News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Joko Widodo
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan basis pembangunan nasional Indonesia sebagai negara agraris adalah pertanian. Jadi, katanya, Indonesia harus fokus dan memusatkan pembangunan perekonomian dalam bidang pertanian.
Dari pembangunan dasar di bidang pertanian ini, secara bertahap pemerintah dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian di Indonesia. Itu termasuk dengan teknologi canggih dengan basis pembangunan di bidang pertanian.
"Dalam beberapa tahun ke depan, penduduk dunia akan bertambah dua milyar dan tentu membutuhkan pasokan pangan yang jumlahnya cukup besar. Jadi, pertanian tetap merupakan sektor pembangunan utama bagi negara agraris seperti Indonesia," ujar Joko Widodo.
Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, mengatakan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam diskusi bulanan Nahdlatul Ulama (NU) bertajuk "Menyongsong Satu Abad NU". Seminar ini diselenggarakan di Hotel Lumiere, Jakarta, pada Rabu malam (12/3).
Apalagi Indonesia akan mengalami bonus demografi, lanjut Joko Widodo, yang akan meningkatkan produktivitas pertanian dan pasokan pangan bagi rakyat.
Tapi, pemerintah harus mempersiapkan semuanya secara menyeluruh dan utuh mulai dari proses pembenihan, penanaman bahan pangan, hingga panen dan pemasaran produk pasca panen.
"Selama ini proses penanaman padi sering gagal dan tidak diminati petani, karena pemerintah daerah (Pemda) kurang memperhatikan aspek pemasaran pasca panen," jelas Joko Widodo.
Dari pembangunan dasar di bidang pertanian ini, secara bertahap pemerintah dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian di Indonesia. Itu termasuk dengan teknologi canggih dengan basis pembangunan di bidang pertanian.
"Dalam beberapa tahun ke depan, penduduk dunia akan bertambah dua milyar dan tentu membutuhkan pasokan pangan yang jumlahnya cukup besar. Jadi, pertanian tetap merupakan sektor pembangunan utama bagi negara agraris seperti Indonesia," ujar Joko Widodo.
Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, mengatakan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam diskusi bulanan Nahdlatul Ulama (NU) bertajuk "Menyongsong Satu Abad NU". Seminar ini diselenggarakan di Hotel Lumiere, Jakarta, pada Rabu malam (12/3).
Apalagi Indonesia akan mengalami bonus demografi, lanjut Joko Widodo, yang akan meningkatkan produktivitas pertanian dan pasokan pangan bagi rakyat.
Tapi, pemerintah harus mempersiapkan semuanya secara menyeluruh dan utuh mulai dari proses pembenihan, penanaman bahan pangan, hingga panen dan pemasaran produk pasca panen.
"Selama ini proses penanaman padi sering gagal dan tidak diminati petani, karena pemerintah daerah (Pemda) kurang memperhatikan aspek pemasaran pasca panen," jelas Joko Widodo.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





