News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Joko Widodo
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Meski pengadaan bus pada 2013 bermasalah, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak kapok. Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi akan tetap membeli 4.000 bus tahun ini, sesuai dengan rencana awal.
"Ya kita tetap lanjut beli bus," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu, Rabu (5/3).
Dia menjelaskan, 4.000 bus yang akan dibeli tahun ini terdiri dari 1.000 unit bus Transjakarta dan 3.000 unit bus sedang. Anggaran untuk membeli bus-bus tersebut pun sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 sebesar Rp 5 triliun.
Jokowi mengaku, Pemprov menginginkan agar permintaan 4.000 bus itu bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri sendiri. Namun demikian, kata dia, hal itu tergantung dari pemenang tender nantinya.
Sementara itu, mengenai bus-bus rusak yang belum dibayar lunas, Jokowi mengaku pihaknya belum bisa menentukan langkah. Sebab, kata dia, Pemprov masih akan menunggu hasil laporan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terlebih dahulu. Selanjutnya, barulah bisa diputuskan apakah 656 bus asal Cina itu harus dilunasi atau tidak.
"Sampai sekarang kan belum dibayar. Kalau dianggap busnya baik oleh yang ngerti, ya dibayar. Kalau tidak baik, masa suruh bayar," ujarnya.
"Ya kita tetap lanjut beli bus," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu, Rabu (5/3).
Dia menjelaskan, 4.000 bus yang akan dibeli tahun ini terdiri dari 1.000 unit bus Transjakarta dan 3.000 unit bus sedang. Anggaran untuk membeli bus-bus tersebut pun sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 sebesar Rp 5 triliun.
Jokowi mengaku, Pemprov menginginkan agar permintaan 4.000 bus itu bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri sendiri. Namun demikian, kata dia, hal itu tergantung dari pemenang tender nantinya.
Sementara itu, mengenai bus-bus rusak yang belum dibayar lunas, Jokowi mengaku pihaknya belum bisa menentukan langkah. Sebab, kata dia, Pemprov masih akan menunggu hasil laporan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terlebih dahulu. Selanjutnya, barulah bisa diputuskan apakah 656 bus asal Cina itu harus dilunasi atau tidak.
"Sampai sekarang kan belum dibayar. Kalau dianggap busnya baik oleh yang ngerti, ya dibayar. Kalau tidak baik, masa suruh bayar," ujarnya.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





