News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Alat Deteksi Pembuluh Darah Ini Buatan Mahasiswa Yogya
Jumat,2013-07-05,15:18:46
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan alat pendeteksi pembuluh darah balita generasi ketiga.
Keunggulan dari generasi ketiga ini terletak pada energi yang dikeluarkan alat ini, yang diklaim lebih hemat dari dua generasi sebelumnya.
Adalah Dian Budi Santoso bersama Fajar Eka Septiyadi dan Dhorizqy FSD Satria dari Fakultas Teknik Elektro, dan Irania Dwi W dari Fakultas Teknik Informatika yang mengembangkan alat pendeteksi pembuluh darah balita generasi ketiga.
Budi menjelaskan, alat pendeteksi pembuluh darah balita generasi ketiga ini menggunakan optimasi fuzzy logic.
""Fuzzy logic merupakan pengatur cahaya dengan teknik pengontrolan cahaya, yang diharapkan dapat menembus kulit dan daging bayi, sehingga membantu perawat untuk menginfus bayi, serta mencegah pecahnya nadi bayi saat penyuntikan,"" kata Budi, di Kampus Terpadu UMY, Yogyakarta, Jumat 5 Juli 2013.
Mahasiswa Teknik Elektro UMY ini memaparkan, komponen dari generasi ketiga ini masih sama dengan alat pendeteksi pembuluh darah generasi sebelumnya. Alat ini dikembangkan oleh Ade Pajar Pirdianto, yang juga mahasiswa Teknik Elektro UMY, di mana ada pengelompokan usia yang berpengaruh pada pancaran cahaya.
""Dengan pengelompokan usia, maka kita bisa mengatur nyala LED pada alat tersebut, disesuaikan karakter kulit bayi,"" paparnya.
Fajar menerangkan, komponen alat baru ini juga menggunakan LED Super Fluks, yang membuat hasil cahayanya lebih terang.
""LED, atau Light Emitting Diode, merupakan lampu pada alat ini yang cahayanya akan menembus kulit balita, sehingga pembuluh darahnya akan terlihat,"" terangnya.
Telah Diuji
Fajar menuturkan, alat pendeteksi pembuluh darah generasi ketiga itu telah diuji di Rumah Sakit PKU Yogyakarta.
""Alat ini sudah diuji coba langsung oleh perawat kepada balita usia dua minggu sampai tiga tahun, dan para perawat tersebut merasakan manfaat alat ini,"" tuturnya.
Alat ini diharapakan dapat meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di Indonesia. ""Akan meningkatkan kualitas tempat pelayanan di rumah sakit dan puskesmas,"" ujarnya."
Keunggulan dari generasi ketiga ini terletak pada energi yang dikeluarkan alat ini, yang diklaim lebih hemat dari dua generasi sebelumnya.
Adalah Dian Budi Santoso bersama Fajar Eka Septiyadi dan Dhorizqy FSD Satria dari Fakultas Teknik Elektro, dan Irania Dwi W dari Fakultas Teknik Informatika yang mengembangkan alat pendeteksi pembuluh darah balita generasi ketiga.
Budi menjelaskan, alat pendeteksi pembuluh darah balita generasi ketiga ini menggunakan optimasi fuzzy logic.
""Fuzzy logic merupakan pengatur cahaya dengan teknik pengontrolan cahaya, yang diharapkan dapat menembus kulit dan daging bayi, sehingga membantu perawat untuk menginfus bayi, serta mencegah pecahnya nadi bayi saat penyuntikan,"" kata Budi, di Kampus Terpadu UMY, Yogyakarta, Jumat 5 Juli 2013.
Mahasiswa Teknik Elektro UMY ini memaparkan, komponen dari generasi ketiga ini masih sama dengan alat pendeteksi pembuluh darah generasi sebelumnya. Alat ini dikembangkan oleh Ade Pajar Pirdianto, yang juga mahasiswa Teknik Elektro UMY, di mana ada pengelompokan usia yang berpengaruh pada pancaran cahaya.
""Dengan pengelompokan usia, maka kita bisa mengatur nyala LED pada alat tersebut, disesuaikan karakter kulit bayi,"" paparnya.
Fajar menerangkan, komponen alat baru ini juga menggunakan LED Super Fluks, yang membuat hasil cahayanya lebih terang.
""LED, atau Light Emitting Diode, merupakan lampu pada alat ini yang cahayanya akan menembus kulit balita, sehingga pembuluh darahnya akan terlihat,"" terangnya.
Telah Diuji
Fajar menuturkan, alat pendeteksi pembuluh darah generasi ketiga itu telah diuji di Rumah Sakit PKU Yogyakarta.
""Alat ini sudah diuji coba langsung oleh perawat kepada balita usia dua minggu sampai tiga tahun, dan para perawat tersebut merasakan manfaat alat ini,"" tuturnya.
Alat ini diharapakan dapat meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di Indonesia. ""Akan meningkatkan kualitas tempat pelayanan di rumah sakit dan puskesmas,"" ujarnya."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





