News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Prabowo
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengingatkan rakyat Indonesia agar berhati-hati dalam memilih pemimpin. Dia menyatakan, pemimpin Indonesia itu harus konsisten dengan ucapannya.
Kalau syarat itu tidak dimiliki seorang calon pemimpin, hal itu bisa berbahaya bagi kelangsungan bangsa Indonesia. "Sabda pandhita ratu, tan kena wola wali. Berbudi bawa laksana. Berbahaya, jika pemimpin Indonesia mencla-mencle. Gunakan hak pilih saudara," kata Prabowo melalui akun Twitter, @Prabowo08 pada Senin (17/3).
Meski pesan itu tidak diketahui ditujukan kepada siapa, kuat dugaan Prabowo tengah menyinggung PDIP. Itu lantaran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mencoba mengingkari Perjanjian Batu Tulis yang dibuat bersama dengan Gerindra pada 2009.
Salah satu poin perjanjian adalah bakal mengusung Prabowo sebagai capres 2014. Namun, dinamika politik membuat PDIP menjadikan Gubernur DKI Jokowi sebagai capres 2014.
Kalau syarat itu tidak dimiliki seorang calon pemimpin, hal itu bisa berbahaya bagi kelangsungan bangsa Indonesia. "Sabda pandhita ratu, tan kena wola wali. Berbudi bawa laksana. Berbahaya, jika pemimpin Indonesia mencla-mencle. Gunakan hak pilih saudara," kata Prabowo melalui akun Twitter, @Prabowo08 pada Senin (17/3).
Meski pesan itu tidak diketahui ditujukan kepada siapa, kuat dugaan Prabowo tengah menyinggung PDIP. Itu lantaran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mencoba mengingkari Perjanjian Batu Tulis yang dibuat bersama dengan Gerindra pada 2009.
Salah satu poin perjanjian adalah bakal mengusung Prabowo sebagai capres 2014. Namun, dinamika politik membuat PDIP menjadikan Gubernur DKI Jokowi sebagai capres 2014.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





