan demi mencegah tersebarnya konflik di Semenanjung Arab.
Kendati demikian, Saudi telah mengirimkan bantuan berupa logistik pada para pengungsi Suriah di berbagai negara tetangga. Saudi juga dilaporkan mengirimkan bantuan persenjataan pada para pejuang Suriah.
Kerry mengatakan, Saudi dan negara-negara Arab lainnya di Liga Arab sepakat mengecam kekejaman Assad pada insiden 21 Agustus lalu. Bersama dengan para Menlu Liga Arab, Kerry berdiskusi soal langkah yang diperlukan untuk mencegah Assad menggunakan kembali senjata kimianya.
""Dalam pembicaraan hari ini, semuanya sepakat -tidak ada satu pun yang menentang- bahwa penggunaan senjata kimia Assad yang menewaskan ratusan orang tidak berdosa, termasuk sedikitnya 426 anak-anak, telah melampaui batasan internasional, global,"" kata Kerry. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





